The Name I Love Chap 14

the-name-i-love

The Name I Love

Chapter 14 : All My Love For You

Malam hari itu, terjadi sebuah perdebatan di dalam ruang tamu keluarga Oh, perdebatan diantara kakak beradik yang tengah dibingungkan oleh identitas seorang yeoja.

“Dongho-ya, dia itu bukan yeoja yang selama ini kau cari, Nama yeoja ini adalah Claire..dan yeoja ini satu universitas dengan hyung”jelas Sehun cepat.

Namun seketika Claire pun memegang tangan Sehun hingga membuat sang namja langsung menoleh ke arahnya.

“Sehun.. adikmu benar,Aku memanglah yeoja yang pernah ditemui oleh adikmu”

“Nde ? A..apa maksudmu..?” gumam Sehun tak mengerti.

“Sudah kuduga.. aku tak mungkin salah, aku yakin kau pasti adalah Han Jira”ucap Dongho terlihat sumringah.

“Ne, Aku memang Han Jira, tapi nama itu hanya kugunakan saat aku melakukan penyamaran”

“Penyamaran ?!” sekejap rasa senang Dongho kembali dibuat mengambang, begitu juga dengan Sehun yang semakin dibuat tak mengerti,

“Waktu itu.. aku menyamar menjadi salah satu murid di sekolahmu, karena aku ingin mencari seseorang”

Dongho mulai mengingat sesuatu, ia yang menyadari jika saat itu, yeoja ini memang terus menanyakan seorang guru di sekolahnya,“Apa mungkin.. orang yang kau cari itu adalah Hana saem ?”

“Ne, orang yang aku cari itu.. memang adalah Hana saem”jawab Claire terdengar sedikit gemetar.

“Hana saem ? bukankah Hana saem adalah ibunya Seohyun noona, untuk apa kau mencarinya Claire ?” tanya Sehun meninggikan nada bicaranya.

“Ini semua tidak ada hubungannya dengan Seohyun, aku mencari Hana saem karena dia adalah orang yang aku kenal secara pribadi, lagipula, saat itu aku sungguh tidak mengetahui kalau ternyata Hana saem adalah ibu dari yeoja itu” jelas Claire sedikit sinis karena Sehun mulai membicarakan gadis itu kembali.

“Kalau kau memang mengenalnya, Kenapa kau tidak temui saja Nyonya Hana secara langsung, untuk apa kau sampai melakukan penyamaran ?”

“Karena aku tidak ingin bibi Hana sampai tahu.. kalau aku berniat untuk menemuinya”perasaan pedih akan sebuah luka yang membekas dihati Claire seakan mulai terbuka kembali.

“Kenapa.. Kenapa kau tidak ingin dia tahu?” tanya Sehun meneliti dalam mata sang yeoja.

“Mianhae.. tapi aku.. tidak bisa menjelaskan semuanya padamu Sehun” ucap Claire memelankan suaranya, Claire yang nampak terdiam sejenak, mengingat kembali bagaimana Bibi Hana yang sangat ia sayangi itu,berubah menjadi membencinya hanya dalam waktu sekejap.

“Claire ?” panggil Sehun merasakan ada sesuatu yang aneh.

Tanpa sadar Claire meneteskan air matanya, hingga membuat kedua orang namja yang melihatnya pun nampak begitu terkejut.

“Kenapa kau mena.. ? ah baiklah.. A..aku akan berhenti menanyakan hal itu jika kau memang tak mau menjawabnya” sahut Sehun yang menyadari jika pembahasan mengenai Nyonya Hana telah membuat Claire terlihat begitu tertekan.

“Dongho-ya, tolong ambilkan minuman untuk Claire di dapur ne”

“Aish.. kenapa harus aku sih” gerutu Dongho malas, namun dirinya tetap beranjak menuju dapur dengan sesekali menoleh kebelakang karena mengkhawatirkan sang yeoja yang terlihat bersedih.

.

Saat Dongho tengah pergi ke dapur,Sehun pun mulai menunjukan perhatiannya pada Claire, ia mengusap lembut air mata yang tertinggal di pipi kanan sang yeoja dengan rautnya yang terlihat khawatir. “Kau tidak apa-apa kan ?”

“Eum, gwaenchana” angguk Claire pelan lalu menunjukan lengkungan tipis di bibirnya,

.

Setelah 10 menit berlalu, Donghopun masuk ke ruang tamu dengan membawa teh hangat di sebuah nampan, sejenak ia menghentikan langkahnya,Dongho yang hanya terdiam mematung menyaksikan kedekatakan hyungnya dengan yeoja yang diam-diam ia sukai, kemudian tak sengaja ia berpapasan muka dengan hyungnya, hingga membuat Dongho terkejut dan bergegas mendekati meja tempat sang yeoja berada,

“Gomawo” ucap Claire saat Dongho meletakan minuman di hadapannya,

“Ne, tidak usah sungkan”

Sehun nampak mengawasi Dongho yang seperti tak mau menatap ke arahnya, ada sedikit perasaan cemas, Ya.. itu karena Sehun tahu… jika adiknya ini juga menyukai yeoja yang sama dengannya.

“Dongho-ssi, Tadi hyungmu bilang.. selama ini kau terus mencariku ? apa ada sesuatu yang ingin kau bicarakan padaku ?” pertanyaan itu sontak membuat Dongho seketika berubah menjadi gugup.

“Nde ? i..itu..A..aku mencarimu karena..”

Sehun pun nampak menunggu jawaban Dongho dengan perasan was-was,

“Aku.. ingin mencarimu karena aku hanya penasaran saja.. kenapa kau memutuskan kontak dariku secara tiba-tiba”jawab Dongho memilih untuk mengalah, dan hal itu sekejap membuat Sehun menjadi merasa begitu bersalah kepada sang adik.

“Begitu yah, mianhae.. karena waktu itu aku sudah memutuskan kontak denganmu secara sepihak Dongho”

“Sudahlah.. tidak apa-apa kok, Claire-ssi tidak perlu minta maaf” jawab Dongho tersenyum hangat ke arah Claire. “Oh iya, sepertinya sekarang aku harus segera tidur, karena besok pagi aku harus berangkat ke sekolah”

“Ah matta, sekarang sudah jam 1 malam, Ne.. sebaiknya kau cepat tidur eoh”ujar Claire yang tak ingin jika Dongho sampai kesiangan karena dirinya.

“Arraseo, selamat malam Noona” jawab Dongho membungkukan badannya 90 derajat.

“Ne.. selamat malam” balas Claire sedikit canggung karena tak biasa mendengar Dongho memanggilnya Noona.

Sehun memperhatikan adiknya yang berjalan menuju kamarnya dengan tatapan khawatir, ia sangat yakin, jika saat ini pasti ada rasa kecewa yang tengah disembunyikan Dongho dari dirinya.

#Blam..

Dongho menyandarkan bahunya di belakang pintu kamarnya, menatap kosong ke arah depan, sambil berusaha melawan rasa perih dihatinya yang ia tahan semenjak tadi.

.

.

“Sehun”

“Hmm ?”

“Adikmu itu, dia benar-benar anak yang baik.. Demi hyungnya.. ia sampai rela menyembunyikan perasaannya padaku” ungkap Claire menatap dalam wajah Sehun.

“Ja..jadi..Kau sudah tahu kalau..?” wajah Sehun terlihat terperangah tak menyangka.

“Ne, Waktu pertama kali bertemu dengan adikmu, dia terlihat semangat sekali setiap ingin membantuku, karena itulah aku merasa.. kalau sepertinya Dongho menyukaiku, terlebih lagi.. saat tadi aku mengetahui.. kalau ternyata selama ini dia terus mencariku”

“Adik ku.. dia memang menyukaimu Claire, karena itu aku jadi merasa bersalah padanya”

“Kenapa merasa bersalah, aku yakin dongho pasti akan mengerti dengan situasimu kok”

“Ne, Semoga saja”ungkap Sehun yangkemudian memeluk tubuh Claire sambil menyandarkan kepalanya di atas bahu sang yeoja. “Claire”

“hmm ?”

“Jika suatu saat ada yang menanyakan tentang hubungan kita.. apakah.. aku boleh mengakuimu sebagai kekasihku ?”

“N..ne ?!”dalam sekejap Claire merasakan wajahnya terasa memanas, ia yang nampak mematung saat mendengar ucapan Sehun yang membuat jantungnya berdegup cepat.

