The Name I Love Chap 12

the-name-i-love

Main Cast        :

Claire Whitson (OC), (20 thn)

Oh Se Hun

Suho

Seo Hyun

Other Cast      :

Ha Na

Arissa Whitson

Ahn Suk Hwan

Author             : HunClaire

Genre              : Family,Friendship,Sad,Romance,Revenge

Rate                 :  T

Credit               : http://chokyulateworld.wordpress.com

Lenght             : Chapter

The Name I Love

 Chapter 12 : To be with you

~Apartemen milik Claire~

Pukul 10.00 malam

“Apapun alasan yang kau katakan, aku tetap tidak akan membatalkan pertunangan Claire dengan Suho” tegas Tuan Ahn kepada istrinya di dalam sebuah kamar.

“Apa kau tega membiarkan anak kita nantinya menikah dengan seseorang yang tidak ia cintai?”

“Cinta ? Jadi yang kau permasalahkan itu hanyalah soal cinta ? Lalu.. Apakah kau rela.. jika melihat anakmu nantinya menikah dengan orang miskin seperti Namja itu ? Dengarkan aku Risa.. Pemuda miskin sepertinya.. tidak akan bisa membahagiakan anak kita”

Nyonya Risa kemudian menatap suaminya dengan sendu, “Kau pikir.. dulu aku bersedia menikah denganmu.. karena kau berasal dari kalangan yang berada ?” ucapnya penuh penekanan.

“A..apa ?!” sahut Tuan Ahn merasa tersinggung.

“Kau tidak ingat.. kalau posisi mu dulu juga sama seperti pemuda itu ?”

“Untuk apa kau mengungkit hal itu lagi eoh ?” tanya Tuan Ahn mengerutkan dahinya.

“Yang ingin aku katakan adalah.. aku hanya ingin Claire bisa menikah dengan seseorang yang benar-benar ia pilih, seseorang… yang benar-benar ia cintai”

“Sekarang aku tanya padamu.. apakah kau bahagia menikah denganku ?” tanya Tuan Ahn menatap dalam kedua manik mata istrinya.

“Nde ?”

“Bukankah kau dulu sangat meyakini kalau aku adalah orang yang tepat untukmu ? Lalu.. aku tanya padamu..  apa sekarang kau bahagia menikah denganku ?” ucap Tuan Ahn mengulang pertanyaan itu lagi.

Nyonya Risa hanya terdiam, menundukan wajahnya tanpa berbicara satu patah katapun kepada suaminya.

“Dan kenyataanya.. aku bukanlah orang yang ada di bayanganmu kan ? Ne.. Aku bukanlah suami.. yang dulu pernah kau yakini bisa membahagiakanmu, karena terkadang.. hanya mengikuti perasaan saja tidak selalu memberikan apa yang kau inginkan”

“Sukhwan-na.. Kenapa kau berbicara seakan-akan aku menyesal telah menikah dengan mu ?”

“Aku pernah mengecewakanmu sekali saat kau tahu aku memiliki wanita lain, dan setelah kejadian itu.. tentu saja kau pasti merasa menyesal kan telah memutuskan untuk menikah dengan ku?”

“Meski kau pernah mengecewakanku, sedikitpun.. aku tak pernah menyesali keputusanku untuk menikah denganmu, bahkan aku bersedia memberikan semua yang aku miliki termasuk kepemilikan perusahaan kepadamu, dan semua itu aku lakukan.. karena aku mencintaimu”

“Hal itulah yang aku takutkan.. aku takut Claire terlalu dibutakan oleh perasaannya terhadap namja itu, bagaimana kalau anakku sampai melakukan hal bodoh sama seperti apa yang dilakukan oleh ibunya, ibunya yang mengorbankan semuanya.. hanya demi menikah dengan seorang namja seperti ku” tutur Tuan Ahn memandang istrinya sejenak, kemudian pergi meninggalkan kamar itu dengan segala perasaan rumit di hatinya.

“Sukhwan-na”

BLAM 

Claire yang baru keluar dari kamarnya terkejut saat melihat Ayahnya tengah berjalan ke arah pintu keluar, ia memperhatikan raut wajah ayahnya yang terlihat muram, ini pasti soal dirinya, Ya.. Claire yang sudah merasa kalau kedua orang tuanya pasti baru saja bertengkar karena memperdebatkan masalah dirinya dengan Sehun.

.

Tidak lama setelah ayahnya pergi, Claire berjalan ke arah dapur untuk membuka lemari pendingin yang terletak di sudut ruangan. Matanya pun langsung tertuju pada sebuah kotak berisi cokelat pemberian seseorang, sekotak cokelat yang sejenak membuat hatinya terasa pilu.

Terdapat secarik kertas yang tersimpan di dalam kotak cokelat itu. Ya.. Sepertinya Sehun menuliskan sebuah pesan singkat disana, Claire pun beranjak dari posisinya lalu duduk di sebuah kursi meja makan untuk mulai membaca pesan singkat dari sang namja.

Sewaktu kau baru pulang dari rumah sakit, sebenarnya aku mau memberikan cokelat ini padamu, tapi setelah kau pulang, entah kenapa aku malah selalu lupa memberikannya padamu, mmm.. adik perempuanku bilang, cokelat bisa menenangkan suasana hati seseorang setelah kita memakannya, semoga.. suasana hatimu bisa semakin membaik setelah kau memakan cokelat ini”

-Sehun-

Segurat senyum tipis muncul di bibir Claire setelah membaca pesan singkat dari seseorang yang telah memenuhi hatinya saat ini.

“Adik perempuannya ? ah.. aku ingat, adik perempuannya kan pernah bertengkar denganku saat aku baru pertama kali datang ke Korea”

Perlahan Claire mulai mengingat kembali kenangan itu, suatu kenangan ketika dirinya pertama kali bertemu dengan Sehun.

“Saat pertama kali bertemu dengannya, bodohnya.. aku pernah hampir membuatnya masuk ke dalam kantor polisi hanya karena dia tidak sengaja menggenggam tanganku” gumam Claire dihiasi dengan tawa kecil di wajahnya.

“Claire” sahut seseorang dari arah depan.

“Eoh, Ibu !” menyadari kedatangan ibunya, Claire pun terburu-buru memasukan kertas itu kembali ke dalam kotak.

Nyonya Risa menatap kotak cokelat itu sejenak, kemudian duduk di meja makan dengan posisi bersebelahan dengan anaknya.

“Bu.. pasti.. Ayah tidak mengijinkanku bertemu dengan Sehun lagi kan ?” ucap Claire lirih.

Nyonya Risa terdiam, lalu menghela nafasnya sejenak sebelum memulai pembicaraan, “Sebenarnya.. Ibu juga berpikir, kalau sementara waktu ini.. ada baiknya kau menjaga jarak dengan pemuda itu dulu Claire”

“Nde ?! ta..tapi..”

“Dengarkan ibu Claire.. Ayahmu.. bukanlah orang yang hanya bermain-main dengan ucapannya, kau tidak mau kan jika ayahmu sampai mencelakai pemuda itu ?”

