The Name I Love Chap 13

Untitled-2

Author : HunClaire

Main Cast        :

Claire Whitson

Oh Se Hun

Suho

Seo Hyun

Genre              : Family,Friendship,Sad,Romance,Revenge

Rate                 :  T ( 15)

Lenght            : Chapter  

Chapter 13 : The Distance between Us

Claire POV

Lima menit sebelum pentas ini dimulai, rasa gugup semakin terlihat di wajah masing-masing para anggota, tidak terkecuali dengan namja yang satu itu, wajah seriusnya saat menghafalkan dialog benar-benar membuatku ingin tertawa.

“Claire aku pergi duluan yah, sepertinya panitia acara sudah memanggilku” ucap Sehun mengusap lembut pundak kepalaku.

“Eum” Aku mengangguk sambil menurunkan tangannya, dan sejenak tetap menahan tangannya dalam genggamanku, “Sehun”

“Ada apa ?” tanyanya halus.

“Pokoknya..  nanti kau tidak boleh berakting terlalu mesra dengan yeoja itu Arro !!”

“Iya aku tahu.. aigoo.. angsa jelek ini cerewet sekali” ia mencubit pelan pipi kananku, kemudian dengan terburu-buru dirinya pun bergegas pergi menuju ke belakang panggung.

Aku terus mengarahkan pandanganku ke arah punggung Sehun yang semakin mejauhiku.. aku yang mulai bertanya.. mengapa Sehun bisa begitu mudahnya menjerat hatiku yang selama ini selalu ku kunci rapat, membuat pikiranku selalu dipenuhi oleh dirinya, membuatku selalu ingin berada di dekatnya, apakah.. cinta memang seperti ini ?

Claire POV end

……………………………………………………………………………………………………………………………………

Claire tengah menyaksikan akting Sehun dari balik panggung, Ya.. walau saat di tempat latihan Claire nampak terlihat begitu cemburu, kali ini sepertinya Claire sudah bisa mengendalikan rasa cemburunya pada sang namja.

Kini giliran Claire yang naik ke atas panggung, ia melangkah menghampiri Seohyun dan mulai berakting memerankan perannya sebagai Black Swan. Kala itu Seohyun dan Claire terlihat begitu mendalami peran yang mereka mainkan. Namun tiba-tiba saja konsentrasi Claire terpecah, dirinya yang melihat ada seseorang yang ia kenal duduk di bangku penonton. Ia tersentak melihat Bibi Hana.. Bibi Hana yang saat itu juga memandang ke arahnya dengan tatapan pilu.

“Psst.. Yak.. kenapa kau diam saja ? Cepat ucapkan dialog terakhirmu !” bisik Seohyun kesal saat melihat Claire nampak tak fokus.

.

Claire turun dari atas panggung dengan rautnya yang terlihat melamunkan seseorang, dan Sehun yang menyadari hal itu pun seketika berjalan menghampiri sang yeoja,

“Kau kenapa ?” tanya Sehun memandang Claire khawatir.

“Tidak apa-apa” jawab Claire mencoba untuk tersenyum menutupi apa yang ia rasakan.

“Sehun !! sekarang giliranmu maju” titah Nyonya Jihyo .

“I..iya bu” Sehun pun langsung berjalan ke arah panggung. Sesekali ia menoleh ke belakang karena mengkhawatirkan Claire yang saat itu terlihat murung.

.

“Claire cepat ganti baju mu dengan kostum swan lake, adegan mu yang selanjutnya adalah melakukan penyamaran menjadi odette” ungkap Sona yang sekejap menarik tangan Claire masuk ke dalam ruang kostum.

.

Adegan pesta dansa pun dimulai, saat itu Sehun tengah berakting seolah-olah ia sedang berbincang dengan para petinggi kerajaan, namun tiba-tiba saja alunan musik pun berubah menjadi romantis, menghantarkan Claire yang naik ke atas panggung dengan gaun angsanya yang memukau semua pasang mata yang melihatnya, Sehun pun sampai tak berkedip karena terpesona dengan Claire yang terlihat begitu anggun.

Claire mulai menggerakan badannya mengikuti alunan musik dengan sepatu baletnya, ia yang berharap seorang bibi dapat melihat penampilannya saat ini, benar.. Bibi Hana pun nampaknya tengah berusaha untuk menahan rasa sedih di wajahnya, mengingat bagaimana ia dan Claire sering berkirim surat membicarakan hal tentang betapa sukanya gadis itu menari.

Semua orang bertepuk tangan setelah Claire mengakhiri tarian baletnya dengan indah, begitu juga dengan Bibi Hana yang nampak tersentuh melihat penampilan itu. Namun sayang, tidak lama kemudian Bibi Hana pun memutuskan untuk pergi dari aula sebelum pentas teater itu berakhir.

“Melihatmu menari balet untuk pertama kalinya.. memang membuat bibi bahagia, namun jika bibi harus melihat wajahmu lebih lama lagi, sepertinya hanya akan membuat bibi kembali mengingat kenangan pahit itu, kenangan pahit yang ingin sekali bibi lupakan”

.

Perlahan Sehun berjalan mendekati puteri Odette yang dicintainya, Ya.. di dalam naskah, Pangeran Ken diceritakan tidak mengetahui kalau yeoja yang ada di hadapannya ini bukanlah Odette,

“Kau.. adalah Tuan Puteri tercantik yang pernah kulihat di sepanjang hidupku” ucap Sehun menggenggam kedua tangan Claire lembut. Kalimat itu memang diucapkan persis seperti yang ada di dalam naskah, namun perasaan yang disampaikan dari kalimat itu.. benar-benar Sehun ucapkan dari hatinya untuk Claire. Membuat Claire yang mendengarnya pun menjadi malu untuk menatap mata Sehun.

“Pujian anda.. terlalu berlebihan pangeran”

“Lalu.. apalagi yang harus kukatakan, kalau kenyataannya kau memanglah cantik” ungkap Sehun mendekatkan wajahnya hingga membuat jantung Claire semakin berdegup cepat.

Para penonton nampak tersenyum saat melihat akting Sehun dan Claire yang terlihat begitu romantis, “Ommo.. Kenapa yeoja itu tidak dijadikan pemeran utamanya saja yah” ucap salah satu mahasiswi kepada temannya.

“Kau benar, mereka berdua terlihat serasi sekali ne” balas temannya gemas.

Sehun berlutut di hadapan Claire sambil menggegam tangan kanan sang yeoja erat, lalu saat mereka berdua saling menatap..

“Aku..”

Deg..

“Mencintaimu.. Claire”

“Claire ?” bisik sang yeoja kaget sambil membulatkan matanya sempurna. Sehun pun langsung menutup mulutnya saat ia tersadar telah salah menyebutkan nama.

“Yak.. harusnya kau memanggilku Odette !” omel Claire yang nampak kelepasan menjitak kepala Sehun.

“Aish.. Sakit Claire !!” bentak Sehun memegangi kepalanya.

Para penonton pun tertawa saat melihat Claire dan Sehun malah terlihat bertengkar di atas panggung, namun tidak untuk seorang laki-laki paruh baya yang baru saja datang ke tempat itu, ia yang hanya berdiri di depan pintu aula sambil menatap ke arah panggung dengan geram.

.

Flasback 1 jam yang lalu,

“Yeobo, sepertinya.. nanti aku tak bisa mengikuti pertemuan di rumah keluarga park, karena sepertinya ada urusan mendadak yang perlu kuselesaikan di kantor” ungkap Tuan Ahn kepada istrinya.

“Nde ? Memangnya.. urusan kantormu itu tak bisa ditunda dulu ?”

“Aku sudah membicarakan hal ini kepada rekan ku, tapi sepertinya dia tidak bisa membatalkan jadwal rapat hari ini secara tiba-tiba”

“Hah.. yasudah.. aku mengerti, nanti aku akan mencoba untuk menjelaskan masalah ini kepada keluarga Park” ucap Nyonya Risa menghela nafasnya dalam.