“Bagaimana ? boleh atau tidak ?” gumam Sehun menunggu jawaban sang yeoja.

Claire memundurkan wajahnya lalu menatap lekat mata sang namja dengan wajahnya yang merona, “Eum, tentu saja boleh.. justru aku akan sangat senang.. jika Sehunbisa mengatakan pada semua orang.. kalau aku sudah menjadi kekasihmu”

Betapa bahagianya hati Sehun saat itu, dirinya yang langsung tak bisa berhenti tersenyum saat mendengar jawaban sang yeoja, “Kalau nanti aku bertemu dengan Suho hyung, aku akan mengatakan padanya kalau kita sudah resmi berpacaran, selain itu.. aku juga akan memperingatinya agar ia tidak menyakitimu lagi”

Claire melepas pelukan itu, sambil menggantungkan senyum diwajahnya, “Tanpa kauberi tahu, sebenarnya Suho sudah mengetahui tentang hubungan kita, dia juga sudah tahu kalau aku ingin membatalkan pertunangan, jadi Sehun tidak perlu khawatir..”

“Geurae ? syukurlah kalau begitu” ucap Sehun merasa lega.“Semoga saja.. dengan situasi ini.. hubungan Suho hyung dengan Seohyun noona juga bisa membaik kembali” ucap Sehun bergumam pelan.

Claire meremas ujung bajunya kencang, ia yang sontak mengingat, jika Sehun belum mengetahui jika hubungan Seohyun dan Suho sudah berakhir. Sepertinya Claire memang tidak berniat untuk memberitahukan Sehun tentang hal itu, ia terlalu takut jika hati Sehun akan kembali berpaling kepada gadis itu, berpaling dan pergi meninggalkannya begitu saja,

“Sehun, Aku mengantuk” gumam Claire pelan dengan matanya yang terlihat lelah.

.

Setelah dibujuk cukup lama oleh Sehun, akhirnya dengan berat hati Yoojung pun mengijinkan Claire untuk tidur dikamarnya,

“Selamat malam” ucap Claire berpamitan di depan pintu dengan Sehun.

“Ne,Selamat malam”balas Sehun memberikan sebuah pelukan hangat sambil mencium pipi Claire sekilas. “Saranghae” bisik Sehun ditelinga kiri Claire.

“Nado saranghae” balas Claire yang juga berbisik di telinga Sehun.

Mereka pun terlihat saling melemparkan senyum satu sama lain, sebelum akhirnya masuk ke dalam kamar masing-masing.

.

Claire melihat Yoojung sudah berbaring dengan membelakanginya, ia tentu merasa jika sebenarnya Yoojung masih tak bersedia jika harus berbagi tempat tidur dengannya, “Yoojung-ssi, aku benar boleh tidur di kamar mu kan ?”

Yoojung tak membalas dan hanya menarik selimutnya dengan kasar.

Claire menghela nafasnya dalam, kemudian mulai membaringkan tubuhnya diatas kasur. Selama lima belas menit, Claire mencoba untuk memejamkan matanya, namun ia tetap saja tak bisa tertidur, hatinya yang merasa gelisah memikirkan bagaimana jika esok hari ia kembali berpisah dengan Sehun.

Sedangkan di kamar sebelah,Sehun pun masih nampak terus terjaga karena mendengar suara adiknya yang diam-diam menangis di balik sebuah bantal,

“Dongho-ya” panggil Sehun dengan nada cemas.

“Aku tidak apa-apa hyung.. hyung tidur saja” gumamnya menutupi wajahnya dengan bantal sambil sedikit terisak.

Karena tidak tahu harus berkata apa, akhirnya Sehun pun memutuskan untuk membiarkan Dongho menenangkan hatinya sendiri malam ini.

.

KRIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIING……………….

Semua jam weker yang ada di setiap kamar pun berbunyi secara bersamaan, membuat pagi hari itu mulai disambut oleh keributan yang di buat oleh keluarga Oh.

“Yoojung-ah,pertamakau dulu yang mandi bersama Nari, hari inibiar Oppa saja yang menyiapkan sarapan arro” titah Sehun kepada Yoojung.

“Ne, Oppa”

“Dan Dongho, sebaiknya kau membantu hyung menyiapkan piring di meja”

“Ne, hyung”

Setelah berperang mengejar waktu, akhirnya semua adik Sehun pun telah rapih dengan seragam sekolahnya masing-masing, mereka lalu duduk saling berhadapan di sebuah meja makan untuk memulai sarapan pagi,

“Tunggu.. Sepertinya kita melupakan sesuatu” ucap Sehun saling menatap bersama dengan kedua adik laki-lakinya.Dongho dan Sehan pun nampak mengangguk-angguk,

Sekejap Sehun langsung menatap Yoojung sambil menghela nafas kesal,

“Oppa tidak bisa menyalahkanku, tadi pagi aku sudah berusaha membangunkan pacar oppa dengan memanggilnya berkali-kali, tapi tetap saja dia tidak bangun juga”

Mendengar penjelesan itu, Sehun nampak berpikir lalu bergegas berjalan menuju ke kamar Yoojung dengan cepat,

“Jadi Sehun oppa sudah punya pacar ? kalau begitu Nari ingin melihat pacarnya Sehun oppa” gumam Nari tiba-tiba.

“Nari-ah, pacarnya Sehun oppa itu bukan gadis yang baik, jadi kau jangan dekat-dekat dengannya, arro”

“Aish..Yoojung-ah, tidak seharusnya kau berkata seperti itu” ujar Dongho menasehati adiknya.

“Hah.. untuk apa oppa membela gadis itu ? memangnya oppa mengenalnya ?”

Seketika Dongho langsung terdiam dan memilih untuk tak menanggapi perkataan Yoojung.

.

Sehun menggerak-gerakan pelan bahu Claire selama beberapa detik, hingga perlahan Clairepun mulai membuka kedua kelopak matanya, dan dilihatlah Sehun yang sudah menyambutnya dengan senyuman hangat,

“Sehu..” Claire membulatkan matanya saat menyadari ia tak bisa mendengar suaranya sendiri, dengan panik Claire mencari alat pendengarannya di sekitar tempat tidur,melihat hal itu, Sehun langsung mencolek bahu sang yeoja sambil memperlihatkan alat pendengaran itu ada di tangannya.

“Sebelum kau bangun, kutemukan alat pendengaranmu di bawah kasur” ungkap Sehun dengan bahasa isyarat,kemudian memakaikan alat pendengaran itu di telinga kiri Claire.

“Kau sudah bisa mendengarku ?” tanya Sehun lembut.

“Ne”

“Syukurlah, Kajja.. kita sarapan dulu”

.

~Pukul 06.30~

Saat Claire datang, dengan cepat Sehan berlari menarik tangan Claire agar duduk di sebelahnya. “Selamat pagi Noona” ucap Sehan sambil tersenyum sumringah, dan seketika Claire pun membalasnya dengan senyuman terbaik yang dimilikinya

“Claire perkenalkan, ini adalah Nari, adik perempuanku yang paling kecil” ungkap Sehun duduk di sebelah gadis kecil itu.

“Anyeong Nari-ssi, senang berkenalan denganmu”Claire menyapa sang gadis kecil dengan ramah, namun Nari hanya menatapnya dengan sinis.

“Nari-ah, kenapa tidak membalas salam dari Claire eonni ?” tanya Sehun bingung.

“Aku tidak mau, habis kata Yoojung eooni, pacarnya Sehun oppa bukan gadis yang baik” mendengar hal itu Yoojung pun langsung membekap mulut sang adik.

“Yoojung-ah !” bentak Sehun seketika.

“A..aku tidak mengatakan hal itu pada Narikok, i..iya kan Dongho oppa ?!” ucapnya panik sambil menendang kaki Dongho diam-diam.

Claire memberi kode lewat matanya untuk meyuruh Sehun agar ia tidak perlu memperpanjang masalah itu. Sehun yang mengerti punhanya menurut dan menganggukan kepalanya pelan.

Setengah jam kemudian, saat semuanyatelah selesai menghabiskan sarapannya, terdengar suara ketukan pintu dari arah luar. Sehun lalu menyuruh Dongho untuk melihat siapa yang datang ke rumahnya.

.

“Noona, sepertinya ada yang mencarimu” ucap Dongho kembali dengan terburu-buru.

“Ne ?!” Claire sontak menoleh ke arah Sehun dengan rautnya yang terlihat khawatir.