Suasana hening menyelimuti ruangan itu, Claire yang hanya terdiam menatap mata ibunya bersama dengan segala rasa perih dihatinya.

“Aku tak mungkin bisa menghindarinya bu.. karena besok aku pasti akan bertemu dengannya di tempat latihan teater”

“Kalau begitu.. sebaiknya kau keluar dari klub teatermu”

“Mwo ?! Andweyo.. aku tidak bisa keluar dari klub teater itu dengan seenaknya, pentasnya saja sudah akan dilakukan lusa depan, kalau aku keluar, mereka semua akan mulai membenciku lagi, aku tidak mau mereka mulai membenciku lagi seperti dulu”

Nyonya Risa menggegam erat telapak tangan anaknya, dirinya yang ikut merasa sedih  dengan semua yang telah dialami oleh anaknya selama ini.

“Arraseo, ibu akan mengijinkanmu untuk melakukan latihan teater seperti biasanya, tapi ingat.. jangan berbicara dengan pemuda itu diluar dari latihan teatermu, dan setelah latihannya selesai, segeralah pulang kerumah, arraseo ?!”

“Tapi.. bagaimana kalau Sehun sampai salah pengertian padaku bu, bolehkah aku memberitahukan padanya jika aku sedang menghindarinya karena sebuah alasan tertentu”

“Andweyo, kau tidak boleh memberitahukannya, jika namja itu sampai tahu kau menghindarinya karena alasan takut Ayahmu sampai menyakiti dirinya, dia bisa saja akan semakin keras kepala untuk bertemu denganmu, dan hal itu malah akan mencelakai dirinya sendiri Claire”

“Lalu.. Sampai kapan aku harus menjaga jarak dengan Sehun  ?”

“Sampai ibu.. berhasil meyakinkan Ayahmu untuk segera membatalkan pertunangan ini”

Claire perlahan memeluk ibunya erat, lalu setetes air mata pun mengalir di wajahnya, “Ibu.. gomawo, keurigo mianhae.. karena selama ini aku berpikir kalau ibu tak pernah mengerti dengan perasaanku, kupikir ibu hanya mementingkan pekerjaan ibu dibandingkan dengan memikirkan ku, tapi ternyata aku salah..” air mata Claire mulai mengalir dengan deras membasahi wajah pucatnya, “Karena bibi hana sekalipun, tidak akan pernah bisa menggantikan posisi ibu di hatiku”

Nyonya Risa meneteskan air matanya karena terharu dengan sebuah kalimat yang baru saja dilontarkan oleh anaknya. “Sejak kau masih kecil, Ibu selalu sibuk dengan pekerjaan ibu sampai kurang memperhatikanmu, tentu saja kau pasti akan berpikiran seperti itu Claire, harusnya ibu yang mengucapkan kata maaf itu padamu”

“Aniyo” ucap Claire menggelengkan kepalanya sambil melepas pelukan itu.

“Kau tahu, mengapa ibu akhirnya bersedia melepas kepemilikan perusahaan kakek kepada Ayahmu ?, hal itu ibu lakukan, semata-mata hanya karena ibu ingin menghabisi waktu yang lebih banyak denganmu, menjadi seorang ibu yang sesungguhnya”

Claire memberikan senyuman yang begitu hangat kepada ibunya, “Aku sayang padamu bu”

“Ne.. Ibu juga menyayangi mu Claire” Nyonya Risa membalas senyuman itu, sebuah senyuman yang sebenarnya ia gunakan untuk menyembunyikan rasa khawatir dihatinya.

“Alasan lain.. kenapa ibu rela memberikan kepemilikan perusahaan itu kepada Ayahmu, karena ibu ingin mulai mempercayai Ayahmu, menepis ketakutan ibu selama ini, atas suatu pemikiran jika Ayahmu menikah dengan ibu hanya karena mengharapkan kekayaan almarhum kakekmu saja, tapi disisi lain.. rasa takut itu tidak bisa sepenuhnya hilang, bagaimana kalau keputusan yang telah ibu ambil itu sampai salah Claire?”  

………………………………………………………………………………………………………………………

Ke esokan harinya,

Pukul 07.30 pagi

“Eoh Suho-ssi, tadi baru saja Seohyun pergi berangkat ke kampusnya sekitar 15 menit yang lalu” ucap Nyonya Hana kepada Suho sesampainya ia di sana.

“Ah, geurae.. mm.. kalau begitu.. saya permisi dulu tante”

Suho masuk ke dalam mobilnya dengan sedikit membanting pintu, menyandarkan punggungnya pada jok mobil sambil memijat dahinya yang terasa pening.

“Berakting mesra dengan Sehun di depanku, dan sekarang kau mencoba untuk menghindariku ?!” Suho memukul stir mobilnya begitu kesal.

……………………………………………………………………………………………………………………………..

~Apartemen Claire~

“Hari ini ibu sudah menyuruh Nyonya Tori untuk mengantarkan mu pergi ke kampus”

“Memangnya Tuan Kim pergi kemana ?” tanya Claire sedikit kecewa.

“Tuan Kim akan kembali ibu suruh untuk membantu pekerjaan Ayahmu di daerah gangnam, mmm.. kau mengerti kan kenapa ibu melakukannya ?” Nyonya Risa menaikan sebelah alisnya.

“Ah.. ibu menyuruh Tuan Kim untuk mengawasi Ayah ya”

“Eum.. aku mengerti kok” setelah itu Claire pun lebih dulu pergi keluar dan menunggu Nyonya Tori di dalam mobil.

.

“Tori-ssi.. tolong ingatkan Claire dengan semua yang sudah ku katakan tadi malam ne”

“Baik Nyonya”

“Ah.. waspadai juga pemuda yang kemarin sudah menguntit Claire.. kemungkinan suami ku akan kembali menyuruh orang itu untuk mengikuti anak ku”

“Ne.. saya mengerti Nyonya”

…………………………………………………………………………………………………………………………

Sesampainya di depan Universitas Seoul,

Claire membuka pintu mobilnya dengan menunjukan raut wajah yang tak bersemangat, Nyonya Tori yang melihatnya pun kemudian berusaha untuk menghiburnya.

“Ada apa Nona ?”

“Aniyo.. Tidak apa-apa kok, hanya merasa..”

“Merasa sedih karena tak bisa bebas bertemu dengan namja itu ?”

“Nde ?!” Claire terlihat kaget ketika Nyonya Tori bisa menebak apa yang tengah dirasakannya sekarang.

“Nona Claire tahu kan.. kalau Ayah nona bisa saja menyewa seseorang untuk mengawasi anda ? Karena itulah Ibu anda menyuruh Nona untuk menjaga jarak dengan pemuda itu, tapi..”

Nyonya Tori menunjukan senyumnya sejenak, “Tapi.. bukan berarti Nona sama sekali tidak bisa bertemu dengan pemuda itu kan ?” ucapnya mengedipkan sebelah mata.

“eum, gomawo Nyonya” ungkap Claire mengangguk lega.

…………………………………………………………………………………………………………………………….