Flasback end     

.

Tuan Ahn masih menyaksikan pertunjukan itu dari depan pintu aula, dirinya yang seketika menyadari akan sesuatu hal, menyadari jika anak perempuan yang selama ini dirahasiakan olehnya juga berada dipanggung yang sama dengan Claire.

“Apa berarti.. selama ini.. Claire dan Seohyun sudah saling mengenal ?”

Walau Tuan Ahn ingin segera memisahkan anaknya dari pemuda itu, namun saat ini ia tak bisa menjemput Claire dari belakang panggung, Ya.. Tuan Ahn yang saat itu juga tengah menghadapi situasi, dimana dirinya tak bisa membongkar rahasia terbesarnya kepada kedua anak perempuannya, karena itulah Tuan Ahn pun memutuskan untuk kembali ke mobilnya dan menunggu sampai pentas itu selesai.

Suho yang ingin masuk ke dalam aula pun tak sengaja melihat Tuan Ahn yang tengah berjalan ke arahnya, tentu saja hal itu membuatnya panik dan langsung menyembunyikan dirinya di balik sebuah dinding.

“Ke..kenapa Tuan Ahn bisa datang ke sini ?”

.

Claire mengintip dari posisinya yang tengah berpura-pura pingsan, melihat Sehun yang mulai mendekati wajah Seohyun sedikit demi sedikit, ini adalah adegan yang paling dibenci olehnya, yaitu saat dimana kutukan Puteri Odette akhirnya dapat dihancurkan oleh sebuah kecupan dari sang pangeran,

Sehun sedikit membelakangi penonton dan memiringkan kepalanya untuk berpura-pura seakan telah mencium Seohyun. Namun tanpa terduga, diam-diam Seohyun pun menarik ujung baju Sehun hingga membuat bibir mereka tak sengaja saling bertemu,

Cup~

Sehun sontak membelalakan matanya begitu terkejut, dan langsung memundurkan wajahnya cepat.

“Noo..noona ?”

Seperti tak memperdulikan reaksi Sehun, Seohyun pun langsung beralih ke dialog berikutnya tanpa ada perasaan canggung sedikitpun,

“A..apa mereka berciuman sungguhan ?!” Sahut Sona tampak syok melihat pemandangan itu. Begitu juga dengan Suho yang datang tepat pada saat kejadian itu berlangsung.

Pertunjukan akhirnya berakhir dengan dihiasi oleh suara sorak sorai penonton yang begitu meriah, namun seketika Claire pun berlari meninggalkan panggung begitu saja, Sehun yang melihatnya tentu saja ingin mengejarnya, tetapi dirinya tertahan oleh para anggota yang memaksanya untuk ikut serta memberikan penghormatan terakhir kepada penonton.

@@

“Apa kau melihat Claire ?” tanya Sehun panik bertanya pada beberapa anggota yang berlalu lalang di belakang panggung.

“Tidak, aku tidak melihatnya”

“Aish.. Bagaimana ini.. pasti dia marah padaku karena kejadian tadi” gerutu Sehun mengacak rambutnya kesal.

.

.

“Claire ? kenapa melamun di Toilet ?” tanya Sona yang datang dari arah luar.

“A..aniyo, tidak apa-apa kok” baru saja Claire ingin keluar dari sana, Sona pun terdengar memanggilnya kembali.

“Sepertinya.. Sehun sedang mencarimu, dia sampai terlihat begitu panik menanyakanmu kesana kemari, sebaiknya kau segera menemuinya”

“Ne, terimakasih karena sudah memberitahukan ku” ucap Claire tersenyum tipis, lalu keluar dari ruangan itu dengan langkahnya yang terburu-buru.

“Setidaknya.. aku harus mendengarkan penjelasan Sehun terlebih dahulu”

.

Ketika Claire sedang berjalan menelusuri koridor, terdapat seorang pemuda berjalan dari arah berlawanan mendekat ke arahnya.

“Kau kan ?!”

“Annyeong haseyo Nona, nama Saya Kim Jong In, saya diperintahkan oleh Tuan Ahn untuk segera menjemput anda pulang”

“Mwo ?! Kenapa ayah bisa tahu kalau aku sedang ada di kampus ? Pokoknya cepat katakan pada ayah kalau aku tidak mau pulang, Arraseo !”

“Maaf Nona, tapi saya tetap harus membawa anda pulang”

“Yak.. kau berani membantah perintahku !”

Tanpa memperdulikan perintah Nonanya, Jongin pun langsung menarik paksa tangan Claire agar ikut bersamanya menemui Tuan Ahn yang sudah menunggu di dalam mobil.

@@

~Pukul 12.00 siang~

Saat semua anggota tengah berpamitan satu sama lain, Sehun masih saja terlihat sibuk menghubungi Claire yang sampai saat itu tak kunjung juga mengangkat telfon darinya,

“Aish.. Apa dia benar-benar marah padaku ?”

“Hun-na..” panggil seorang yeoja datang menghampiri Sehun.

“Eoh, Noona ?!” Sehun seketika mematikan sambungan telfonnya, dan terlihat masih sedikit canggung akibat insiden di panggung tadi.

“Hun-na.. mianhae, karena tadi aku sedikit terpeleset oleh gaunku.. makanya aku tak sengaja menarik bajumu hingga..”

“A..aniyo gwaenchana” ucap Sehun yang tak mau memperpanjang masalah itu.

Tiba-tiba saja dari arah luar, datanglah seorang namja yang langsung menarik perhatian orang-orang, tidak terkecuali dengan Sehun yang tersentak saat melihat kedatangan namja itu.

“Hyung” mendengar Sehun menyebutkan kata itu, Seohyun pun langsung membalikan badannya dengan cepat,

“Su..suho-ya ?!” gumam Seohyun membulatkan matanya sempurna.

“Seohyun-na.. bisakah kau ikut aku sebentar ?”

Seohyun melirikan matanya ke sekeliling arah, menyadari jika dirinya tengah menjadi pusat perhatian orang-orang. “Ne, Baiklah” ucap Seohyun yang terpaksa menyetujuinya, kemudian Suho pun langsung menarik tangan Seohyun keluar dari ruangan.

Orang-orang mulai terlihat berbisik satu sama lain, dan tentu saja Sehun menyadari jika saat itu mereka tengah membicarakannya,

“Hoi Sehun, ini pasti karena tadi kau dengan seenaknya mencium Seohyun noona, lagipula bagaimana bisa kau mencium seorang yeoja yang sudah memiliki kekasih, apalagi yeoja itu adalah pacar temanmu sendiri” ujar salah satu anggota bernama Jongdae yang berhasil menyulut emosi Sehun.

“Yak.. Kau jangan asal bicara !!” gertak Sehun menarik kerah baju Jongdae kencang, untungnya para anggota klub teater berhasil melerai mereka berdua, dan karena Sehun tak mau semakin memperkeruh suasana, dirinya pun segera angkat kaki dari ruangan itu dengan diselimuti perasaan dongkol dihatinya.

@@

Di dalam perjalanan, Claire nampak tak berkutik saat ayahnya terus menerus memarahinya, ia yang hanya bisa terdiam menerima semua ocehan yang dilontarkan ayahnya kepadanya.

“Ayah sungguh tidak menyangka.. ternyata sekarang Claire sudah berani berbohong”

“Tapi Yah.. Niat utama ku itu sungguh hanya ingin mengikuti pentas, bukan karena ingin bertemu dengan Sehun”

“Jangan sebut nama pemuda itu di depan Ayah !!” bentak Tuan Ahn begitu meradang.

“Besok.. ayah akan menyuruh Jong-in untuk mengawasi mu selama seharian penuh, jika sedikit saja ayah mendengar Claire berani bertemu dengannya lagi, kali ini ayah tidak akan segan-segan untuk segera mencelakai pemuda miskin itu, Arraseo !”

Setetes air mata pun mulai jatuh membasahi wajah Claire, “Sehun.. Apa yang harus kulakukan ?”