“Gwaenchana” ucap Sehun mencoba untuk menenangkan hati Claire, kemudian menuntun sang yeoja berjalan menuju ruang tamu.Diiringi dengan Dongho yang berjalan mengikuti dari belakang.

.

“Nona Claire !” sahut Jongin cepat.

“Kau.. pasti datang untuk membawaku pulang kan ?”gumam Claire yang sudah tidak terkejut melihat kedatangan pengawal pribadinya bersama dengan dua orang penjaga lainnya.

“Ne, Saya diperintahkan oleh Tuan Ahn untuk membawa anda pulang sekarang” jawab Jongin cepat,

Claire perlahan membalikan tubuhnya ke arah Sehun, menatap kedua mata sang namja dengan segala perasaan risau di hatinya,

“Tidak apa-apa Claire, Sekarang kau pulang dulu saja, Ayahmu pasti sudah sangat mengkhawatirkanmu”ucap Sehun mengusap lembut pundak kepala Claire.

“Tapi.. jika aku pulang..mungkin kita berdua akan sulit untuk bertemu lagi”ungkap Claire berbicara dengan bahasa isyarat, dan ungkapan itu sontak membuatSehun menjadi ikut terbawa gelisah.

“Kau tenang saja, besok kita pasti akan bertemu lagi, Karena apapun yang terjadi.. aku akan tetap berusaha untuk menemuimu, dan membuatmu tetap berada di sisiku” ungkap Sehun berusaha untuk menutupi kekhawatiran yang tengahia rasakan.

“Tapi Sehun..” sebelum Claire selesai mengucapkan kalimatnya, seketika Jongin langsung menyuruh kedua bawahannya untuk membawa pergi Claire dengan memegang lengannya secara paksa. “Sehun..” gumam Claire berusaha melepaskan diri.

“Yak.. Jangan memperlakukannya dengan kasar !!” geram Sehun saat melihat Claire diperlakukan secara tak sopan.

“Kau tenang saja, kami tidak akan memperlakukan Nona Claire dengan kasar, karena itu jangan ikuti kami !!” Jongin bergegas keluar dari rumah bersamaan dengan dua bawahannya yang membawa Claire pergi.

Claire menoleh kebelakang sambil meneteskan air matanya, namun Sehun hanya diam, Sehuntak mau menahannya, karena ia tidak ingin membuat keluarga Claire menjadi khawatir. Sampai akhirnya mereka menutup pintu pagar rumahnya, hingga membuat rasa takut akan kehilangan sang yeoja semakin menyesakan rongga pernafasannya.

“Jika tidak ingin Claire noona pergi, lalu kenapa hyung tidak menahannya ?” tanya Dongho yang sedari tadi hanya memperhatikan.

“Dia tidak bisa bersamaku terus, keluarganya pasti sudah sangat mengkhawatirkannya”

“Tapi.. bagaimana kalau hyung benar-benar sudah tidak bisa bertemu dengannya lagi ?”

Sehun meremas ujung bajunya kencang, ia yang tiba-tibamerasa takut jika kemungkinan terburuk itu sampai benar terjadi,

BRAK… Sehun membanting pintu rumah dan berlari keluar mengejar Claire, disana ia melihat kedua pengawal Claire yang baru saja ingin masuk ke dalam mobil.

“Tunggu sebentar !!!” teriak Sehun kencang.

Kedua pengawal bernama Dongjun dan Jangwoo itu pun langsung berjalan mendekati Sehun.

.

“Aish mau apa lagi dia ?” gumam Jongin melihat dari kaca spion mobil.

“Se..sehun ?! Jongin-ssi, cepat buka pintunya, aku mau menemui Sehun”

“Maaf Nona, tapi anda harus segera pulang” Jongin mengunci seluruh pintu mobil agar Claire tak bisa keluar.

“Yak, kenapa kau mengunci pintunya ?!!” ungkap Claire yangsekejap beralih memukul-mukul kaca belakang mobilnya agar Sehun melihat ke arahnya.

.

“Aku ingin bertemu dengan Claire sebentar” ujar Sehun kepada kedua pengawal itu.

“Kau tidak bisa menemuinya” ucap Dongjun cepat.

Sehun mengarahkan pandangannya ke arah mobil yang dirparkir sekitar 5 meterdari posisinya, dan tak sengaja melihat Claire tengah memukul-mukul kaca jendela mobil sambil menatap ke arahnya,

“Claire?” tanpa pikir panjang Sehun pun berusaha untuk menerobos dua orang itu,sampai terjadilah perkelahian kecil disana, Dongjun menahan tubuh Sehun dengan bantuan Jangwoo, dan tak sengaja siku Sehun membentur keras pelipis wajah Dongjun, karena emosi, Dongjun reflek membalas dengan menghantamkan kepalan tangannya ke wajah Sehun, dan #Bruk.. hantaman itu sukses membuat Sehun kehilangan kesadaran hingga akhirnya jatuh tersungkur di atas aspal.

“Sehuuun !!!”Claire terdengar histeris saat melihat Sehun terkena pukulan keras. Melihat keributan itu Jongin pun segera keluar dari dalam mobil dan mengunci pintu mobilnya dari luar.

“Jongin-ssi, buka pintunya !! aku mau melihat keadaan Sehun, kumohon buka pintunya !!” Claire memukul-mukul pintu mobil itu dengan kencang, dan semakin lama, tanpa sadar kepanikan itu semakin bertambah parah, entah mengapa ia merasa takut terkunci di dalam mobil sendirian, tangannya mulai terasa gemetar, hingga tiba-tiba bayangan api seakan mulai muncul di sekelilingnya,

“Seseorang kumohon tolong buka pintunya, Aku takut sendirian disini !!”

Claire mendengar suara anak kecil menangis meminta tolong di dalam mobil, anak kecil itu memukul-mukul pintu sama seperti yang tengah ia lakukan sekarang, tak lama kemudian, bayangan api itu mulai membuat pernafasan Claire menjadi terasa sesak, hingga perlahan tubuhnya semakin terasa lemas dan jatuh tergeletak di atas sofa.

.

“Yak kenapa kau memukulnya ?!” bentak Jongin memarahi kedua bawahannya,

“Pemuda ini mencoba melawan, jadi secara reflek aku langsung memukulnya” ungkap Dongjun memegangi pelipisnya yang berdarah.

“Lagipula.. bukankah Tuan Ahn memang menyuruh kita untuk memberi pemuda ini pelajaran ?” sahut Jangwoo membela temannya.

“Hah.. Yasudah, kita tinggalkan saja dia disini, sebaiknya kita segera pergi sebelum ada yang melihat” titah Jongin yang sebenarnya dari awal tak berniat untuk menyakiti pemuda itu.

@@

~Rumah sakit di sekitar kota Seoul~

Katakan..apa yang sudah kau lakukan pada anak kuhingga membuatnya menjadi pingsan seperti ini!!!”

“Maafkan saya Nyonya, tadi.. saya mengunci Nona Claire di dalam mobil agar ia tidak bisa bertemu dengan pemuda itu, dan saya sungguh tidak tahu.. kalau ternyata hal itu membuat Nona Claire menjadi ketakutan”

Apa kau bilang ?!!” #PLAK..Nyonya Risa menampar wajah Jongin bersama dengan emosinya yang meledak.“Sekali lagi kau memperlakukan anak ku dengan kasar, aku tidak akan segan untuk langsung memecatmu ARRASEO !!!”

“Ne, saya sungguh minta maaf Nyonya” ucap Jongin membungkukan badannya begitu menyesal.

Saat itu, Nyonya Risa mulai merasa cemas saat dirinya mulai berpikir akan suatu  kemungkinan,“Apa mungkin.. anak ku kembali mengingat trauma kecelakaan yang pernah dialaminya dulu ?”

.

~Kamar tempat Claire dirawat~

“Yeobo, sudahlah.. Claire pasti akan baik-baik saja” ucap Tuan Ahn duduk di sebelah istrinya yang tetap tak melepaskan pandangannya pada anak perempuannya yang masih terpejam,

“13 tahun yang lalu, aku hampir kehilangan dirinya, anak ku Claire yang sangat aku cintai” ungkap Nyonya Risa menatap pedih mata suaminya, “Karena kecelakaan itu, anak ku harus menjalani kehidupannya sebagai seorang gadis yang tuli, namun aku masih bersyukur.. karena telinga kiri anak kita masih bisa tertolong dengan sebuah alat pendengaran” setetes air mata itu mulai jatuh membasahi wajah Nyonya Risa yang memucat, “Claire, sama sekali tak mengingat kecelakaan itukarena rasa trauma yang dialaminya, dan ia yang tak tahu apa-apa pun menulis sesuatu untuk ku, ia bertanya.. ibu.. kenapa aku semakin sulit untukdapat mendengar suaramu ?”ujar Nyonya Risa terdengar begitu terisak akibat rasa pedih yang tertahan di tenggorokannya.