~Pukul 12.00 siang~

“Eonni.. sepertinya Suho sunbae sudah menunggumu di depan kelas sedari tadi, eonni tidak mau menemuinya?” tanya Sona heran.

Seohyun merapikan beberapa buku ke dalam tasnya, lalu berjalan ke arah pintu sampai akhirnya menghentikan langkahnya di depan sang namja yang sedari tadi sudah menunggunya.

“Seohyun-na.. bisakah kita bicara sebentar ?”

Awalnya Seohyun hanya menghela nafas, lalu ia pun mengangguk menyetujui hal itu.

.

Suho memutuskan untuk melakukan pembicaraan itu di dalam mobil yang ia parkir tidak jauh dari gedung perkuliahan.

“Tadi pagi..” Suho dan Seohyun berbicara di waktu yang bersamaan.

“Kau duluan saja” ucap Suho cepat.

“Aniyo.. kau duluan saja” gumam Seohyun yang juga menolak untuk memulai pembicaraan.

“Arraseo” Suho pun akhirnya memilih untuk mengalah, “Mm.. tadi pagi, kau berangkat lebih awal, apa karena bermaksud ingin menghindariku ?”

“A..ani.. bukan seperti itu, kemarin sepulang dari klub teater.. tiba-tiba saja kau langsung pulang tanpa berbicara denganku, dan saat itu.. tentu saja aku mengira kalau kau marah padaku, karena itulah kupikir kau tak akan menjemputku pagi ini, sehingga membuatku memutuskan untuk berangkat lebih dulu tanpa menunggumu”

“Nde ? Ku kira kau..” ungkap Suho yang seakan merasa lega dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh sang yeoja. “aku.. sungguh minta maaf padamu Seo.. karena semenjak kemarin aku terus saja mempermasalahkan hal kecil seperti ini padamu”

“Sudahlah, tidak apa-apa kok, oh iya.. sepertinya aku harus segera pergi ke perpustakaan untuk bertemu dengan Sona, mmm.. tidak apa-apa kan kalau aku pergi sekarang ?”  tanya Seohyun ragu.

“Ne.. Tentu saja tidak apa-apa, oh iya.. pakailah payung ini, sepertinya diluar hujannya cukup deras” ucap Suho menunjukan senyum hangatnya.

“Gomawo”

Setelah keluar dari mobil, Seohyun pun langsung membuka payung itu, berjalan menjauhi mobil Suho dengan raut wajahnya yang seketika berubah menjadi sendu,

“Ottokhae.. bagaimana aku harus mengatakannya padamu Suho, aku sunguh tidak tega.. jika aku harus mengatakan.. kalau aku ingin mengakhiri hubungan ini denganmu”

…………………………………………………………………………………………………………………………………..

“Aigoo.. kenapa hujannya masih belum reda sih ?” gerutu Claire yang tengah menunggu sendirian di depan gedung perkuliahan sambil menengadahkan tangannya pada tetesan hujan.

Drrrt…drrrt…

Merasakan ponselnya bergetar, Claire pun langsung membuka kotak pesan masuk di ponselnya,

“Yak.. Sedang apa kau sendirian disana ?” -Sehun-

“Loh ? kenapa Sehun bisa tahu kalau aku sedang sendirian ?  Eoh !!” Claire yang menyadari hal itu pun langsung menoleh ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan namja itu.

Drrrt..drrt..

“Kau pasti sedang mencari ku yah ?” Sehun mengirim pesan itu sambil bersembunyi di balik pohon dekat dengan tempat Claire berdiri.

“Aish.. dasar namja menyebalkan”

Sehun mengintip sambil tersenyum-senyum sendiri saat melihat wajah Claire yang mulai nampak terlihat kesal padanya.

“Yak Oh Sehun.. Cepat katakan kau ada dimana ?”

Saat Sehun baru ingin memberitahukan keberadaanya, ia melihat Nyonya Tori datang menghampiri Claire, Sehun yang mengira Nyonya Tori masih tak berpihak pada Claire pun seketika mengurungkan niatnya untuk bertemu dengan Claire.

“Kita bertemu di tempat latihan teater saja ne J -Sehun-

“Ye ? Ah.. waeyo” gumam Claire kecewa.

“Ada apa Nona ?” tanya Nyonya Tori.

“Aniyo.. tidak apa-apa kok”

Nyonya Tori diam-diam melirik ke arah pemuda yang ia yakini kemarin selalu mengawasi nonanya, Benar.. Nyonya Tori tahu kalau orang itu pasti ditugaskan kembali oleh Tuan Ahn untuk mengawasi Nonanya hari ini.

…………………………………………………………………………………………………………………………..

~Di dalam perpustakaan~

“Sona-ya.. kenapa kau melamun ?” tanya Seohyun.

“Tadi ada seorang pemuda yang menanyakan padaku dimana letak gedung perkuliahan fak.ekonomi, kurasa.. dia bukan mahasiswa disini”

“Lalu intinya ?”  tanya Seohyun kembali.

“Intinya dia tampan sekali eonni, hah.. andai saja aku tahu namanya”

“Ckckck.. aigoo.. ku kira kau mau bilang apa” gumam Seohyun memutar bola matanya malas.

……………………………………………………………………………………………………………………………….

~Di salah satu kantor cabang perusahaan Whitson corp, Daerah Gangnam~

“Jong-in ssi, apa anak ku hari ini bertemu dengan pemuda itu lagi ?” tanya Tuan Ahn yang tengah berbincang dengan seseorang melalui ponselnya,

“Sampai saat ini, anak anda belum terlihat menemui pemuda itu lagi tuan”

“Bagus, segera kabarkan pada ku jika anak ku kembali menemui pemuda itu, Arraseo !”

“Ne baik Tuan”

Tuan Kim yang saat itu tengah menguping dari balik pintu pun, segera memberitahukan hal itu kepada Nyonya Tori.

……………………………………………………………………………………………………………………..

Pukul 01.00 siang

“Ne.. saya mengerti Tuan Kim, saya akan lebih hati-hati” jawab Nyonya Tori yang melakukan percakapan dengan Tuan Kim melalui headset karena tengah menyetir mobil.

“Tuan Kim bilang apa Nyonya ?” tanya Claire penasaran.

“Biar nanti saja saya jelaskan, karena saat ini sepertinya kita tengah di ikuti oleh seseorang yang merupakan suruhan Ayah anda Nona”

“Jeongmal ?” Claire langsung melihat ke arah kaca spion mobilnya. “Ottokhae ? Bagaimana kalau orang itu sampai tahu aku ingin pergi ke klub teater ? Disana kan ada Sehun”

“Ne.. Itulah yang saya sedang pikirkan Nona”

“Ah matta.. aku punya ide” sahut Claire dengan semangat.

……………………………………………………………………………………………………………………………………

~Di sebuah Departemen Store~

“Kenapa kita harus menunggu di dalam toilet seperti ini Nona ?”

“Jadi begini.. Kita tunggu sampai ada seorang yeoja yang kira-kira cocok untuk menyamar menjadi diriku, setelah itu, Nyonya bawa orang yang menyamar menjadi aku itu pulang ke apartemen, nah.. orang suruhan ayahku itu pasti akan berpikir kalau aku sudah pulang ke apartemen kan ?”