……………………………………………………………………………………………………………………………………

~Di sebuah Kafe~

“Sejujurnya, aku.. masih tak menerima keputusan sepihak yang telah kau buat semalam” ungkap Suho yang duduk berhadapan dengan Seohyun.

“Kau mau menerimanya atau tidak, tapi itulah keputusan terakhir yang sudah kupilih”

“Apakah.. ini semua karena Sehun ?”

“A..apa ?!” Seohyun tampak terkejut dengan pernyataan yang baru saja dilontarkan oleh Suho, “Kenapa tiba-tiba kau berkata seperti itu eoh ?”

“Seohyun-na.. sebenarnya aku tahu.. kalau kau itu menyukai Sehun kan ?”

Seohyun menarik nafasnya sejenak, sebelum akhirnya ia mulai menanggapi pertanyaan itu,

“Ne.. aku memang menyukainya, sudah semenjak lama aku memang menyukai Sehun, dan perasaanku ini lebih dalam dari sebuah rasa suka, aku mencintainya Suho, aku.. mencintai Sehun”

Betapa hancurnya hati Suho saat ia mendengarkan hal itu, ia yang tetap tak bisa menerima kenyataan atas apa yang baru saja didengar olehnya, tidak.. tentu saja tidak ada yang bisa menerima jika seseorang yang kita cintai malah mencintai orang lain.

“Yeoja itu.. bahkan yeoja itu akhirnya sudah bersedia melepaskan pertunangannya denganku, karena itu.. bisakah.. kau memberikanku kesempatan sekali lagi ? Aku mohon Seo..”

“Mianhae Suho-ya.. jeongmal mianhae..” ucap Seohyun dengan suaranya yang terdengar parau.

“Seo.. Apa kau.. benar-benar tak mau menerimaku lagi ? Aku.. sungguh tak bisa hidup tanpamu” ucapnya lirih.

Seohyun menghapus air matanya, lalu menatap mata Suho dengan segenap perasaan menyesal dihatinya,

“ Lupakan aku Suho, kumohon.. lupakanlah aku..”

…………………………………………………………………………………………………………………………………..

  ~Kediaman keluarga Park~

Saat itu Tuan Park dan Nyonya Arrisa nampak tengah berbincang di sebuah ruang tamu, memperbincangkan sesuatu dengan raut wajah keduanya yang terlihat begitu serius.

“Apa maksud anda, dengan mengatakan.. bagaimana jika tiba-tiba saja pertunangan ini sampai batal ?” tanya Tuan Park tak mengerti dengan maksud Nyonya Risa.

“Saya hanya mengatakan “jika itu sampai terjadi”, saya tentu saja harus selalu siap menghadapi segala kemungkinan kan ?” tegas Nyonya Risa.

“Kelihatannya.. anda khawatir akan kelanjutan kerjasama bisnis di pulau Jeju, jika tiba-tiba saja pertunangan ini sampai batal, benar begitu nyonya ?”

“Ne, anda cepat sekali tanggap Tuan Park”

“Jika pertunangan ini sampai batal, saya mungkin akan tetap mempertahankan kerja sama bisnis ini, karena saya tentu tak mau kehilangan kesempatan untuk dapat berkerja sama dengan perusahaan sebesar Whitson Corp”

“Saya pikir juga begitu Tuan, Syukurlah.. dengan mendengar pernyataan dari Tuan Park tadi, sekarang saya pun bisa lebih tenang menjalankan kerja sama ini”

“Mudah-mudahan saja pertunangan Suho dan Claire dapat berjalan dengan lancar seperti yang kita harapkan”

“Ne, semoga saja” Nyonya Risa pun diam-diam merubah raut wajahnya, memikirkan satu-satunya hal yang selalu ada di dalam benaknya, ya.. hal itu tidak lain adalah kebahagiaan anaknya,

“Sukhwan hanya ingin mempertahankan kerjasama bisnis itu kan ? benar.. jika Sukhwan mengetahui Tuan Park telah memberikan pernyataan seperti ini, kuharap Sukhwan dapat mempertimbangkan keputusanku untuk mengakhiri pertunangan Claire dengan Suho”

……………………………………………………………………………………………………………………………………

Tuan Ahn membuka pintu apartemen itu dengan cukup keras, hal itu sontak membuat Tuan Kim yang berada di dalam apartemen pun begitu terkejut,

Drrt..drrrt.. sebuah ponsel yang berada di dalam kantung celana Claire bergetar untuk kesekian kalinya, namun lagi-lagi Claire pun langsung memutuskan sambungan telfon itu karena..

“Cepat berikan ponselmu pada Ayah” gertak Tuan Ahn kepada Claire yang hampir menjatuhkan ponselnya karena terkejut.

“Ne ? A..andweyo..” ucap Claire memegangi ponselnya erat.

“Ayah bilang berikan !!” Tuan ahn langsung merebut ponsel yang ada di tangan Claire, lalu dilihatlah beberapa miscall yang tercantum di layar ponsel anaknya, miscall dari seorang namja yang membuat Tuan Ahn semakin bertambah murka.

“Sehun ?!” gumam Ayahnya sambil menaikan sebelah alisnya geram,“Wae ? Claire tak berani mengangkat telfon dari namja itu di depan Ayah ?”

“Ayah.. hiks…kumohon kembalikan ponselku” lirih Claire menengadahkan tangannya sambil meneteskan air matanya,

PRANG.. Tuan Ahn membanting ponsel milik anaknya dengan kencang, dan tanpa berkata apapun Tuan Ahn langsung melangkah pergi menuju kamarnya, meninggalkan Claire yang hanya terdiam dengan air matanya yang sudah mengalir deras di wajahnya,

“Nona Claire” sahut Tuan Kim menghampiri, “Kenapa anda menangis nona ?” ucap Tuan Kim yang kemudian memeluk nonanya erat, menepuk-nepuk bahu nonanya pelan dengan hatinya yang ikut terasa pilu.

**

Seohyun tengah berjalan sendirian dengan sebuah ponsel yang menggantung di telinganya, mendengarkan pesan suara dari seseorang yang semakin menambah kesedihannya hari ini.

“Maafkan appa ne.. sebenarnya tadi appa ingin bilang padamu kalau hari ini appa ada urusan di kantor, karena itu appa tidak bisa datang, tapi lain kali appa pasti akan mengatur jadwal untuk bertemu denganmu”

Seohyun menutup telfon itu dengan rautnya yang terlihat sendu, melangkahkan kakinya sendirian di sepanjang jalan yang dijatuhi daun-daun maple menuju ke sebuah pemberhentian bus.

**

Pukul 02.00 siang

“Kau sudah pulang hyung ? bagaimana dengan pentasnya ?” tanya Dongho sesampainya Sehun dirumah.

“Biasa saja” jawabnya datar, kemudian berjalan menuju kamar dan langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur.

“Kau kenapa hyung ?” tanya dongho menghampiri kakaknya.

Sehun pun seketika menunjukan ekspresi seperti orang yang ingin menanyakan sesuatu, “Mm.. Dongho-ya, jika hyung menelpon seorang yeoja, tapi yeoja itu selalu memutuskannya, apa menurutmu dia marah pada hyung ?”

“Mmm.. bisa iya.. bisa juga tidak hyung”

“Aish Dongho-ya.. mana yang benar, iya atau tidak ?” tanya Sehun bangun dari posisi tidurnya.

“Coba hyung ingat-ingat dulu, kira-kira hyung memiliki kesalahan pada yeoja itu atau tidak ?” ujar Dongho sambil mendudukan dirinya di sebelah kakaknya.