“Dan karena tak mau jika Claire sampai kembali mengingat trauma yang dialaminya, kau pun hanya mengatakan, jika ketuliannya itu diakibatkan oleh suatu penyakit yang memang telah dideritanya sejak lahir” ungkap Tuan Ahn dengan matanya yang mulai terlihat berkaca.

“Ne.. Claire yang saat itu masih berumur 7 tahun, dengan mudahnya dapat mempercayai hal itu,aku.. sungguh merasa bersalah karena sudah membohongi gadis kecil kita Sukhwan”

“Kita tidak membohonginya yeobo,Kita hanya berusaha melakukan semua yang terbaik demi kebahagiaannya” ucap Tuan ahn menatap sendu wajah anaknya.

“Jika kau memang memikirkan kebahagiaan Claire, lalu kenapa kau tidak menghentikan perjodohan itu?!” ungkap Nyonya Risa penuh penekanan.

Tuan Ahn menghela nafasnya dalam lalu berdiri sambil memijat dahinya yang terasa pening.“Sudah kutegaskan beberapa kali padamu, Aku.. tidak akan pernah menghentikan perjodohan itu, karena hal itu adalah pilihan yang terbaik untuk anak kita”

“Pilihan terbaik ? Kau tidak melihat keadaan Claire sekarang, apa menurutmu terbaring dirumah sakit seperti ini adalah pilihan terbaik untuknya, kau tahu.. kau itu seperti Ayah yang layaknya tengah mencoba untuk membunuh anaknya secara perlahan”

“Aku tidak pernah berniat untuk membunuhnya !!!” emosi Tuan Ahn tanpa sadar terlepas begitu saja, ia merasakan tangannya gemetar, dan tanpa berkata apapun,dirinya seketika memilih untuk beranjak pergi dari ruangan.

Claire meneteskan air matanya dengan mata yang masih terpejam, sebenarnya ia sudah sadar, hanya saja,ia ingin mendengar semua pembicaraan kedua orang tuanya, pembicaraan yang akhirnya memberikan sebuah jawaban untuknya, jawaban atas mengapa ibunya selalu mengecek keadaan tubuhnya setiap bulan ke rumah sakit, dan jawaban atas keraguannya mengenai kapan ia mulai menjadi tuli.

.

“Claire.. Ayah sama sekali tak pernah berniat untuk membuatmu harus mengalami kecelakaan itu, sungguh.. ayah benar-benar tak sengaja melakukannya..” ungkapan hati itu mengiringi tangisan Tuan Ahn yang terdengar di dalam mobil mewah, kemewahan yang telah menghancurkan satu persatu orang yang disayanginya.

@@

“Maaf karena membuat Seohyun eonni menjadi repot, karena Ayahku sedang pergi keluar kota, aku jadi bingung harus meminta tolong pada siapa, aku sendiri saja sampai harus bolos sekolah untuk merawat Sehun oppa”

“Gwaenchana, aku malah senang kok bisa mampir ke rumahmu” ungkap Seohyun pada Yoojung sambil mengisi air dingin ke dalam baskom.

“Gara-gara pacar barunya Sehun oppa, oppa jadi terluka seperti ini, dari awal aku memang sudah tidak suka dengan gadis itu” umpat Yoojung dengan tampang jengkel.

“Apa maksudmu ?”

“Semalam pacarnya Sehun oppa menginap di rumah kami, dan tadi pagi, pengawalnya datang untuk menjemputnya secara paksa, hah.. mentang-mentang gadis itu berasal dari keluarga kaya, dengan seenaknya saja pengawalnya itu memukul wajah Oppa ku”

Seohyun meremas tangannya kencang, ia yang berusaha menahan emosinya saat menyadari siapa gadis yang tengah dibicarakan oleh Yoojung,

.

#Sraak.. Seohyun menggeser pintu kamar Sehun sambil membawa baskom berisikan air dingin di tangannya, lalu dilihatlah Sehun yang ternyata sudah siuman dan tengah duduk bersandar di kasurnya.

“Eoh, Kenapa Noona bisa ada di rumahku ?”

“Tadi saat kau belum sadar, Yoojung menelponku untuk meminta bantuan, karena terdengar begitu panik makanya aku langsung datang kesini”

“Aish.. dasar anak itu, seenaknya saja merepotkan orang lain” gerutu Sehun kesal.

“Tidak apa-apa Sehun, sini ku kompres dulu luka memarmu”

“ah tidak usah noona, aku bisa melakukannya sendiri kok”

“Yak Hun-na.. kenapa sekarang kau jadi merasa sungkan padaku ?” ucap Seohyun mengerucutkan bibirnya kesal.

“Ani.. bukan begitu, hanya saja.. kalau Noona datang kerumahku, aku merasa tidak enak dengan Suho hyung”

Mendengar hal itu, perlahan Seohyun pun mulai merubah ekspresi wajahnya menjadi sendu,“Aku.. aku sudah putus dengannya Sehun”

“Nde ?!Ke..kenapa.. Noona bisa putus dengan Suho hyung ?”

Seohyun menggenggam tangan Sehun erat kemudian memandang matanya dengan lekat, “Aku memutuskan hubunganku dengan Suho.. karena dari awal.. aku memang tak pernah mencintainya, ne..selama ini sesungguhnya aku memendam perasaan pada namja lain”

Sehun terlihat membelalakan matanya saat mendengar pernyataan itu,“La..lalu.. Apakah namja itu tahu, kalau noona menyukainya ?”

Seohyun menggelengkan kepalanya pelan, “Tidak.. sepertinya dia tidak tahu kalau aku menyukainya, karena jika dia tahu.. untuk apa dia sampai menanyakan hal itu sekarang kepadaku ?”

#DEG…

“A..apa maksud ucapan Noona ?”

“Kau masih belum mengerti juga ? sepertinya.. namja yang sangat aku cintai itu memang orang yang sangat bodoh”  ungkap Seohyun tersenyum miris kemudian bergegas keluar dari ruangan, meninggalkan Sehun yanghanya terdiam termangu di tempatnya,

“Noona.. menyukaiku ? Tidak.. ini tidak mungkin… Jika Noona memang mencintaiku, lalu kenapa dulu ia sama sekali tak membalas surat cinta yang kuberikan padanya ?”

@@

~Pukul 01.00 siang~

~Ruangan Dokter~

“Apa mungkin, anak ku pingsan karena ingatan atas trauma kecelakaan yang pernah dialaminya itu kembali lagi Dok ?”

“Kembalinya memori seseorang tak pernah bisa diprediksi oleh dokter manapun Nyonya, mungkin karena keadaan psikologis, atau tekanan apapun bisa membuatnya kembali mengingat kejadian traumatis yang pernah dialaminya, mungkin untuk memastikan keadaannya.. anda bisa menanyakan secara langsung pada anak anda secara hati-hati”

“Ne.. baiklah kalau begitu Dok” ungkap Nyonya Risa berusaha tegar.

Drrrt…drrrt..

“Yoboseyo, ada apa Tuan Kim ?”

“Nyonya, saat ini Nona Claire sudah terbangun dari tidurnya”

“Benarkah ? kalau begitu, aku akan segera kesana”

.

~Kamar tempat Claire dirawat~

“Tuan Kim”

“Ada apa nona ?”

“Aku.. ingin mengucapkan terimakasih kepada Tuan” ucap Claire terdengar sendu.

“Ne ? Terimakasih untuk apa ?”

“Walau hanya sekelebat, tapi aku mulai mengingat, ketika dulu Tuan Kim pernah berusaha untuk mengeluarkanku dari dalam mobil yang sudah dikelilingi oleh kobaran api, karena itu aku sangat berterimakasih”

“Nona ingat dengan kece..”Bibir Tuan Kim terasa kelu, Ya.. andaikan saja Nonanya tahu kebenarannya, mungkin saja rasa terimakasih itu akan berubah menjadi rasa benci.

“Sssst.. Tuan Kim jangan memberi tahukan hal ini pada Ayah dan Ibuku ne”

#SRAAAK…

“Claire !”