“Ah.. begitu ternyata, pantas saja Nona pintar sekali melarikan diri” ucap Nyonya Tori memuji sekaligus menyindir.

Claire menggarukan kepalanya sambil menyengir malu.

“Eoh kurasa dia cocok menyamar menjadi aku Nyonya” Claire langsung menghampiri yeoja itu.

“Permisi nona.. bisakah aku meminta bantuanmu sebentar”

“Ah maaf tapi saya sedang sibuk” ucap yeoja itu berusaha menghindar.

“Mm.. Bagaimana kalau kuberikan 500.000 won untuk nona, aniyo.. bagaimana kalau kuberikan  1000.000 won ?”

“Sa..satu juta won ?”

Beberapa menit kemudian,

Setelah Claire dan wanita itu selesai bertukar baju, Claire pun mulai mengarahkan rencananya kepada Nyonya Tori dan yeoja itu.

“Pertama untuk nona, tolong nanti sebisa mungkin agar jangan terlalu menunjukan wajah anda, menunduk juga boleh.. asal jangan terlalu berlebihan agar tidak mencurigakan”

“Dan untuk Nyonya Tori, jangan lupa untuk membawa Nona ini pulang hingga masuk ke dalam apartemen ku, hal itu juga agar tak terlihat mencurigakan, tapi sebelumnya.. Nyonya Tori harus katakan dulu rencana ini pada ibu agar ia tidak kaget”

“Iya, baik Nona”

.

Tidak lama setelah rencana itu dijalankan, Nyonya Tori pun akhirnya mengirim pesan sms kepada Claire untuk memberitahukan jika mereka telah berhasil mengelabui orang suruhan Ayahnya itu dengan sukses. Dan Claire pun seketika langsung keluar dari tempat persembunyiannya dengan perasaan lega.

“Hah syukurlah, setidaknya aku bisa mengambil kesempatan ini untuk bertemu dengan Sehun”

……………………………………………………………………………………………………………………………………

~Apgujeong~

Pukul 03.00 sore

“Besok kita akan melakukan pentas, jadi ibu mohon kepada semuanya agar hari ini dapat melakukan latihan dengan serius, Arraseo !!”

“Ne..!” Sahut para anggota dengan semangat.

.

Para anggota diminta untuk berbaris sebelum Nyonya Jihyo mulai mengabsen, saat Claire melangkah ke barisan paling belakang, seorang namja terlihat mengikuti dirinya dan langsung memilih untuk berbaris di sebelah Claire.

“Kenapa mengikuti ku ?” tanya Claire melirik ke arah namja yang tidak lain adalah Sehun.

Sehun hanya diam tanpa melihat ke arah Claire, lalu secara perlahan, diam-diam Sehun pun menautkan kelingkingnya pada kelingking sang yeoja.

Tentu saja hal itu membuat Claire seketika menatap wajah Sehun tak mengerti, namun tatapan itu malah di balas oleh Sehun dengan sebuah senyuman hangat, senyuman yang membuat jantung Claire terasa berdetak begitu kencang.

“Claire Whitson !”

“Ne” Claire langsung melepas tautan itu dan mengangkat tangannya tinggi.

“Aish.. Kenapa namamu yang harus dipanggil sih, mengganggu suasana saja” gerutu Sehun pelan.

“Kau ini bicara apa sih ?” bisik Claire yang seketika memalingkan wajahnya yang nampak merona.

.

Selama latihan itu telah berlangsung sekitar 1 jam lebih, Sehun merupakan anggota yang terlihat paling serius melatih aktingnya, karena ia baru dua kali mengikuti latihan, Sehun pun merasa jika dirinya harus berlatih lebih keras lagi agar kemampuan aktingnya bisa mengimbangi anggota yang lain.

Sedangkan Claire sendiri terlihat sedang berlatih akting bersama dengan Seohyun, dan hal itu tentu saja membuat anggota yang lainnya terlihat nampak was was, bagaimana mereka tidak khawatir, kalau bukan karena kedua yeoja itu yang memang sering kali terlihat berselisih satu sama lain.

“Kita mau berlatih adegan yang mana lagi ?” tanya Claire datar.

Seohyun tak menjawab pertanyaan itu dan hanya melihat-lihat dialog yang tengah di pegangnya,

“Cih.. Apa dia sedang mengacuhkan ku ?” rutuk Claire dalam hati.

“Claire-ssi.. Sebenarnya.. kau itu memiliki hubungan apa dengan Sehun ?” tanya Seohyun yang nada bicaranya entah mengapa terdengar begitu menyebalkan di telinga Claire.

“Apa urusannya denganmu ?” jawab Claire sinis.

“Tentu saja ada urusannya denganku, bagaimana bisa kau bertunangan dengan Suho tapi terlihat dekat dengan namja lain eoh ?”  ucap Seohyun mendekatkan wajahnya kesal.

“Eheum.. kalian tidak sedang bertengkar kan ?” tanya Sona menghampiri.

“Aniyo.. kami baik-baik saja kok” Jawab Claire dan Seohyun secara bersamaan, Sona yang merasakan adanya aura menyeramkan yang terpancar dari kedua orang itu pun langsung memilih untuk mundur seribu langkah menjauhi mereka.

“Seohyun-ssi.. Kokchongmaseyo..” ucap Claire melanjutkan perbincangan mereka, “Karena aku.. sudah memutuskan untuk membatalkan pertunangan ku dengan Suho, jadi sekarang.. kau tidak perlu merasa takut lagi jika aku akan merebut Suho dari mu”

“A..apa ?! Jadi.. Kau membatalkan pertunanganmu dengan..”

“Claire !! bisakah kau kemari sebentar” titah Nyonya Jihyo melambaikan tangannya.

“Ne.. Nyonya” Claire langsung menghampiri Nyonya Jihyo tanpa memperdulikan Seohyun yang masih terlihat syok.

“Apa yeoja itu membatalkan pertunangannya.. karena dia benar-benar mempunyai hubungan khusus dengan Sehun ? A..andweyo.. ini tidak boleh terjadi, malam ini.. aku harus memberanikan diriku untuk mengakhiri semuanya dengan Suho.. ne.. mengakhirinya.. sebelum semuanya terlambat.. aku tak akan membiarkan yeoja itu sampai merebut Sehun dariku”

.

“Ibu berterima kasih kepada semuanya karena sudah berkerja keras dalam latihan hari ini, khusunya kepada Claire yang sudah membantu ibu dalam menangani koreografi dalam adegan di pesta dansa, Ingat.. besok festivalnya akan diadakan pukul 10 pagi, jadi ibu mohon kepada kalian untuk datang ke kampus 3 jam lebih awal, arraseo !!”

“Ne !!”

.

Para anggota mulai terlihat saling berpamitan pulang, dan tak sengaja Claire pun melihat Sehun yang tampak asik mengobrol dengan yeoja bernama Seohyun itu, Claire yang cemburu pun hampir saja merobek salah satu kertas dialog yang tengah digenggamnya.