“Mmm.. i..itu.. tadi.. hyung tidak sengaja.. mencium gadis lain di depan matanya secara langsung” ucap Sehun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal

“Uwah.. itu sih sudah pasti dia akan marah padamu hyung, aku saja yang mendengarnya langsung merasa kesal, apalagi yeoja itu”

“Aish Dongho-ya.. hyung bilangkan hyung tidak sengaja”

“Iya..iya, yasudah.. besok hyung coba jelaskan saja kejadian yang sebenarnya pada yeoja itu, siapa tahu dia akan mengerti”

“Begitu yah” Sehun menghela nafasnya dalam, lalu membaringkan kembali tubuhnya di atas kasur. “Aish jinja.. hyung benar-benar merasa tidak tenang !” umpat Sehun sambil menutup wajahnya dengan bantal.

“Hah.. Kenapa tiba-tiba aku jadi teringat dengan Jira yah ?” gerutu Dongho yang ikut terkena virus galau kakaknya.

**

Tok..tok..tok..

“Claire ? ini ibu.. ibu mau berbicara sebentar denganmu”

Claire membuka pintu kamarnya, dan menampakan wajahnya yang saat itu terlihat begitu sembab.

.

“Tadi ibu sudah mendengar semuanya dari Tuan Kim, ibu rasa.. kali ini ayahmu benar-benar sudah sangat keterlaluan, nanti malam ibu akan berusaha untuk membicarakan masalah pertunangan itu pada ayahmu” ungkap Nyonya risa duduk berhadapan dengan anaknya di sebuah bangku.

“Ne, Gomawo bu..” lirih Claire memandang ibunya sendu, lalu perlahan ibunya pun memeluk tubuhnya dengan erat.

**

Pukul 07.00 malam,

Claire saat itu tengah makan malam bersama dengan kedua orang tuanya, awalnya mereka hanya terdiam satu sama lain, sampai akhirnya Nyonya Risa pun mulai mengawali pembicaraan,

“Sepertinya, tadi siang, Tuan Park tengah berusaha untuk lebih meyakinkan kita soal hubungan kerjasama itu”

“Geurae ?” gumam Tuan ahn tertawa kecil sambil menaikan ujunng bibirnya.

“Ne.. bahkan Tuan Park mengatakan padaku.. jika pertunangan ini sampai batal, dia akan tetap mempertahankan..”

BRAK.. Tuan Ahn langsung memukul meja makan dengan keras, membuat Claire dan Nyonya Risa pun merasa begitu terkejut.

“Kau kira aku tak mengerti dengan maksud dari perkataanmu itu risa ?” gertak Tuan Ahn nampak begitu geram.

“Yeobo.. aku hanya ingin mengatakan, kalau kau tetap bisa menjalankan kerjasama itu walau..”

“CUKUP.. kutegaskan sekali lagi padamu Risa, apapun yang terjadi, aku tetap tidak akan membatalkan pertunangan ini, ARRASEO !!” tegas Tuan Ahn yang langsung berdiri dari posisi duduknya,

“Kau juga Claire, terserah kau mau menganggap ancaman ayah pada namja itu serius atau tidak, tapi jika kau memang mau membuktikannya, maka terima saja sendiri konsekuensinya” Tuan Ahn pergi ke dalam kamarnya lalu membanting pintu kamarnya dengan keras.

Nyonya risa memijat dahinya yang terasa begitu pening, lalu dilihatnya Claire yang hanya terdiam dengan tatapannya yang terlihat kosong.

“Kau tidak apa-apa ?” tanya ibunya nampak khawatir.

Claire hanya menganggukan kepalanya pelan, lalu bangun dari posisinya dan berjalan gontai menuju ke dalam kamarnya,

#Blam..

Claire menyandarkan punggungnya di belakang pintu, lalu tubuhnya pun merosot jatuh terduduk di atas lantai, merasakan genangan air mata yang sudah terkumpul di kedua sudut matanya,

“Sehun.. Aku.. aku harus bagaimana ?” lirih Claire bersamaan dengan setetes air mata yang mengalir di wajahnya, Claire yang tak mau berpisah dengan Sehun, namun ia juga tak mau jika Sehun sampai tersakiti, pedih… hanya itulah yang dapat ia rasakan saat harus memilih dua pilihan yang sama-sama menyakitkan.

**

Kediaman keluarga Park, Pukul 02.00 pagi,

“Suho-ya, kenapa jam segini kau baru pulang eoh ?” omel Nyonya Seowoo kepada anaknya.

“Aigoo berisik” sahut Suho yang  langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang,

“Ommo.. kau bilang apa barusan pada eomma ?” Nyonya Seowoo langsung memukul bokong anaknya kencang.

“Aish.. eomma !”

“Eoh, bau apa ini ?” Nyonya Seowoo mengendus-ngenduskan hidungnya, “Suho-ya.. apa kau habis minum ?”

“Ck..” Suho yang jengkel pun seketika turun dari kasurnya dan berjalan acuh menuju ke kamar mandi,

“Suho-ya.. cepat jawab eomma, apa kau habis minum ?!”

BLAM…

“Aigoo.. Anak ini sungguh keterlaluan, untung saja ayahmu sekarang sedang tidak ada dirumah” gerutu Nyonya Seowoo menggelengkan kepalanya, kemudian melangkahkan kakinya pergi dari kamar anaknya.

.

Suho terdiam memandang pantulan dirinya di sebuah cermin, memikirkan seorang yeoja yang membuat hatinya terasa begitu sakit, ya.. sakit karena tak pernah sekalipun mendapatkan cintanya, tak pernah mendapatkan tempat di hatinya walau segala cara telah ia lakukan, termasuk mengorbankan persahabatannya sendiri.

“Seohyun-na.. apa kau pikir aku bisa melupakanmu begitu saja ? andweyo.. aku tak mau melupakanmu.. aku tak bisa melupakanmu.. aku tak bisa Seohyun !!” umpat Suho memukul meja wastafel itu dengan frustasi. Suho mulai merendahkan tubuhnya yang gemetar, lalu duduk bersandar pada sebuah dinding, sambil membenamkan wajahnya di kedua lutut yang ia tekuk, menutupi air mata kesedihannya pada seorang yeoja yang telah mematahkan hatinya,

“Seohyun-na.. tidak bisakah.. kau memberikan ku sedikit saja tempat di hatimu”

.

Ke esokan harinya,

Universitas Seoul, Pukul 12.00 siang,

Claire POV

Baru saja aku keluar dari kelas, aku sudah disambut oleh seorang penjaga yang telah menungguku di depan pintu, ne.. hari ini ayahku memang menugaskan orang ini untuk mengawasiku selama seharian penuh, sudah kuduga.. orang-orang pasti akan memandangku dengan tatapan aneh, bagaimana tidak, jika penjaga ini terus saja berjalan mengiringiku.

.

Aku memperlambat tempo langkahku saat dari jauh kulihat seorang namja tengah berdiri di depan mobilku, namja yang dalam sekejap membuat dadaku terasa begitu sesak, sungguh..  rasanya aku ingin langsung berlari dan memeluknya, tapi aku tak bisa… aku tak mau jika nanti sampai terjadi sesuatu kepadanya,

Claire POV end

.

“Nona.. namja itu..”

“Arraseo” ucap Claire dengan nada ketus ke arah penjaganya yang bernama Jongin, tanpa berbicara apapun, Claire mulai berjalan mendekati mobilnya, sampai akhirnya sang namja pun menyadari kehadirannya,

“Claire” gumam Sehun nampak terlihat gugup.

“Aku mau masuk ke dalam mobil, kau menghalangi pintunya” ujar Claire dengan wajah dingin.

“Pasti.. kau marah padaku.. karena kejadian di panggung kemarin kan ?” tanya Sehun yang membuat Claire mengerenyitkan dahinya sebentar, kemudian hal itu pun malah dijadikan alasan oleh Claire agar dapat menghindari sang namja.

“Kalau kau sudah tahu aku marah karena itu, lalu untuk apa kau bertanya lagi” ucap Claire memandang sinis Sehun.

“Kumohon dengarkan dulu penjelasan ku Claire, kemarin itu..”