“Ibu”

Nyonya Risa langsung berjalan mendekati anaknya, “Apa kau baik-baik saja ? Kepalamu tidak terasa sakit kan ? Lalu.. apa mungkin… ada sesuatu yang ingin kau bicarakan pada ibu ? seperti rasa ketakutan atau apapun yang membuatmu tak nyaman ?” tanya Nyonya Risa mencoba untuk memastikan,

“Aniyo.. tidak ada bu, aku baik-baik saja kok” jawab Claire yang saat itu berusaha untuk menyembunyikan keadaan yang sebenarnya.

“Hah.. syukurlah”

“Bu.. aku mau bertemu dengan Sehun”

“Aigoo Claire, dalam keadaan  seperti ini, apa kau mau mencari masalah lagi dengan ayahmu ?”

“Anak buah Ayah memukul Sehun sampai ia tak sadarkan diri, bagaimana bisa aku tenang disini tanpa memikirkannya ?”

Nyonya Risa memijat tengkuk lehernya karena tak habis pikir dengan sifat anaknya yang keras kepala, “Hah.. baiklah.. kalau begitu.. saat ini ibu hanya mengizinkanmu untuk menghubungi pemuda itu, arraseo ?!”

“Ponselku sudah dibanting oleh ayah, dan aku tidak hapal nomer ponsel Sehun, karena itu mana bisa aku menghubu..ah matta.. Apa ibu punya nomer telfon keluarga Park ?”

.

Kriiiiiiiiing..

“Yoboseyo, dengan kediaman keluarga Park disini” ucap salah seorang pelayan yang bekerja di rumah itu.

.

“Tuan, ada telfon untukmu”

“Dari siapa bi ?”

“Dari Nona Claire”

“Claire ? untuk apa dia menelfonku ?”

@@

“Yoojung-ah.. apa kau melihat Seohyun noona ?” tanya Sehun yang baru saja keluar dari kamar.

“Tadi, Seohyun eonni sudah pergi, katanya ada pekerjaan di kampus yang harus segera ia selesaikan, Kenapa ? Oppa kangen dengan Seohyun eonni yah ?” ucapnya tersenyum jahil.

“Yoojung-ah !!”

“A..arraseo, mianhae” gumam Yoojung sambil cemberut.

Sehun duduk merenung di ruang tamu, memikirkan banyakmasalah yang membuat dirinya terlihat kacau.

#Baby don’t cry tonight eodumi geochigo namyeon.. baby dont cry#

Mendengar ponselnya berbunyi, Sehun pun bergegas mengambilnya ke dalam kamar,

“Eoh ? Nomor siapa ini ?” #Pik..

“Yoboseyo”

“Sehun !!”

“Claire ?!! Claire kau baik-baik saja kan ? Apa ayahmu memarahimu ?” ucap Sehun begitu khawatir.

“Eum, aku baik-baik saja, ayahku tidak memarahiku kok, lalu bagaimana dengan keadaanmu ? apa kau terluka ? aku sangat mengkhawatirkanmu Sehun”

“Wajahku hanya memar sedikit Claire, jadi kau tidak perlu khawatir ne”

“Ne, arraseo”

Sejenak mereka berdua pun saling diam, hingga tercipta suasana keheningan diantara keduanya, “Sehun, kenapa kau diam saja, kau ingin aku mematikan sambungan telfonnya ?”

“Ne ?! Jangandimatikan dulu Claire, aku masih ingin mendengar suaramu” ungkap Sehun yang sejujurnya sangat ingin ditemani oleh sang yeoja akibat hatinya yang terasa kacau.

“Yasudah, kalau begitu jangan diam saja, cepat tanyakan sesuatu kepadaku”

“Mm.. apa yah ? ah.. apa kau sudah mandi ?”

“Ne ?! Oh iya, Aku lupa.. hehe” jawab Claire terdengar malu.

“Aigoo.. pantas saja baunya sampai kesini”

“Enak saja, ish.. dasar Sehun menyebalkan” Sehun pun langsung tertawa mendengar Claire merungut kesal padanya.

“Oh iya, karena aku memakai ponsel ibuku, jadi nanti kau jangan menghubungiku ke nomor ini yah”

“Eum, baiklah, kalau begitu aku harus menghubungimu kema..”

Tut..tut..tut… sambungan telfon itu pun tiba-tiba terputus sebelum Sehun menyelesaikan kalimatnya.

“Claire ? Yoboseyo ? Claire ?! Aish.. kenapa tiba-tiba telfonnya terputus”

**

Claire tersentak saat melihat kedatangan ayahnya ke dalam ruangan, dirinya pun langsung menyembunyikan ponsel itu di bawah bantal.

“Tadi Dokter sudah mengijinkanmu pulang, nanti setelah sampai di apartemen, kau langsung istarahat saja ne”

“Ayah… tidak membahas soal semalam aku menginap di rumah Sehun ?” tanya Claire secara terang-terangan.

“Tentu saja ayah akan tetap membahasnya, tapi itusetelah keadaanmu sudah benar-benar membaik”

Claire sontak tersenyum pilu saat mendengar ucapan ayahnya, lalu menatap lurus ke arah sang Ayah dengan penuh keyakinan, “Aku… tidak akan pernah menyerah Yah”

“Ne.. Begitu juga dengan Ayah” ucap Tuan Ahn menunjukan raut wajahnya yang penuh ambisi.

@@

Drrt..drrt…

“Yoboseyo, ada apa Tuan Jung ?”

“Apa semuanya berjalan dengan lancar ?”

“Hah.. hari ini saya hampir saja dipecat, tapi Tuan Jung tenang saja, sedikit demi sedikit saya sudah menyelidiki berkas-berkas laporan keuangan perusahaan whitson corp”

“Bagus, mata-matai terus Tuan Ahn, sampai kau bisa membongkar semua kejahatan perusahaannya”

@@

~Pukul 07.00 malam, Apartemen milik Claire~

Tok..tok..tok..

“Tunggu sebentar” sahut Claire dari dalam kamar, #Ceklek.. “Eoh Tuan Kim, ada apa ?”

“Nona, Tuan Ahn meminta anda untuk datang ke ruang kerjanya, katanya ada sesuatu yang ingin dibicarakan dengan anda”

.

Tuan Ahn duduk saling berhadapan dengan Claire yang saat itu terus menatapnya begitu sinis,

“Hari ini.. Ayah mulai menyelidiki identitas pemuda itu, daftar nama keluarganya, pekerjaan ayahnya, ne.. semuanya”

“Untuk apa ayah melakukansemuahal itu ?” tanya Claire menekankan suaranya.

“Ayah hanya sedang mencari tindakan apa yang bisa ayah lakukan untuk memberi pemuda miskin itu pelajaran, ne..dan sepertinya ayah memutuskan untuk memberinya sebuah pelajaran yang dapat berimbas langsung kepada seluruh keluarganya”

Ne ?!! A..apa..yang akan Ayah lakukan pada keluarga Sehun ?!!”

“Pertama, mungkin memecat Ayah pemuda itu dari tempatnya bekerja, atau pilihan yang kedua adalah menggusur lingkungan rumahnya atas permasalahan sengketa yang tengah terjadi disana”

“Bagaimana Ayah bisa melakukan semua itu? Ayah tidak memiliki wewenang untuk memecat Ayah Sehun ataupun menggusur lingkungan rumahnya !”

“Wewenang ?” ungkap ayahnya tertawa menyeringai.“Hahaha.. Ayah tidak membutuhkan hal-hal seperti itu Claire, karena semua bisa ayah selesaikan hanya dengan lembaran-lembaran uang”

“Ayah benar-benar sudah keterlaluan !!!”

“Selama 3 hari kedepan, bertemu atau tidaknya kau dengan pemuda itu, Ayah tetap akan melancarkan semua rencana Ayah padanya, ne..kecuali jika kau bersedia melepasnya dan lebih memilih untuk bertunangan dengan Suho, Ayah bisa menghentikan semuanya, karena itu manfaatkanlah waktu 3 harimu untuk memilih, sebelum pesta pertunanganmu itu dilaksanakan”

Tenggorokan Claire mulai terasa sakit karenamenahan rasa amarahnya pada sang ayah, rasanya ia ingin berteriak, namun ia berusaha untuk tetap menguatkan hatinya,

“Jika ayah sampai melakukan hal itu, maka aku juga akan langsung membalasnya dengan membongkar rahasia terbesar Ayah pada seseorang”

“A..apa maksudmu ?” tanya Tuan Ahn tak mengerti.