“Ish.. Malah asik mengobrol dengan yeoja lain, padahalkan aku sudah susah payah datang kesini supaya bisa bertemu dengannya, dasar menyebalkan”

.

“Kalian sedang membicarakan apa ?” tanya Claire menghampiri dengan tatapan sinis.

“Memangnya kau harus tahu aku dan Sehun sedang membicarakan apa” jawab Seohyun tak kalah sinis.

Sehun yang menyadari situasi itu pun langsung berusaha untuk menengahi “Ahahaha.. sebaiknya kita segera pulang saja ne” ucapnya dengan tawa yang dipaksakan lalu menarik tangan Claire menjauhi Seohyun.

.

“Kau pulang dengan siapa ?” tanya Sehun tiba-tiba.

“Hari ini aku pulang sendirian” ucap Claire yang masih terlihat kesal.

“Sendirian ? Memangnya Tuan Kim dan Nyonya itu kemana ?”

“Mereka sedang ada urusan penting, jadi mau tidak mau aku harus pulang dengan naik taksi”

“Mau kuantarkan pulang tidak ? kebetulan hari ini aku sedang membawa motor”

Claire nampak berpikir sejenak, namun saat ia mengingat ucapan ibunya, “Ti..tidak usah, aku sekarang sudah bisa pulang sendiri kok” ucap Claire yang sebenarnya ingin sekali menerima tawaran Sehun.

“Kau marah padaku yah ?”

“Aniyo, aku memang sudah bisa pulang sendiri kok”

“Yasudah, Kalau begitu.. kubantu carikan taksi untukmu saja ne”

“Eum”angguk Claire cepat.

Betapa cemburunya Seohyun saat melihat kedua orang itu berjalan bersama keluar dari aula, dulu Sehun hanya perhatian padanya, hanya melihat ke arahnya, tapi sekarang, karena yeoja itu, Seohyun merasa jika Sehun tak lagi memperdulikan dirinya seperti dulu.

Setelah aula itu sepi, Seohyun berjalan ke sebuah ruangan kosong, dirinya yang tampak sedang mencoba untuk menghubungi seseorang.

“Yoboseyo”

“Eoh, Seohyun-na, tumben sekali kau menelfonku” ucap Suho terdengar senang.

“Suho-ya.. bagaimana.. kalau nanti malam kita bertemu”

“Be..bertemu ?” Suho terdengar sedikit terkejut, “Tentu saja aku mau, kau mau kita bertemu jam berapa ? bagaimana kalau kita sekalian makan malam juga ?”

“Iya baiklah, kita bertemu jam 07.00 malam di restoran dekat rumahku saja ne”

“Arraseo, aku janji tidak akan terlambat” jawab Suho dengan semangat.

“Iya aku tahu”

“Aku mencintai mu Seo”

Seohyun nampak terdiam ketika sang namja mulai mengucapkan kata itu lagi padanya, dirinya.. yang saat itu seakan merasa telah menjadi orang yang sama sekali tak memiliki perasaan.

Mianhae Suho-ya.. jeongmal..mianhae”

“Seo ?”

“Kututup dulu telfonnya ne” ucap Seohyun terdengar parau.

“Arraseo, sampai jumpa nanti malam”

Seohyun menutup telfon itu dengan air mata yang mulai mengalir di wajahnya, berniat mencampakan seseorang yang selalu memihaknya selama ini sungguh membuat hatinya terasa begitu pedih, namun.. ia juga tak bisa membohongi dirinya sendiri, ia.. yang juga tak mau sampai kehilangan namja yang sudah dicintai olehnya semenjak lama.

……………………………………………………………………………………………………………………………………

Pukul 06.00 sore

~Apartemen milik Claire~

“Sudah kuduga, suamiku akan menyewa orang untuk mengawasi Claire, kalau sudah seperti ini, percuma saja Claire menjaga jarak dengan pemuda itu” ungkap Nyonya Risa yang tengah berbincang dengan Nyonya Tori.

“Ne.. dan saya yakin Nyonya, Nona Claire tidak akan setuju jika dirinya sampai diminta untuk tidak boleh menemui Namja itu sepenuhnya”

“Kau benar Tori.. aku pun juga berpikir seperti itu” tutur Nyonya Risa menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa sambil memijit dahinya.

Ting Tong

“Ibu aku pulang” Sahut Claire yang langsung berjalan menghampiri ibunya ke ruang tamu.

“Aigoo.. sepertinya anak ku terlihat senang sekali” ungkap Ibunya tersenyum menyindir.

“Apanya yang senang, tadi saja aku menolak tawarannya saat dia ingin mengantarkanku pulang, itu juga karena ibu menyuruhku untuk menjaga jarak darinya” gumam Claire mengerucutkan bibirnya.

“Ibu sudah senang kok hanya mendengar Claire mau menuruti apa yang ibu katakan, yasudah, sekarang sebaiknya kau mandi dulu dan istirahat saja ne”

“Eum” Claire pun kemudian melangkah masuk ke dalam kamarnya.

……………………………………………………………………………………………………………………………………

Suasana makan malam yang terbangun antara Claire dan kedua orang tuanya malam itu sangatlah terasa dingin, tidak ada percakapan satu sama lain layaknya sebuah keluarga yang tengah berkumpul.

“Karena besok adalah hari minggu, Ayah sudah membuat janji dengan keluarga Park untuk melakukan pertemuan keluarga di rumah mereka”

“Nde ? Tapi aku ada..” Claire menghentikan kalimatnya saat tersadar kalau dirinya hampir saja membocorkan hal tentang klub teater.

“Batalkan semua janjimu besok, karena Ayah tidak mau mendengar jika kau sampai menolak untuk mengikuti pertemuan ini” Tuan Ahn langsung menaruh sendok dan garpunya di atas meja lalu beranjak pergi dari meja makan.

“Otokajo ?” gumam Claire pelan sambil menundukan wajahnya resah.

“Apa besok pentasnya akan dilaksanakan ?” tanya Nyonya Risa dengan suara berbisik.

Claire mengangguk dan memberikan pandangan seakan meminta bantuan kepada ibunya, membuat ibunya kemudian terlihat berpikir sejenak untuk memikirkan sebuah cara, namun…

“Mianhae Claire, Ibu sungguh tidak tahu harus melakukan apa untuk membantumu” ungkap Nyonya Risa dengan nada menyesal.

Claire meremas ujung bajunya kencang, berusaha untuk memikirkan sebuah cara yang tak kunjung di dapatkannya.

………………………………………………………………………………………………………………………………

~Kediaman keluarga Lee~

“Kau mau pergi kemana ?” tanya Nyonya Hana kepada anaknya.

“Mm.. Aku ada janji untuk bertemu dengan Suho”

“Ah eomma lupa kalau malam ini adalah malam minggu” ucap ibunya sambil tersenyum.

“Oh iya, besok eomma bisa kan datang ke acara festival di kampusku ?”

“Tentu saja, sepertinya besok eomma tidak memiliki janji”

#Tin..tin..