“Nona, anda sudah harus segera pulang ke apartemen sekarang juga” ujar Jongin memutus pembicaraan Sehun, namun Sehun nampak tak memperdulikannya dan malah menahan tangan sang yeoja yang ingin masuk ke dalam mobil,

“Sehun, lepas !”

“Claire kumohon, dengarkan dulu penjelasanku” ditepisnya tangan Sehun dengan kasar, lalu Claire mendorong tubuh sang namja agar ia dapat membuka pintu mobilnya,

BLAM… Claire langsung menutup pintunya dengan kencang, bersamaan dengan penjaganya yang mulai menayalakan mesin mobil itu.

“Claire !!” Sehun mengetuk-ngetukan tangannya pada kaca jendela sambil terus memanggil nama sang yeoja, namun Claire hanya memalingkan wajahnya ke arah lain, menahan air matanya yang sudah mendesak ingin keluar,

“Jongin-ssi, cepat jalan” titah Claire yang mulai terdengar terisak.

“Ne.. nona” Jongin mulai menginjakan kakinya pada gas, dan membuat Sehun yang berada di dekat mobil sontak memundurkan tubuhnya dengan terkejut,

“Claire tunggu dulu.. Claire !!!” teriak Sehun saat melihat mobil itu mulai melaju kencang meninggalkannya, hingga memunculkan sekelebat perasaan resah yang mulai menjalar di dalam benak Sehun,

“Claire.. ada apa denganmu ? Selama ini kau tak pernah mengacuhkanku sampai seperti ini”

.

Setelah mobil itu menjauh, Claire meloloskan begitu saja setetes air mata yang mengalir membasahi pipinya, bibirnya gemetar, dan deraian air mata itu mulai di iringi dengan suara isakan yang terdengar begitu pilu, melampiaskan rasa sakit akan sebuah pilihan yang membuatnya terpaksa harus menjauhi namja itu.

“Sehun mianhae.. jeongmal mianhae..”

**

Pukul 04.00 sore,

Di pinggiran pasar myeondong, telihat sebuah lapak yang tengah menjualkan berbagai macam accesories, dan beberapa diantaranya adalah sebuah gantungan kunci berbentuk bunga krisan,

“Yang ini harganya berapa ?” tanya seorang pengunjung mengarahkan jarinya pada sebuah gantungan kunci, namun namja yang di tanya hanya melamun dengan tatapan kosong.

“Oppa.. kenapa kau melamun saja !” omel Yoojung yang membuat Sehun sekejap tersadar dari lamunannya, kemudian dengan cepat Yoojung pun langsung melayani pengunjung itu.

“Hah..” Sehun menghela nafasnya dalam, lalu mendudukan dirinya di sebuah bangku sambil kembali melayangkan pikirannya pada seorang yeoja.

“Aigoo oppa.. sebenarnya kau itu kenapa ?” tanya adiknya datang menghampiri.

Sehun hanya terdiam dalam beberapa saat, hingga akhirnya, “Yoojung-ah, oppa titip dagangan ini padamu dulu eoh” ucap Sehun yang seketika bangun dari posisi duduknya.

“Mwo ? memangnya oppa mau kem.. ?” belum sempat Yoojung menyelesaikan kalimatnya, kakaknya langsung berlari dengan tergesa-gesa menuju ke sebuah halte,

“OPPA !! Aish.. bagaimana bisa oppa pergi meninggalkanku begitu saja” sahut Yoojung terlihat kesal saat melihat kakaknya pergi menaiki sebuah bus.

.

“Aku tidak bisa membiarkanmu terus mengacuhkanku seperti ini, aku harus segera menjelaskan semuanya kepadamu Claire, ne.. sungguh aku tak mau kehilangan dirimu… aku.. benar-benar merindukanmu”

**

Di sebuah apartemen,

“Jadi Claire sudah bersedia menjauhi namja itu ?” tanya Tuan Ahn tersenyum puas.

“Ne.. Tuan, awalnya namja itu sempat menghampiri Nona, tapi dengan tegas Nona Claire langsung menolak untuk menemuinya” Jongin melaporkan semuanya kepada Tuan Ahn tanpa keterangan bahwa nonanya menangis di sepanjang perjalanan pulang.

“Geurae, sepertinya Claire sudah mulai menuruti perkataanku” ucap Tuan ahn sambil menunjukan segores senyum kemenangan. “Baiklah, aku rasa tugasmu hari ini sudah selesai, kau bisa pulang sekarang”

“Ne, terimakasih Tuan” ungkap Jongin membungkukan badannya 90 derajat.

.

Tok..tok..tok..

“Claire.. ini Ayah, ada yang ingin ayah bicarakan denganmu” sahut Tuan Kim mengetuk pintu kamar anaknya.

.

Claire dan ayahnya duduk di sebuah bangku dekat dengan sebuah jendela yang ada di kamarnya, ia yang mulai menguatkan hatinya, untuk bersiap mendengar segala ucapan yang akan di lontarkan ayahnya kepadanya,

“Ayah senang, karena hari ini Claire mau menuruti semua perkataan ayah” ungkap Tuan Ahn yang hanya direspon dengan sebuah tatapan datar dari anaknya.

“Walau sulit.. tapi ayah yakin.. perlahan kau akan mampu untuk melupakan namja itu, dan kau akan menyadari, jika Suho adalah pilihan terbaik yang bisa ayah berikan untukmu”

“Kalaupun nanti aku menikah dengan Suho.. tetap saja.. hatiku tak akan bisa melupakannya” ucap Claire sinis dan tidak perduli dengan bagaimana ayahnya akan bereaksi.

Tuan Ahn mengepalkan tangannya kencang, dirinya yang mulai teringat kembali pada seorang yeoja yang dulu sangat ia cintai, seorang yeoja yang terpaksa ia harus tinggalkan demi meraih keegoisannya terhadap status dan kekayaan harta.

“Kau tidak bisa hidup hanya dengan sebuah perasaan cinta.. karena kehidupan yang sesungguhnya.. tidak seindah seperti apa yang kau bayangkan Claire”

“Aku bahkan tidak tahu kehidupan yang indah itu yang seperti apa, lalu bagaimana aku bisa  membayangkannya ? Apakah.. menurut ayah kehidupan keluarga kita selama ini bahagia ?” tanya Claire dengan menunjukan segala sindiran di wajahnya.

Tuan Ahn yang tidak tahu harus bagaimana menjawab pertanyaan dari anaknya pun perlahan bangun dari kursinya, lalu melangkahkan kakinya pergi dengan hatinya yang sejujurnya diselimuti perasaan bersalah,

“Maafkan ayah, tapi ayah terpaksa harus tetap membuatmu bertunangan dengan Suho, karena ini semua demi meyelamatkan perusahaan kita, menyelamatkan perusahaan kita dari sebuah kebangkrutan besar”

Flasback, 4 bulan yang lalu..

“Aku akan menjadikanmu sebagai pemilik dari perusahaan whitson corp, asalkan kau berhasil menjalankan proyek pertambangan ini” terang Nyonya Risa memberikan sebuah map berisikan rencana proyek tersebut.

“Baiklah.. aku bersedia menerima perjanjian itu” tanpa pikir panjang Tuan Ahn menyanggupi tawaran istrinya, tentu saja itu karena menjadi pemilik dari perusahaan whitson corp adalah impian terbesarnya semenjak dulu.

.

Setelah sebulan mengeluarkan banyak biaya untuk menjalankan proyek tersebut, Tuan Ahn semakin tak bisa mengimbangi persaingan ketat yang terjadi diantara beberapa pengusaha besar, hingga perlahan Tuan Ahn mulai mengalami kerugian yang secara tidak sadar dapat membahayakan keuangan perusahaannya. Dan karena tak mau kehilangan begitu saja impian terbesarnya, Tuan Ahn pun mulai melakukan segala cara untuk menutupi hal tersebut, ne.. termasuk menggunakan cara kotor sekalipun.

“Cepat rekayasakan.. semua laporan keuangan dari hasil proyek pertambangan ini” titah Tuan Ahn kepada salah satu sekretarisnya.