Claire tidak menjawab pertanyaan ayahnya dan hanya berjalan acuh keluar dari ruangan,

BLAM….

“Membongkar.. rahasia terbesarku ? Hah.. anak itu pasti hanya sedang mengancamku saja” gumam Tuan Ahn meremas selembar kertas putih yang ada dihadapannya. “

.

Saat Claire keluar dari ruang kerja ayahnya, ia melihat ibunya sudah menunggu di luar ruangan, mata Claire mulai berair, lalu dirinya pun langsung berlari memeluk ibunya dengan erat.

“Semua akan baik-baik saja Claire” gumam sang ibu mengelus kepala anaknya yang mulai terdengar menangis.

.

Ke esokan hari, Pukul 10pagi,

~Universitas Seoul~

Pandangan Sehun terlihat tak fokus saat ia tengah mengikuti mata kuliah di kelasnya, matanya memang tertuju ke depan, tapi pikirannya seakan terpecah belah ke dua arah yang membuatnya tak bisa berkonsentrasi.

“Apa.. aku perlu membahas masalah yang kemarin dengan Seohyun noona ? aish.. aku benar-benar bingung” Sehun menoleh sedikit ke arah Seohyun yang duduk 3 baris di seberangnya, dan ternyata yeoja itu pun tengah melihat ke arahnya, dengan cepat Sehun menghindari kontak mata itu dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.

Setelah mata kuliah itu berakhir, tiba-tiba ponsel Sehun berbunyi, ia pun terburu-buru mencari ponselnya di dalam tas, berharap seseorang yang tengah ia rindukan itu yang menelfonnya.“Hah.. kukira Claire” gerutu Sehun saat yang dilihatnya adalah nama Dongho.

“Yoboseyo, ada apa Dongho ?”

“Hyung, Sehan pingsan di sekolah, sekarang dia sedang dirawat di rumah sakit”

“Mwo !!, baiklah hyung akan segera kesana” saat Sehun ingin beranjak pergi dari kursinya, tangan Seohyun pun langsung menahan langkahnya,

“Hun-na.. Bisakah kita bicara sebentar ?” ucap Seohyun gugup.

“Mianhae noona, tapi ada urusan penting yang membuatku harus segera pergi”

“Apakah.. kau tengah menghindariku Sehun ?” tanya Seohyun kesal dan tetap tak melepaskan genggamannya pada lengan Sehun.

“Aniyo, Sehan sedang dirawat di rumah sakit, dan aku harus segera pergi untuk menemuinya” ungkap Sehun sedikit emosi karena ia benar-benar ingin bergegas pergi menjenguk adiknya.

“Mi..mianhae.. kukira kau tengah..”

“Sudahlah tidak apa-apa noona, kalau begitu aku pamit pergi dulu ne”

“Tu..tunggu Sehun, apa aku boleh ikut menjenguk adikmu,aku.. juga mengkhawatirkan keadaannya”

“Nde ?” Sehun terlihat gamang untuk menjawab permintaan itu, dan karena tak enak untuk menolak, Sehun pun akhirnya mengiyakan permintaan Seohyun.

.

“Sona, aku tidak bisa ikut mata kuliah selanjutnya, jadi kau cari orang lain saja untuk satu kelompok denganmu ne”

“Eoh, eonni mau kemana ?”

“Aku mau menjenguk adik Sehun ke rumah sakit di daerah Apgujeong”

“Ne, baiklah”

**

~1 jam kemudian~

Claire keluar dari dalam kelasnya dengan wajah yang tak bersemangat, terlebih lagi saat melihat pengawalnya yang sudah berdiri menunggunya.

“Nona, jika anda sudah tidak ada mata kuliah lagi, Tuan ahn menyuruh anda untuk segera pulang ke apartemen”

Claire tak menghiraukan ucapan pengawalnya dan hanya berjalan acuh keluar dari gedung, kemudian berjalan menuju ke suatu tempat berniat untuk menemui seorang namja.

Jongin yang menyadari kemana arah Nonanya berjalan pun sekejap menghalangi dengan berdiri di hadapan nonanya, “Nona, apakah anda ingin menemui pemuda itu ? Maaf, tapi anda tidak bisa menemuinya”

“Apa yang berkuliah di gedung itu hanya ada Sehun, aku ituingin menemui temanku yang bernama Sona” ungkap Claire mencari-cari alasan, dan saat Claire baru ingin melangkah masuk, orang yang dijadikan alasan pun tiba-tiba berjalan keluar dari dalam gedung.

“Aish.. dia sudah terlanjur keluar gedung, kalau begini aku harus merubah rencana”gumam Claire dalam hati.

“Sona-ssi !!” panggil Claire cukup kencang dan membuat orang yang dipanggil pun langsung menoleh, namun bukannya memandang ke arah Claire, pandangannya justru tertuju pada namja yang ada di sebelah Claire

“Eoh dia kan !” dalam sekejap Sona langsung berlari menghampiri dengan semangat.

“Cla..claire.. kau mengenal namja ini ?” gumam Sona menepuk-nepuk bahu Claire namun pandangannya tetap tertuju ke arah sang namja.

“Ne, dia pengawalku, waeyo ?” tanya Claire mengernyitkan dahinya bingung.

“Benarkah ?!! Kau bahkan punya pengawal setampan ini ?!!” sahut Sona menatap takjub Claire sambil menunjuk wajah sang namja hingga membuat Jongin memundurkan wajahnya.

“Tuan pengawal, apa kau tidak ingat padaku ? kita kan pernah bertemu sebelumnya, waktu itu kau pernah menanyakan letak gedung perkuliahan fakultas ekonomi padaku ?” tanya Sona dengan semangat, namun Jongin hanya menggelengkan kepalanya karena tak mengingat kejadian itu.

 

“Sona-ssi, kalau kau mau berkenalan dengannya, nanti aku akan memberimu nomor ponselnya, tapi kau temani aku dulu pergi ke kantin ne”

“Ne, baiklah” angguk Sona dengan senang hati.

“Kau jangan ikuti kami, kami akan membicarakan hal khusus wanita, kalau kau menguping, berarti kau benar-benar namja yang tidak sopan” ancam Claire dengan sinis.

Setelah mendengar perkataan itu, Jongin pun akhirnya memutuskan untuk mengawasi nonanya dari jauh.

.

~Halaman belakang kampus~

“Sona-ssi, apa kau tahu Sehun ada dimana ?”

“Tadi pagi sih aku sekelas dengannya, setelah itu.. eoh, aku ingat, tadi kata Seohyun eonni, ia mau pergi menjenguk adik Sehun ke rumah sakit, pasti sekarang Sehun juga sedang menjaga adiknya disana”

“Mwo ?! ka..kalau begitu.. aku harus segera pergi kesana sekarang” Claire tahu jika Sehanlah yang pasti sedang dirawat di rumah sakit, ne.. begitu khawatirnya ia sampai melupakan bahwa pengawalnya tentu saja tidak akan mengijinkannya pergi. Tapi.. bukan Claire namanya jika ia tidak memiliki ide.

“Sona-ssi, maukah.. kau membantu ku ?”

@@

“Nona.. ingin menjenguk adik teman Nona ini ke rumah sakit ?” tanya Jongin sedikit curiga.

“Ne, adik Sona tiba-tiba dilarikan ke rumah sakit, karena itu tolong antarkan kami sekarang ke sana eoh”

“Kumohon bantulah aku Tuan Pengawal, aku ingin segera menemui adik ku” bujuk Sona dengan berakting memelas.

“Ba..baiklah Nona”

.

Jongin melajukan mobilnya cukup kencang saat mempertimbangkan situasi teman Nonanya yang ingin segera menemui adiknya di rumah sakit, Claire yang masih sedikit terganggu dengan rasa traumanya pun mengeratkan genggamannya kencang untuk menghilangkan rasa takutnya.

“Kenapa tanganmu terlihat gemetar Claire ?” tanya Sona menggenggam tangan Claire.

“Aniyo, gwaenchana” jawab Claire berusaha tersenyum.

Mendengar percakapan itu, Jongin pun langsung mengarahkan pandangannya ke kaca spion untuk melihat keadaan nonanya, Ya.. Jongin yang sejujurnya masih merasa bersalah pada Nonanya atas kejadian kemarin,

“Sona-ssi, mungkin saya akan melambatkan sedikit kecepatan mobilnya, jadi maaf, kalau nanti anda akan sedikit telat untuk sampai ke rumah sakit”

“Ah ne, gwaenchana Tuan Pengawal”

**

~Rumah Sakit di sekitar daerah Apgujeong~

“Hyung, sepertinya aku harus kembali ke sekolah, guruku hanya mengijinkanku pergi sampai jam istirahat pertama selesai” ucap Dongho berpamitan dengan kakaknya.