“Ah.. Sepertinya Suho sudah datang, aku berangkat dulu yah eomma”

“Iya, hati-hati di jalan Seo, dan ingat untuk jangan pulang terlalu malam”

“Ne arraseo”

……………………………………………………………………………………………………………………………………

Suho dan Seohyun akhirnya sampai di sebuah restoran yang letaknya tidak jauh dari rumah Seohyun berada.

“Kau mau makan apa ?” tanya Suho sambil membuka menu.

“Terserah padamu saja”

Suho pun memanggil pelayan untuk memesan makanan yang telah dipilih olehnya.

“Kau tahu Seo, hari ini.. aku merasa senang sekali.. karena untuk pertama kalinya kau yang lebih dulu mengajak ku bertemu”

Seohyun hanya membalas kalimat itu dengan segurat senyum pahit di wajahnya.

“Ah.. besok klub teater akan mengadakan pentas di kampus kan ?” tanya Suho antusias.

“Eum”

“Lalu kau sendiri akan pentas jam berapa ?”

“Mm.. Sekitar.. jam 10 siang” jawab Seohyun yang nampak terlihat gelisah.

Tiba-tiba saja Suho mengingat kembali ucapan ibunya tadi siang, ibunya yang mengatakan jika besok ia harus mengikuti pertemuan dengan keluarga whitson di rumahnya.

“Aish.. besok ibu pasti akan melarangku pergi keluar, apalagi pertemuannya diadakan jam 11 siang”

“Suho-ya.. a..aku..”

“Tenang saja Seo.. aku pasti akan datang ke acara pentasmu itu”

“Aniyo, bukan itu.. sebenarnya.. ada suatu hal yang ingin aku bicarakan padamu” ungkap Seohyun tak berani menatap mata sang namja.

“Suatu hal ?” tanya Suho tak mengerti.

“Ne.. suatu hal” ucap Seohyun dengan bibirnya yang terasa gemetar.

“Kau.. ingin membicarakan apa ?” tanya Suho yang seperti merasakan adanya firasat tak menyenangkan dari sikap yang ditunjukan oleh Seohyun.

“Selama ini, aku berterimakasih karena kau sudah banyak menolongku, saat orang-orang di kampus pernah sempat membenciku, kaulah yang mengembalikan kepercayaan orang-orang itu kembali kepadaku, kau tak pernah berubah.. sama seperti Suho sahabatku yang dulu”

“Seohyun-na.. apa maksud ucapanmu itu eoh ?” tanya Suho dengan segala perasaan resah dihatinya.

“Kau akan selalu menjadi sahabat terbaik ku, dan tak akan pernah berubah.. bahkan sampai detik ini”

“Seohyun-na.. keumane.. ”

“Sekeras apapun aku mencoba untuk menganggapmu sebagai kekasihku.. entah kenapa.. aku tak pernah bisa merubah pandanganku yang selalu menganggapmu sebagai sahabatku..”

“Kubilang hentikan Seo !!!” bentak Suho memukulkan tangannya ke atas meja.

“Suho-ya..mianhae.. tapi Aku.. aku ingin mengakhiri hubungan ini denganmu” setetes air mata mengalir membasahi wajah Seohyun.

“A..apa ?” Tubuh Suho serasa lemas saat mendengar kalimat itu. Dirinya yang hanya menatap kosong wanita yang sangat dicintainya sambil menahan rasa sakit di hatinya.

“Andweyo.. kau tidak bisa melakukan ini padaku, Seohyun-na.. Seohyun-na aku janji aku pasti bisa memperbaiki semua sikap buruk ku, kumohon.. jangan katakan hal itu kepadaku Seo.. aku mohon kepadamu..” ucap Suho menggegam tangan sang yeoja yang sangat dicintainya itu.

“Mianhae Suho-ya.. jeongmal.. mianhae..” ucap Seohyun menarik tangannya perlahan dari genggaman Suho. Lalu  beranjak dari kursinya dan berlari keluar dari restoran.

“SEO !!” Suho langsung mengejar yeoja itu. Namun saat Suho telah sampai di luar restoran, Seohyun telah lebih dulu pergi dengan menaiki sebuah taksi.

“SEOOO !!!” teriak Suho yang tubuhnya seketika terjatuh ke atas aspal dengan bertumpu pada lututnya. Meneteskan air matanya sambil menatap pilu kepergian sang yeoja yang begitu berarti untuknya.

“Ini semua pasti karena pertunanganku dengan Claire kan ? gadis sialan itu pasti yang sudah menyuruhmu untuk melakukan hal ini kan ?! Ne.. Aku harus segera menemui gadis sialan itu”

…………………………………………………………………………………………………………………………………..

Pukul 09.00 malam

Claire tengah duduk bersandar pada kepala kasur di kamarnya, memangku sebuah kotak cokelat pemberian dari seseorang,

“Adik perempuanku bilang, cokelat bisa menenangkan suasana hati seseorang setelah kita memakannya”

“Kenapa dia masih saja percaya dengan hal-hal seperti itu ?” ucap Claire yang hanya memandangi kotak cokelat itu sejenak, lalu saat ia berniat ingin memakan satu buah cokelat itu,

Tok..Tok..

“Nona Claire, ada seseorang yang ingin menemui anda” Sahut Tuan Kim dari luar kamarnya.

“Siapa yang malam-malam begini mau menemuiku ?” Claire bergegas membuka pintu kamarnya, lalu saat ia melihat ke ruang tamu, betapa terkejutnya Claire saat mengetahui ternyata Suho lah yang datang mencarinya.

“Mau apa kau ke sini ?” tanya Claire sinis.

Suho seketika memandang Claire dengan tatapan penuh benci, lalu saat Tuan Ahn dan Nyonya Risa datang menghampiri ke ruang tamu, Suho pun merubah raut wajahnya menjadi seramah mungkin kepada Claire.

“Anyeong haseyo Tuan Ahn, maaf karena saya telah mengganggu dengan datang ke sini malam-malam” Ucap Suho membungkuk hormat.

“Ah Gwaenchana Suho, kau kesini pasti mau menemui Claire kan ?”

“Ne.. saya mau meminta izin untuk mengajak Claire keluar sebentar Tuan”

“Mwo ?!” ucap Claire begitu terkejut.

“Mian nak Suho, bukannya tante tidak mengijinkan, tapi menurut tante, saat ini sudah terlalu malam untuk mengajak Claire keluar rumah” ungkap Nyonya Risa yang mengerti jika anaknya tak mau bertemu dengan Suho.

“Apanya yang sudah malam, sekarang ini kan masih jam 9, sudahlah Suho, Paman mengijinkan kok kalau Suho memang mau mengajak Claire keluar”

“Ah ne.. kamsahamnida Tuan”

“Kajja Claire” ucap Suho menarik tangan Claire yang hanya ditanggapi dengan sebuah tatapan dingin.

……………………………………………………………………………………………………………………………….

~Di Sebuah Kafe~

“Sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan eoh ?!” Claire masih terlihat kesal karena Suho membawanya pergi secara paksa.

“Apa yang kau katakan pada Seohyun sampai ia meminta ku untuk putus ?”