“Ta..tapi tuan ?”

“Cepat lakukan atau kupecat kau sekarang juga !” gertak Tuan Ahn dengan emosinya yang begitu meluap.

.

Sebulan kemudian,

“Yeobo, bagaimana.. kalau kita coba untuk menjodohkan Claire dengan putera dari keluarga Park, jika Claire bersedia, kita bisa dengan mudah melakukan kerjasama bisnis dengan mereka, atau lebih hebatnya lagi.. kita dapat menyatukan perusahaan whitson corp dengan perusahaan milik keluarga Park ” terang Nyonya Risa kepada suaminya.

Tuan Ahn nampak terdiam sejenak, ia yang secara tidak langsung mendapatkan suatu cara untuk dapat mengembalikan keadaan perusahaan yang tengah ia sembunyikan dari istrinya.

“Menurutku itu ide yang sangat bagus, karena saat ini.. aku rasa Claire memang sudah pantas untuk dikenalkan dengan seorang pria” ungkap Tuan Ahn menunjukan segores senyuman yang mengandung banyak makna.

Flasback end,

**

Pukul 06.00 sore,

Kriiiing…kriiiing….

Tuan Kim yang mendengar suara telfon berdering pun langsung bergegas untuk mengangkat telfon itu,

“Yoboseyo”

“Maaf Tuan, sepertinya ada seorang tamu yang sedang menunggu Nona Claire di bawah” ucap salah seorang resepsionis kepada Tuan Kim.

“Tamu ? boleh saya tahu siapa nama tamu itu nyonya ?”

“Namanya adalah Tuan.. mm tunggu sebentar.. Tuan.. Oh Sehun”

“Ye ?!” Tuan Kim sontak membulatkan matanya sempurna saat mendengar nama pemuda itu disebutkan,

“Ah.. begini saja nyonya.. suruh pemuda itu menunggu dulu sebentar, biar nanti saya yang akan menemuinya di loby” Tuan Kim pun menutup telfonnya dengan gemetar, ia yang melirikan matanya ke kanan dan ke kiri mengawasi keberadaan Tuan Ahn yang bisa saja mendengar pembicaraannya.

Tok..tok..tok..

“Pssst Nona.. ini Tuan Kim” panggil Tuan Kim sedikit berbisik, dan tak lama kemudian Claire pun membuka pintu kamarnya,

“Ada apa Tuan..hmmp” Tuan Kim sekejap membekap mulut nonanya dan langsung menutup pintu kamar Claire dengan cepat.

“Wae ?” tanya Claire melepas tangan Tuan Kim kesal,

“Pemuda itu.. pemuda bernama Sehun itu sedang menunggu anda di loby nona”

“Mwo ?!” sahut Claire nampak begitu terkejut, “Ke..kenapa dia bisa kesini ?”

“Ssst.. jangan bicara keras-keras nona, bagaimana kalau Tuan Ahn sampai dengar”

“A..aku akan menemuinya di loby dan menyuruhnya untuk segera pulang, Tuan Kim tolong awasi ayahku saja ne” ungkap Claire terlihat sedikit panik.

“Nde ? Aniyo.. bagaimana kalau nona sampai ketahuan.. eoh Nona !” Claire langsung berlari keluar dari apartemennya dengan cepat meninggalkan Tuan Kim, Tuan Kim yang tak sempat mengejar nonanya akhirnya memutuskan untuk mengawasi Tuan Ahn seperti yang diperintahkan oleh nonanya.

.

Sesampainya ia di lantai dasar, Claire pun sekejap berjalan keluar dari lift dengan tergesa-gesa, dirinya yang menolehkan wajahnya ke kanan dan ke kiri untuk mencari keberadaan sang namja,

Claire terdiam di tengah-tengah ruangan sambil mengamati orang-orang yang berlalu lalang di sekitarnya satu persatu, sampai akhirnya, ia merasakan tangannya yang seperti digenggam oleh seseorang dari belakang, tentu saja Claire tahu siapa orang itu, ya.. sejenak ia tak sanggup menoleh ke belakang saat orang itu semakin mengeratkan genggamannya,

“Claire” panggil namja itu dengan halus.

Claire membalikan tubuhnya sambil melepaskan genggaman itu, menatap wajah sang namja yang  membuatnya semakin tak rela untuk membiarkan namja ini pergi.

“Kita bicara di tempat lain saja” ucap Claire datar yang kemudian direspon dengan sebuah anggukan oleh Sehun.

.

Sampailah kedua orang itu di sebuah taman yang letaknya tidak jauh dari gedung apartemen,

“Cepat katakan apa yang ingin kau bicarakan kepadaku” ucap Claire tanpa menunjukan ekspresinya.

“Aku tahu kau sedang marah.. tapi.. sikapmu ini sungguh tidak seperti biasanya, jika kau marah karena masalah di panggung itu, aku bisa menjelaskannya kepadamu.. karena itu.. kumohon dengarkan dulu penjelasanku”

“Kau mau menjelaskannya atau tidak.. tetap saja tidak akan merubah sikapku kepadamu”  ungkap Claire yang membuat hati Sehun semakin dilanda keresahan.

“Sebenarnya ada apa eoh ? Apakah ini.. bukan cuma menyangkut permasalahan di panggung itu saja ? Apakah ada sesuatu.. yang sedang kau sembunyikan dariku ?” ungkap Sehun memegang kedua bahu sang yeoja erat.

Claire sedikit tersentak saat mendengar ucapan Sehun, namun tetap saja ia kembali mengelaknya, “Aniya.. Ini semua memang tentang permasalahan di panggung itu, aku.. semakin tak yakin dengan perasaanmu kepadaku Sehun” ungkap Claire dengan gemetar,

“Kumohon percayalah kepadaku Claire, aku tidak melakukan hal itu dengan sengaja” ucap Sehun sambil meraih tangan sang yeoja, namun Claire seketika menepisnya dan menatap wajah Sehun dengan matanya yang mulai terlihat berkaca.

“Mulai dari sekarang.. aku minta kepadamu untuk berhenti menemuiku.. dan jangan pernah muncul dihadapanku lagi” betapa terkejutnya Sehun saat mendengar Claire mengatakan hal seperti itu, Claire yang kemudian mulai meneteskan sebutir air mata di wajahnya, membuat Sehun seketika merasa jika sorot mata itu seakan tak padu dengan apa yang baru saja diucapkan Claire kepadanya, 

“Apa kau.. sungguh-sungguh mengatakan hal itu kepadaku Claire ?” tanya Sehun dengan matanya yang mulai ikut digenangi oleh air mata.

“Eoh” jawab Claire terdengar parau.

“Tapi kenapa.. aku merasa kalau saat ini.. kau seperti sedang berbohong kepadaku ?” lirih Sehun menatap lekat mata sang yeoja, membuat hati Claire terasa bergetar dan semakin tak bisa menyembunyikan perasaannya.

Sudah kubilang aku tidak menyembunyikan apapun darimu !!” bentak Claire yang semakin tak mampu menahan deraian air matanya yang terus mengalir, membuatnya meloloskan begitu saja suara isakan yang terdengar begitu pilu ditelinga sang namja,

Perlahan Sehun menarik tubuh Claire ke dalam dekapannya, mengusap-ngusapkan tangannya pada pundak kepala sang yeoja yang hanya menyandarkan kepalanya di dada Sehun,

“Sorot matamu.. sorot matamu tidak pernah bisa membohongiku, karena itu katakanlah yang sejujurnya kepadaku Claire.. kumohon jangan menyimpan masalah itu sendirian”

“Sehun.. hiks.. aku.. aku tak bisa bertemu denganmu lagi, bahkan jika aku ingin.. aku tetap tak bisa bertemu denganmu”

“Kenapa kau terus berkata seperti eoh ?!” bentak Sehun mengeratkan pelukannya pada sang yeoja, “Dengar Claire, aku tetap akan menemui mu apapun yang terjadi, aku akan membuatmu tetap berada di sisiku apapun yang terjadi”

“Tidak bisa Sehun.. hiks.. ayahku.. ayahku ingin agar aku berpisah dengamu” ujar Claire yang seketika membuat jantung Sehun seakan diremas dengan begitu kencang.