“Tidak apa-apa dongho, kau pergilah ke sekolah, jangan sampai ujian semestermu menjadi terganggu eoh, kau tidak usah memikirkan yang lain, biar hyung saja yang menunggu Sehan di rumah sakit”

“Hyungmu benar Dongho, lagipula hari ini noona juga bisa membantu menjaga adikmu kok”

“Ne, kamsahamnida Seohyun noona” gumam Dongho membungkukan badannya, kemudian Dongho pun berjalan keluar dari kamar tempat Sehan dirawat.

Sehun melangkah mendekati Sehan yang tengah tertidur untuk membenarkan selimut adiknya yang sedikit terbuka, lalu mengelus sayang pipi adiknya yang memerah akibat demam,

“Aku ingat.. saat noona pernah memberikan sebuah permen cokelat pada Sehan saat ia masih berumur 6 tahun, permen cokelat.. yang akhirnya menjadi makanan favoritnya sampai sekarang, aigoo.. bahkan kalau kubilang permen itu akan merusak giginya, ia tetap merengek dan memintaku untuk membelikannya” gumam Sehun tersenyum tipis ke arah Seohyun.

“Benarkah.. hah.. aku jadi merindukan saat-saat itu lagi, sewaktu aku masih sering main kerumahmu dan bertemu dengan Sehan setiap hari”

Entah mengapa Sehun merasa jika kata-kata itu sepertitengah menyiratkan sesuatu kepadanya, “Apa noona, ingin membicarakan masalah yang kemarin lagi padaku ?”

Seohyun pun menjawab dengan menganggukan kepalanya pelan

.

Sehun mendudukan dirinya di sebuah kursi dekat jendela kamar tempat Sehan dirawat, duduk behadapan dengan Seohyun yang saat itu hanya menundukan wajahnya canggung.

“Mengapa.. noona baru mengatakan semuanya kepadaku sekarang ? Bukankah.. dulu aku sudah pernah menyatakan perasaanku kepada noona ? Apa mungkin.. surat yang kuberikan kala itu, belum cukup untuk menjelaskan bagaimana perasaanku kepadamu ?”

“Su..surat ?, apa maksudmu Sehun ?  aku sama sekali tak pernah menerima surat apapun”

#DEG

Tangan Sehun terasa lemas saat ia mendengarkan pernyataan itu, Ya.. Sehun yang tak pernah menyangka jika sahabatnya tak pernah menyampaikan surat yang pernah ia titipkan untuk Seohyun.

“Apa berarti.. sesungguhnya selama ini Sehun juga mencintai ku ?” tanya Seohyun lirih, dan perlahan menggenggam erat tangan Sehun,

“Noona.. aku..”

Pintu kamar itu tiba-tiba terbuka dan memperlihatkan Claire yang saat itu hanya terdiam melihat ke arah dua orang yang tengah berpegangan tangan itu.

“Claire ?!”Sehun sontak berdiri dan menarik tangannya yang masih digenggam oleh Seohyun, namun reaksi Claire malah terlihat acuh dan hanya berjalan mendekati Sehan yang masih tertidur dengan raut datar,

“Lanjutkan saja mengobrolnya, aku kesini cuma ingin bertemu dengan Sehan kok” gumam Claire mendudukan dirinya di pinggir kasur lalu menyentuh dahi Sehan untuk mengetahui suhu tubuhnya.

Seohyun terlihat menatap Claire dengan sinis, ia begitu merasa kesal, karena kedatangan Claire telah membuat perhatian Sehun menjadi terbagi untuk yeoja itu.

**

Sona diam-diam berjalan keluar dari dalam rumah sakit agar tak terlihat oleh Jongin, sebenarnya Sona masih ingin menemuinya, tapi karena ia sudah mendapatkan nomor ponsel namja itu, dirinya pun sudah cukup senang, dan berniat untuk menghubunginya esok hari.

.

“Tuan, sepertinya putri anda kembali menemui namja itu lagi hari ini” ucap Jongin bersembunyi di balik sebuah dinding memperhatikan Sona yang tengah berjalan keluar dari dalam lobidengan ponsel yang menggantung ditelinganya.

“Kau biarkan saja anak ku bertemu dengan pemuda miskin itu, karena saat ini.. aku sudah melaksanakan rencanaku yang pertama, ternyata atasan dari Ayah pemuda miskin itu.. gampang sekali dibujuk dengan uang yang kutawarkan padanya”

“Ne, baik Tuan”

**

Perlahan Sehan mulai menggerakan tubuhnya, Sehun yang melihatnya pun bergegas mendekati sang adik untuk melihat keadaannya,

“Demamnya masihtinggi” gumam Claire tanpa melihat ke arah Sehun dan hanya memandang ke arah sang bocah kecil. Melihat sikap itu, tentu saja Sehun langsung merasakan jika saat ini Claire tengah marah kepadanya.

Seohyun berjalan mendekati Sehun, dan seketika melingkarkan lengannya erat pada lengan sang namjaseperti tak terjadi apa-apa. “aku yakin.. sebentar lagi Sehan pasti akan membaik, karena aku tahu Sehan bukanlah anak yang lemah”

“Eum” ucap Sehun segera melepas tangan Seohyun saat melihat pandangan Claire mulai tertuju ke arahnya, namun Claire nampak tak memperdulikan hal itu dan kembali memfokuskan dirinya untuk mengawasi keadaan Sehan, hingga tak lama kemudian.

“Sehan-na” sahut Claire ketika melihat Sehan mulai berusaha untuk membuka kedua kelopak matanya,

“Sehan-na.. apa kau baik-baik saja ?” tanya Sehun cemas yang kemudian dijawab dengan sebuah anggukan pelan oleh sang adik, Sehan menoleh ke kanan, betapa senangnya ia saat melihat Claire tersenyum hangat ke arahnya, dengan cepat Sehan berusaha untuk bangun dan memeluk Claire dengan erat, kemudian pandangan Sehan mulai tertuju pada seorang noona yang sudah lama tidak ditemuinya.

“Terimakasih, karena Seohyun noonasudah datang menjenguk ku” Sehan membungkuk untuk memberi hormat. Seohyun yang tak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Sehan pun langsung menoleh ke arah Sehun.

“Kata Sehan..”

“Kata Sehan ia berterimakasih karena kau sudah menjenguknya” ujar Claire memotong ucapan Sehun, dan membuat Seohyun nampak terkejut saat mengetahui Claire dapat mengerti bahasa isyarat.

“Ah geurae, kalau begitu bisakah kau sampaikanpada Sehan kalau aku sangat merindukannya Claire” ujar Seohyun berpura-pura menunjukan sikap yang ramah pada Claire.

“Enak saja.. Katakan saja sendiri” jawab Claire dengan nada sinis, dan membuat wajah Seohyun pun seketika berubah menjadi jengkel.

Drrrt…drrrrt… Ponsel Seohyun tiba-tiba saja bergetar, dilihatlah nama yang tertera di layar ponselnya, sekejap matanya langsung berbinar saat mengetahui siapa orang yang tengah menghubunginya.

“Yoboseyo, Ayah”

Claire seketika menatap ke arah Seohyun dengan hatinya yang terasa perih, dirinya merasa iri melihat yeoja itutersenyum bahagia saat berbincang dengan ayahnya, ayahnya.. yang hanya terus membuat dirinya mengeluarkan tetesan air mata,

“Hun-na.. sepertinya aku harus pamit pergi, Ayahku mengajak ku untuk bertemu”

“Ne, tidak apa-apa kok, Noona pergi temui Ayah noona saja, lagipula noona kan jarang sekali bisa bertemu dengannya”

“Eum, kalau begitu aku pergi dulu ne”

“Tunggu” Claire menghampiri Seohyun dan mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya, “Ayahku.. juga orang yang sibuk sama seperti Ayahmu, karena itu berikan dia vitamin ini untuk menjaga kesehatannya” ucap Claire menahan air matanya yang sudah mendesak ingin keluar.