“Nde ?! Kau.. dengan yeoja itu putus ?”

“Cih.. jangan berpura-pura bodoh Claire, aku yakin kau pasti mengatakan sesuatu yang membuat Seohyun sampai meminta putus dariku kan ?”

“Yak.. aku malah mengatakan padanya kalau aku berniat ingin mengakhiri pertunanganku denganmu, lalu kenapa yeoja itu malah…”

“Kau.. mengatakan hal itu pada Seohyun ? Cih.. kau pikir aku bisa percaya padamu begitu saja ?”

“Terserah padamu kau mau percaya atau tidak, karena aku sama sekali tidak perduli dengan urusanmu itu”

“Kau tidak tahu kan kalau aku sangat mencintainya, tapi kenapa dia harus memintaku untuk mengakhiri hubungan ini.. Kenapa dia harus memintaku untuk putus !!!”

“Yak.. kenapa kau jadi marah-marah padaku eoh ?! Mana aku tahu kenapa dia sampai memintamu untuk..” Claire tiba-tiba mengingat ucapan Seohyun tadi siang, ucapan yang membuatnya mengerti akan sesuatu.

“Claire-ssi.. Sebenarnya.. kau itu memiliki hubungan apa dengan Sehun ?”

“Mungkinkah.. dia meminta putus denganmu, karena yeoja itu menyukai Sehun ?” gumam Claire dengan hatinya yang terasa sesak.

“Nde ?”

“Aku yakin sebenarnya kau mengetahuinya kan ?, tapi kau menutupi ketakutanmu itu dengan menumpahkan semua kesalahan kepadaku, Kau hanya tak mau mengakui kalau kekasihmu itu menyukai Sehun kan ?!!”

Apa yang dikatakan Claire telah menusuk hati Suho sepenuhnya, Suho yang sebenarnya juga tahu kalau Seohyun memang tak pernah mencintainya, Suho.. yang tak bisa menerima kenyataan kalau sang yeoja lebih mencintai sahabatnya Sehun.

“Kau benar, semua yang kau katakan itu memang benar Claire” tutur Suho dengan nada lirih.

“Dan sekarang kau menyerah begitu saja dengan perasaanmu ?”

“Waeyo ? Kau bilang kau tak perduli dengan urusanku, lalu kenapa kau mengatakan hal seperti itu eoh ?”

“Karena aku menyukai Sehun, dan aku tak ingin.. jika yeoja itu sampai merebut hati Sehun kembali dari ku” tegas Claire penuh penekanan. “Suho-ssi.. Bagaimana.. kalau kita bekerja sama saja ?”

“Bekerja sama ?”

“Ne.. besok kau pasti ingin kembali membicarakan masalah ini dengan Seohyun kan ?, tapi masalahnya, kau tak bisa keluar rumah karena keluarga kita akan mengadakan pertemuan, karena itu, jika besok kau mengatakan ingin pergi bersama denganku, kemungkinan kita pasti akan di ijinkan untuk keluar, dengan begitu kau bisa bertemu dengan Seohyun, dan aku pun bisa mengikuti acara pentas itu, bagaimana ? Apa kau setuju ?”

“Baiklah.. aku menyetujuinya, aku tak akan menyerah untuk bisa mendapatkan Seohyun kembali ke sisiku”

Setelah melakukan perjanjian untuk bekerja sama, Suho pun mengantarkan Claire kembali ke apartemennya.

“Yak” Panggil Suho saat Claire turun dari mobilnya.

“Kenapa selama di perjalanan, kau tetap diam dan tak berniat untuk membahas kejadian di pesta waktu itu ?”

“Ah~ Kejadian saat kau menginjak alat pendengaranku ?” tanya Claire santai.

“Bukankah harusnya kau marah padaku ?”

“Siapa bilang aku tidak marah, aku.. sangat.. sangat marah padamu, walau kau memang sangat keterlaluan padaku.. tapi kau melakukannya karena kau memang ingin menghentikan pertunangan ini demi yeoja itu kan ? Karena itulah.. aku mengerti dengan situasimu”

“Yeoja ini.. hanya menanggapi kejadian saat itu dengan begitu santai setelah apa yang telah aku lakukan padanya” Suho yang entah mengapa merasa begitu takjub dengan sifat yang dimiliki oleh Claire, ia.. yang merasakan jika tak ada sorot mata dendam di mata Claire kepadanya.

…………………………………………………………………………………………………………………………………..

Claire masuk ke dalam kamarnya dan langsung merebahkan dirinya ke atas kasur,

“Mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, Ne.. walau aku benci padanya ketika mengingat bagaimana dia memperlakukanku dengan buruk, tapi aku benar-benar kasihan padanya.. sepertinya.. Suho benar-benar mencintai yeoja itu”

Claire bangun kembali dari posisi tidurnya, lalu berniat untuk mengambil secarik surat yang ia ketahui adalah surat milik Suho untuk yeoja bernama Seohyun itu.

“Entah mengapa aku sangat menyukai isi surat ini, tulus.. itulah yang kurasakan dari setiap kata yang tertulis di atas kertas ini”

“Mungkin kalau kuberikan surat ini pada Seohyun, yeoja itu akan mengerti kalau Suho sangatlah mencintainya”

……………………………………………………………………………………………………………………………….

Pukul 07.00 pagi

Ke esokan harinya,

“Jadi hari ini kau dan Suho berencana untuk pergi ?” tanya Tuan Ahn kepada Claire.

“Ne.. tidak apa-apa kan kalau aku dan Suho tidak mengikuti pertemuannya ?”

“Kalau kau memang ingin pergi bersama dengan Suho, Ayah pasti akan menginjinkannya Claire”

“Gomawo Ayah” ucap Claire yang merasa senang karena rencananya telah berhasil.

Saat Claire tengah duduk menunggu Suho di ruang tamu, Nyonya Risa datang menghampiri anaknya dengan wajah yang nampak bertanya-tanya.

“Apa kau benar-benar ingin pergi dengan Suho ?” tanya ibunya curiga.

“Ne.. tapi itu karena aku dan dirinya tengah melakukan perjanjian untuk bekerja sama” ucap Claire sepelan mungkin.

“Benarkah ? Aigoo.. kenapa kau ini pintar sekali mencari cara untuk melarikan diri Claire ?”

“Bukankah.. sewaktu dulu Ayah juga pintar mencari cara.. agar dapat bisa bertemu dengan bibi Hana tanpa sepengetahuan Ibu ?”

“Claire, ibu tak suka kau membahas masalah itu !”

“Arraseo, mianhae” ungkap Claire menyesal.

.

Tidak lama kemudian, akhirnya Suho pun datang menjemput Claire di apartemennya,

“Kami pamit berangkat dulu”  ucap Suho kepada kedua orang tua Claire.

“Baiklah, hati-hati di jalan dan jangan mengendarai mobilmu terlalu kencang ne”

“Iya saya mengerti”

………………………………………………………………………………………………………………………………….