“Ayahku bilang.. jika aku masih berhubungan denganmu.. dia akan melakukan sesuatu kepadamu.. dia bilang dia akan mencelakaimu Sehun !!” ungkap Claire yang bercampur dengan suara tangisannya.

Walau diselimuti perasaan gelisah, Sehun pun memantapkan hatinya untuk meyakinkan yeoja itu kembali, “Jika ayahmu memang benar-benar ingin mencelakai ku, kau tenang saja.. aku pasti bisa menjaga diriku sendiri.. dan yang perlu kau lakukan saat ini hanyalah..”  Sehun menjauhkan sedikit badannya lalu menatap lekat mata sang yeoja,

“Kau.. hanya perlu.. untuk tetap berada di sisiku, Arro !” betapa tersentuhnya hati Claire saat mendengar ucapan itu, ia yang kemudian menganggukan kepalanya dan mengalungkan kembali lengannya di pinggang sang namja.

“Mianhae Sehun.. atas sikapku hari ini kepadamu”

“Gwaenchana” ucap Sehun mengecup lembut puncak kepala sang yeoja.

.

Langit sudah mulai terlihat gelap, namun Claire dan Sehun masih saja duduk di sebuah bangku taman sambil menautkan tangan mereka erat,

“Sehun”

“Hmm?”

“Aku.. tidak mau pulang” ucap Claire sambil menyandarkan kepalanya pada bahu sang namja,

“Waeyo ?”

“Kalau aku pulang, aku takut tak bisa bertemu denganmu lagi” ucapnya sambil menatap wajah Sehun, dan langsung dibalas dengan sebuah senyuman hangat dari sang namja.

“Mm.. Apa kau mau main ke rumah ku ?”

“Main ke rumahmu ?”

“Eoh” angguk Sehun cepat.

“Ngg.. baiklah, lagipula.. sudah lama aku ingin bertemu dengan Sehan” jawab Claire tersenyum manis.

“Geurae, Kajja” sahut Sehun dengan semangat sambil mengulurkan tangannya ke arah Claire, lalu Claire pun menyambut uluran tangan itu dengan senang hati.

**

“Kau bilang.. Claire sedang keluar membeli makanan ?” tanya Tuan Ahn menaikan sebelah alisnya mencurigai pernyataan Tuan Kim.

“N..ne, Tuan” jawab Tuan Kim tak berani menatap mata Tuan Ahn.

“Tapi kenapa membeli makanannya lama sekali” gumam Tuan Ahn sambil melihat ke arah jam dinding. “Lain kali kalau Claire mau beli sesuatu, biar Tuan Kim saja yang membelikannya, arraseo”

“Ah ye, Tuan”

**

Pukul 08.00 malam,

Setelah satu jam diperjalanan, akhirnya Claire dan Sehun pun sampai ditempat tujuan, entah mengapa Claire sempat merasa gugup saat Sehun mulai membuka pintu pagar rumahnya,

“Sehun oppa, kenapa kau baru pulang ?! oppa benar-benar tega membuatku harus merapikan barang dagangan sendirian !” omel Yoojung menghampiri kakaknya kesal, sampai akhirnya ia melihat seorang yeoja menunjukan dirinya dari balik punggung kakaknya,

“Eoh, anyeonghaseyo” sapa Yoojung yang langsung merubah sikapnya 180 derajat.

“Ne, anyeonghaseyo” balas Claire sedikit menundukan wajahnya,

“Yoojung-ah.. perkenalkan, nama eonni ini adalah Claire… eh tapi.. oppa baru ingat, bukankah kalian berdua pernah bertemu sebelumnya ?”

Aish dasar pabo.. kenapa malah di ingatkan” rungut Claire dalam hati.

“Bertemu ? ah benar.. Sepertinya wajahnya memang sangat familiar, dia seperti yeoja yang.. Eoh !! Kau kan yeoja yang pernah membuat oppa ku masuk kantor polisi !!” sahut Yoojung emosi.

“Kalau iya memangnya kenapa ?” balas Claire dengan santainya.

“Aish.. oppa, untuk apa kau membawanya kemari !!” protes Yoojung menunjuk-nunjuk yeoja yang ada di hadapannya.

“Ommo.. Kenapa kau tidak sopan sekali dengan seorang tamu” celetuk Claire yang membuat Yoojung semakin jengkel padanya.

“Neo.. jinja !” baru saja Yoojung ingin mendekati Claire, seketika Sehun pun langsung menghalanginya.

“Yak.. kenapa kalian berdua malah bertengkar” Sahut Sehun nampak kepusingan melerai adiknya dan Claire, sampai akhirnya datanglah seorang anak kecil yang nampak terdiam memandang ke arah keributan,

“Sehan-na !!” panggil Claire tersenyum dengan cerah, lalu namja kecil itu pun langsung berlari dan memeluk Claire dengan erat,

“Eoh ? Kenapa Sehan bisa mengenal..?” guman Yoojung nampak bertanya-tanya.

Claire merendahkan tubuhnya dengan bertumpu pada kedua lututnya, kemudian mulai menggerakan jarinya sambil tidak melepaskan senyuman di wajahnya,

“Sudah lama sekali kita tidak bertemu ne, Noona.. sangat merindukanmu Sehan”

“Ne, Sehan juga” kemudian mereka berdua pun saling melemparkan senyum satu sama lain.

**

Claire mendudukan dirinya di sebuah ruang tamu yang bergaya tradisional, ia yang masih saja saling melemparkan tatapan sinis dengan Yoojung yang saat itu duduk di seberangnya,

“Yoojung-ah, kenapa jam segini Dongho belum pulang ?” tanya Sehun mendudukan dirinya di antara kedua yeoja itu.

“Dongho ?” Claire mengerenyitkan dahinya sejenak, ia yang seperti pernah mendengar nama itu di suatu tempat,

“Hah.. Paling juga dia sedang main di rumah temannya” jawab Yoojung malas.

Claire mengetukan jari telunjuknya pada lengan Sehun dan membuat sang namja seketika menoleh ke arahnya, “Wae ?” tanya Sehun halus.

“Mm Sehun.. orang tuamu kemana ?”

Sehun menjelaskan kepada Claire bahwa ayahnya tak bisa pulang karena lembur, lalu saat Claire mulai menanyakan keberadaan ibunya, Sehun pun nampak terdiam sejenak, dan dengan tersenyum, ia menceritakan kepada sang yeoja, bahwa ibunya telah meninggal saat melahirkan adiknya yang terakhir,

“Mianhae Sehun, aku tidak tahu kalau..”

“Aniyo, gwaenchana” ucap Sehun mengacak rambut Claire pelan.

Pemandangan itu sontak membuat Yoojung nampak berdecak kesal sambil memutarkan bola matanya malas, “Aish.. membuatku ingin muntah saja, dari pada aku di kacangi seperti ini, lebih baik aku ikut tidur bersama Nari dan Sehan saja” gerutunya kesal sambil berjalan ke arah kamar.

**

“Sekarang sudah jam 10 malam, kau tidak berencana untuk pulang ?” tanya Sehun kepada Claire yang tengah duduk berhadapan dengannya di depan teras rumah.

“Saat ini.. Ayahku pasti sudah mulai curiga karena aku belum pulang, karena itu.. jika aku pulang ke apartemen.. aku pasti akan kembali berdebat dengannya” terang Claire menunjukan ekspresinya yang terlihat lelah,

Sehun meraih tangan Claire dengan lembut, lalu perlahan memberikan segores lengkungan manis di bibirnya, “Mm.. kalau kau mau, kau bisa menginap dirumahku, nanti kau bisa tidur di kamarnya Yoojung”

“Tapi kan Yoojung tidak suka padaku” gumam Claire menyandarkan bahunya pada dinding.