Selama di perjalanan, Suho dan Claire nampak terlihat canggung satu sama lain, lalu untuk menghilangkan suasana canggung diantara mereka, Claire pun berniat untuk memulai sebuah pembicaraan.

“Apa nanti kau akan langsung menemui Seohyun ?”

“Aniyo, aku akan menemuinya setelah pentasnya selesai, karena jika aku menemuinya sekarang, aku takut kalau aku sampai mengganggu konsentrasinya saat ia pentas nanti”

“Kau perhatian sekali padanya” ucap Claire yang untuk pertama kalinya menunjukan segurat senyuman tipis untuk Suho.

.

Mobil Suho berhenti di depan sebuah kafe yang jaraknya berdekatan dengan kampus, sebuah kafe yang menjadi tempat Claire biasanya menunggu Tuan Kim. Dan saat Claire turun dari mobil Suho tampaknya Sona tidak sengaja melihat kejadian itu.

“Claire diantarkan oleh Suho sunbae ?!”

.

Pukul 08.00 Pagi

“Claire, bukankah ibu sudah mengatakan jika semua anggota harus berkumpul jam 07.00 pagi ? Lalu kenapa kau sampai telat satu jam seperti ini eoh ?!” omel Nyonya Jihyo kepada Claire.

“Maafkan saya bu, saya akan secepatnya bersiap-siap untuk memakai make up dan kostum”

Dan tidak jauh dari sana, Sona tampak menghampiri Sehun untuk membicarakan sesuatu.

“Yak.. Sehun, kau kan dekat dengan Suho sunbae, lalu kau tahu tidak sebenarnya Suho sunbae dengan Claire itu ada hubungan apa ?”

“Kenapa tiba-tiba menanyakan hal itu padaku ?” tanya Sehun tak menyukai pertanyaan itu.

“Soalnya tadi aku baru saja melihat Claire datang ke kampus diantarkan oleh Suho sunbae”

Sehun langsung menunjukan raut wajah tak senang saat mendengar sang yeoja diantarkan oleh namja lain.

……………………………………………………………………………………………………………………………………

Sehun terlihat menghampiri Claire yang saat itu tengah duduk sendirian di sebuah ruangan, Claire yang saat itu tengah memakai make up di depan sebuah kaca rias.

“Claire”

“Hmm ?”

“Tadi kau berangkat ke kampus dengan siapa ?”

“Aku tadi diantarkan oleh Tuan Kim, memangnya kenapa ?” tanya Claire sambil memakai blush on di pipinya.

Dengan cepat Sehun memegang tangan Claire yang tengah sibuk memakai blus on dan menariknya hingga duduk berhadapan dengannya.

“Kenapa kau membohongi ku Claire ? aku tahu kau berangkat ke kampus dengan Suho hyung kan ?”

“Nde ?” Claire nampak terlihat terkejut saat mendengar hal itu.

“Jika kau mengatakannya dengan jujur aku mungkin tak akan mempermasalahkannya, tapi kenapa kau harus menyembunyikan hal itu dari ku ?”

Claire pun langsung memeluk Sehun dengan erat, “Kumohon jangan salah paham dulu padaku, benar.. aku memang berangkat dengannya, tapi semua itu hanya kujadikan alasan supaya Ayahku menginjinkanku pergi keluar hari ini” ungkap Claire yang masih terus memeluk tubuh sang namja.

Namun perlahan Sehun pun melepaskan pelukan itu, lalu menatap mata sang yeoja dengan tatapan yang begitu lembut,

“Siapa bilang aku salah paham padamu Claire, kau hanya perlu menjelaskannya padaku, dan aku pasti akan selalu mempercayaimu” ucap Sehun yang kemudian mengecup dahi Claire sekilas.

“Lagi-lagi kau menciumku secara tiba-tiba, dasar namja genit”

“Apa aku harus mengatakan dulu padamu sebelum aku ingin mencium mu ?”

“Sudahlah, aku mau siap-siap saja” ucap Claire yang langsung kembali memakai make upnya.

“Yak.. kau terlalu banyak memakai blush on, lihat saja pipi mu sampai merah begitu” goda Sehun yang tahu jika wajah Claire memang tengah bersemu merah karena malu.

“Sudah sana kau pergi, dasar menyebalkan” ucap Claire mengerucutkan bibirnya kesal, dan membuat Sehun tertawa puas melihat wajah sang yeoja yang cemberut karenanya.

……………………………………………………………………………………………………………………………………

Satu jam sebelum pentasnya dimulai, para anggota sudah bersiap-siap untuk mulai memakai kostum mereka masing-masing, dan para anggota di ruangan itu pun nampak begitu terpukau saat melihat Seohyun keluar memakai gaun putih sepanjang lutut dengan rambutnya yang ia biarkan terurai.

“Wah, seohyun benar-benar pantas sekali yah memerankan karakter swan lake” gumam para anggota yang terpukau dengan kecantikan Seohyun.

“Seo eonni, hari ini kau benar-benar caaantik sekali” puji Sona menghampiri Seohyun.

“Jangan seperti itu, kau membuatku malu” tutur Seohyun menundukan wajahnya.

Berbeda dengan Claire yang hanya terus merungut karena dirinya harus memakai gaun serba hitam dengan make up tebal di wajahnya.

.

Seohyun kemudian duduk di salah satu kursi di ruangan itu, mengetikan sebuah pesan singkat kepada seseorang yang sangat dicintainya.

“Appa masih di korea kan ? Hari ini aku akan mengadakan pentas di kampusku, Appa mau tidak datang kesini untuk melihatku tampil, walau hanya melihat setengah acara juga tidak apa-apa kok, acara pentasnya akan diadakan pukul 10, tapi mungkin festivalnya akan diadakan sampai sore, ku harap Appa bisa datang ke sini untuk sekedar menemuiku, aku merindukan mu Appa”

 

TBC

Sepertinya author berniat untuk menamatkan ff ini di chap 15,, tapi gak tau juga sih hahaha.. yah nanti tergantung otak author deh nyampenya di chap berapa..

Keep RCL

Bow brg HunHan

Advertisements

9 thoughts on “The Name I Love Chap 12

  1. wahhhh makin seru ceritanya..
    apalg huncla makin mesra,, romantis bangeettt. . ditunggu chapter slanjutnya, , jangan lama” ya 😀

  2. itu siapa thor yg bru dtng,yg ktemu sona??jgn2 kris *sotoy*…hahahaa..
    Thor sedikit saran itu kya’nya rda gmna gtu deh suho manggil ibunya seo am ibunya claire tante..hehehe..
    Aigoo..jgn sampe tuan ahn dateng,bsa kacau balau..d tunggu next partnya 🙂

  3. Ya ampuuunn sona nya keren banget yah dialognyaa! *lhooh

    Aaakk makin romantis banget nih.. Ini kok authornya bisa romantis gni, pengalaman apa gmn nih? Mhihihi

    Eh si suho nya bkin tertarik ama claire dong, ntr claire nya nolak.. Terus sehun bikin suka aja ama sona (ide buruk kan)

    Oh iya itu sona ngeliat si ganteng yaah.. Itu jodoh sona? Yeesss!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s