“Sudah tenang saja.. nanti biar aku yang bicara pada Yoojung, ok ?”

“Mm.. yasudah.. terserah padamu saja”  ucap Claire tersenyum tipis.

“Hah.. sayang Nari sudah tidur, padahalkan aku mau mengenalkannya padamu, mm.. kau mau melihat fotonya tidak ?”

“Iya, tentu saja aku mau” gumam Claire antusias.

“Tunggu sebentar ne” ucap Sehun sambil membuka galery foto di ponselnya, lalu Claire pun ikut melihat ke arah layar, sampai akhirnya tak sengaja Sehun membuka sebuah foto yang membuatnya langsung menutup foto itu dengan panik,

“Kenapa fotonya tiba-tiba di tutup, coba sini aku mau lihat” direbutnya ponsel Sehun secara paksa, ia yang sebenarnya sudah sempat melihat foto itu secara sekilas.

“Ah.. jadi ternyata Sehun satu SMA dengan yeoja itu yah ?” Claire mengarahkan matanya ke arah layar, memperlihatkan Sehun yang berfoto bersama dengan Seohyun di depan sebuah kelas.

“Cla..claire.. i..itu”

“Pasti.. Sehun sudah menyukai yeoja itu dari semenjak SMA, iya kan ?”  ucap Claire yang sontak membuat Sehun sedikit tersentak,

“Aigoo Claire.. kenapa kau malah membahas hal itu, sudah sini kemarikan ponselnya, biar aku langsung hapus saja foto itu”

“Kenapa dihapus ? kau takut aku marah padamu hanya karena sebuah foto ?”

“Ne.. aku takut kau marah padaku, aku takut kau kembali mengacuhkanku, kau tahu.. betapa takutnya aku saat tadi kau mengatakan bahwa kau tak mau menemuiku lagi ?” ujar Sehun menatap lekat kedua mata Claire, membuat hati sang yeoja merasa begitu terenyuh.

“Sehun mianhae” ucap Claire yang langsung memeluk tubuh Sehun erat, begitu juga dengan Sehun yang seketika membalas pelukan sang yeoja.

“Berjanjilah.. untuk selalu tetap berada di sisiku” tutur Sehun memundurkan badannya sedikit untuk menatap wajah sang yeoja, “Berjanjilah.. Kita akan menghadapi semuanya secara bersama-sama, apapun yang terjadi”

“Ne.. aku janji akan selalu berada di sisi Sehun, dan kita akan menghadapi semuanya secara bersama-sama, apapun yang terjadi” jawab Claire penuh kesungguhan, dan Sehun pun langsung membalasnya dengan sebuah kecupan singkat di bibir sang yeoja, tentu saja hal itu membuat wajah Claire seketika terasa begitu memanas.

“Aku mencintaimu Claire” ucap Sehun sambil menangkup wajah Claire dengan tangan kanannya, lalu mengusap lembut pipi sang yeoja yang sudah merah merona,

“Aku juga.. mencintaimu Sehun” balas Claire menatap lekat wajah sang namja penuh arti, sang namja.. yang kembali mendekatkan wajahnya sedikit demi sedikit, sampai membuat hidung mereka tak sengaja saling bersentuhan, dan menciptakan getaran hebat di hati keduanya, perlahan Claire pun terlihat memejamkan matanya saat merasakan bibir Sehun mulai menyapanya dengan lembut, menempelkannya dalam beberapa detik, hingga akhirnya Sehun mulai menggerakan bibirnya untuk memperdalam ciumannya, hal itu sontak berhasil membuat detak jantung Claire semakin berdebar tak karuan, lama kelamaan Claire pun mulai berani membalas ciuman itu, dan kembali dibalas oleh Sehun dengan sebuah lumatan kecil, sampai akhirnya..

“Eheum !!” suara seseorang membuat Sehun dan Claire sontak memundurkan wajahnya dengan begitu panik, dan saat Sehun menoleh ke arah sumber suara,

“Do..dongho-ya !!”

“Yak Hyung, bisa-bisanya kau berpacaran di teras rumah, bagaimana kalau adik-adik kita sampai melihat ?!” omel Dongho cepat, lalu menolehkan wajahnya ke arah sang yeoja yang saat itu juga tengah melihat ke arahnya dengan tatapan syok.

“JI..JIRA-SSI ?!! Ke..kenapa kau bisa ada di.. ani.. kenapa kau dan kakak ku.. ?!” Sahut Dongho terlihat begitu terkejut.

“Dongho-ya.. kenapa kau memanggilnya dengan nama itu ?” tanya Sehun nampak kebingungan.

“Aniya.. aku tidak mungkin salah, Kau benar Han Ji Ra kan ?!” tanya Dongho begitu yakin,

Sehun seketika mengarahkan pandangannya ke arah Claire, Claire yang saat itu hanya terdiam karena tak tahu harus menjawab apa,

“Bagaimana ini.. apa yang harus aku lakukan ?”

**

~Di sebuah ruangan CCTV~

“Tuan Kim, bisakah kau mencoba untuk menjelaskan hal ini ?” tanya Tuan Ahn sambil menunjukan jarinya ke arah video cctv, memperlihatkan anaknya yang bertemu dengan Sehun di loby apartemen.

“Tu..tuan Ahn, maafkan saya.. ini memang kesalahan saya, karena itu.. biar saya saja yang mencari nona dan menjemput Nona pu..”

Tanpa mendengarkan penjelasan Tuan Kim, Tuan Ahn pun langsung menghubungi seorang bawahannya,

“Jongin-ssi.. cepat kau sebar beberapa orang untuk mencari keberadaan anakku, lalu kau sendiri kutugaskan untuk mencari alamat rumah pemuda itu, jika kau sudah menemukannya, kirim beberapa orang untuk pergi ke sana.. dan perintahkan untuk sedikit.. memberi pelajaran pada sang pemilik rumah, kau mengerti ?” terang Tuan Ahn menunjukan ekspresi kejamnya.

Tuan Kim yang mendengarkannya pun nampak begitu terkejut, hingga kedua tangannya  mulai terlihat gemetar,

“Aku harus mencari cara.. untuk segera memberitahukan masalah ini kepada Nona”

TBC

 Setelah jutaan tahun lamanya akhirnya saya melanjutkan ff ini.. hahaha.. dan sepertinya chapter selanjutkan akan saya lanjutkan lagi di waktu yang tidak kalah lama.. hahaha.. Mian yah.. soalnya beberapa bulan kedepan saya sedang sibuk mengerjakan tugas negara (?)

mian yah kalo ceritanya tambah boring.. dan gomawo yang udah bersedia baca..

Jangan lupa Keep RCl ne.. tolong hargai ff yang sudah author buat dengan susah payah ini.. huhuhu..

Bow Brg HunHan…

Advertisements

7 thoughts on “The Name I Love Chap 13

  1. Lama2 kesel jg nih mut sm tn. Ahn 😀 segera lenyapkan saja dia atau cpt d sadarkan aj deh..
    Nunggu lumutan dulu ini mah nnggu ff ini , hahaha
    Yg cpt ape mut bkinnya biar cpt ending jg 🙂

  2. Eaaaa kissingnyaa~ wkwkwk
    Gilee makin seruuu… Dan aku seneng sona muncul, mau foto sona gak buat profil? Ckck

  3. Lanjut thorr
    Seru ini ffnya. Ampun itu tn. Ahn tua jahat bgt–
    Ffnya keren thorr. Nunggu chap selanjutnya. Jgn lama2 ya thorr

  4. gilaaaa.. ini ff seru bgt sumvah 😉 Thor ff nya kalo dijadiin novel seru kali yah, sukaa bgt sama ff ini. kisahnya tuh bikin eugh gitu 😀 #apadeh Pokonya daebak deh nih ff thor 😉 Lanjutkan thor!! Hwaiting hwaiting 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s