“Go..gomawo” balas Seohyun merasa sedikit aneh, namun saat melihat sorot mata Claire, ia dapat merasakan ketulusan itu.“Claire-ssi.. aku pamit pergi dulu ne”

“Eum” jawab Claire menganggukan kepalanya,

Seohyun pun memeluk tubuh mungil Sehan terlebih dulu sebelum akhirnya bergegas pergi dari ruangan itu.

.

Pukul 02.00 siang,

Sehun mulai melangkah mendekati Claire, lalu menyenggolkan sikunya pelan pada lengan sang yeoja, “Claire”

Claire nampak tak menanggapi dan hanya sibuk mengobrol dengan Sehan.

Tok..tok..tok..

Seorang dokter masuk ke dalam kamar bersama dengan Yoojung di sebelahnya,“Oppa.. kenapa kau membawa yeoja ini kesini ?!” sahut Yoojung menatap Claire sengit.

“Yoojung-ah.. jangan seperti itu” omel Sehun merasa tidak enak dengan sang dokter. “Mm..Apa dokter ingin memeriksa keadaan Sehan ? ”

“Ne.. kalau begitu bisakah saya meminta ruang sedikit untuk memeriksa keadaannya ?”

“Ah ye, silahkan Dok” sahut Sehun yang sedikit menyingkir kebelakang. Sedangkan Claire masih memposisikan dirinya di sebelah Sehan untuk menemani.

#Kruuuuuuk… suara perut itu sontak membuat sang dokter menatap ke arah Claire.

“Tuan, sepertinya teman wanita anda lapar” sahut sang Dokter tersenyum ke arah Sehun.

“A..aniya itu bukan suara perutku kok” baru saja Claire menyangkal, perutnya pun kembali berbunyi bahkan lebih kencang dari sebelumnya. “Aish..”

“Yoojung-ah, kau jaga Sehan sebentar ne, hyung mau mengajak Claire eonni makan siang” ucap Sehun tiba-tiba yang seketika direspon dengan tatapan kesal sang adik, lalu dengan cepat ia menghampiri Sehan untuk meminta izin pergi, kemudian menarik paksa tangan Claire yang saat itu bahkan belum menyetujui ajakan sang namja.

**

Saat berada di dalam lift, Sehun tetap tak melepaskan genggaman tangannya pada Claire, “Mianhae” gumam Sehun pelan.

“Jangan meminta maaf, atau aku akan semakin curiga padamu” ucap Claire menatap ke arah depan.

Akhirnya pintu lift terbuka tepat di loby rumah sakit, ketika melangkah ke luar, Claire memandang ke seluruh arah untuk berjaga-jaga agar tak terlihat oleh pengawalnya. Namun itu semua menjadi sia-sia karena pengawalnya sudah mengetahui semuanya lebih dulu.

.

~Kedai Bibimbap~

“Claire.. Kenapa kau bisa tahu kalau adik kusedang sakit ?” ucap Sehun berniat untuk mencairkan suasana,

“Tadi pagi.. aku tak sengaja bertemu Sona, dan dia bilang.. kau dan Seohyun sedang pergi menjenguk Sehan ke rumah sakit” ungkap Claire masih tak mau menatap mata Sehun.

“Ah geurae” Suasana diantara mereka masih terasa dingin, bahkan Sehun pun sampai tidak tahu harus mengatakan apa untuk kembali memulai pembicaraan.

“Sehun.. kenapa saat di rumah sakit.. kau tidak menegaskan pada Seohyun kalau kita sudah memiliki hubungan ? bahkan.. kau malah membiarkannya memegang tangan dan merangkul lenganmu, kalau saja tidak ada Sehan disana, mungkin aku akan langsung melabrak yeoja itu” ungkap Claire memandang sang namja marah.

“Claire.. aku tidak tahu harus bagaimana menjelaskannya.. tapi situasi yang kuhadapi tadi benar-benar rumit..”

“Kaulah satu-satunya orang yang membuat semuanya menjadi rumit, kalau kau memang mencintaiku, kenapa kau tidak mengatakan padanya secara tegas, yeoja itu terus berharap padamu karena kau tidak berani melukai hatinya, jika kau terus seperti ini.. kau hanya akanmembuat hatiku menjadi tersiksa” ungkap Claire meneteskan setetes air mata di wajahnya.

Sehun merasa benci pada dirinya karena telah membuat sang yeoja kembali menangis, saat ituiamengakui jika dirinya memang tidak tegas, tapi Sehun sungguh tak mau jika Claire sampai meragukan kembali rasa cintanya pada sang yeoja.

“Kau mau aku menegaskan perasaanku, geurae, besok aku akan mengatakan pada Seohyun noonakalau aku sangat mencintaimu, mengatakan padanya, kalau kau sangatlah berarti untuk ku, dan agar kau percaya.. aku pun akan mengatakan pada semua orang yang ada disini”

“Ne ?” gumam Claire nampak terlihat bingung.

“Maaf, bolehkan saya minta perhatiannya sebentar !!”

Claire pun langsung membelalakan matanya terkejut saat mengetahui apa yang akan dilakukan oleh Sehun.

“Saya ingin mengatakan pada anda semua,  kalau saya sangat menci…hmmp” Claire langsung membekap mulut Sehun dengan tangannya dan sekejap menariknya keluar dari restoran.

“Yak..apa yang kau lakukan eoh ? itu sangat memalukan”

“Makanya kau harus segera memaafkanku, atau aku akan berteriak lagi disini”

“Mworago ?!! Yasudah kalau kau teriak aku bisa pura-pura tidak mengenalmu”

“Benar yah, kau tidak menyesal ?”

“Ne”

“Arraseo” Sehun pun langsung memegangi tangan Claire dan berniat untuk berteriak lagi, “Aku sangat mencintaimu Claire !!! Semuanya apa kalian dengar… aku benar-benar mencintai yeoja iniii..!!”

“Kyaaaaaa.. Sehun hentikan ini sangat memalukan.. arraseo..arraseo.. aku memaafkanmu” ucap Claire memukul-mukul punggung Sehun.

Sehun pun tertawa geli saat melihat wajah Claire yang memerah seperti udang rebus.

**

“Maaf, tapi ada keperluan apa anda ingin menemui saya pak ?” tanya Tuan Oh Ji Ho pada atasannya.

“Perusahaan kami sangat berterima kasih atas semua tenaga yang sudah diberikan oleh Tuan Ji Ho selama ini, tapi karena ada masalah keuangan yang tengah mendesak, sepertinya kami harus memecat beberapa karyawan untuk mengurangi tanggungan”

“Ne ?”

“Maafkan saya Tuan Ji Ho, tapi anda adalah salah satu karyawan yang harus kami pecat, sekali lagi saya minta maaf” atasannya membungkukan badannnya penuh sesal, lalu mengulurkan seamplop gaji dan pesangon terakhir untuk karyawannya.

Tuan Ji Ho terlihat begitu terpukul dan mengambil amplop itu dengan tangannya yang terasa gemetar.

**

Pukul 03.00 Sore,

Sehun berjalan sambil mengayun-ayunkan tangan Claire yang digandenganya, sesekali ia menatap ke arah Claire sambil tersenyum jahil, membuat sang yeoja merasa kesal dan mencubit pinggangnya keras.

“Claire, sepertinya disana ada acara festival, kau mau kesana sebentar ?” ajak Sehun tersenyum lembut,

Claire mengangguk pelan dan kemudian Sehun pun langsung menuntun tangan sang yeoja ke arah stan-stan pedagang yang berjajar rapih.

Saat tengah melihat-lihat pameran accesories, mata Sehun pun tertuju pada sebuah cincin pasangan yang dipajang di meja barisan depan, segores senyuman itu muncul di bibir Sehun, ia yang kemudian diam-diam membelinya, dan menghampiri Claire yang tengah menonton pertunjukan seni tradisional korea.

“Kau kemana saja ?” tanya Claire merungut.

“Kemarikan tanganmu”

“Ne ?”

Sehun yang tak sabaran pun langsung menggenggam tangan Claire, dan perlahan memasangkan sebuah cincin di jari manis sang yeoja,

“Se..sehun” gumam Claire terlihat tersentuh.

“Lihat, aku juga memakainya di jari manisku” ucap Sehun menunjukan jarinya sambil tersenyum. “Berarti.. cincin ini adalah benda couple kedua yang kita miliki kan ?”

“Kedua ?”

“Kau tidak ingat ? dulu kan kita pernah membeli kaus couple secara tidak sengaja”

“Ah matta kaus couple itu, tapi.. aku sudah tidak menyimpannya lagi”

“Kenapa ?” tanya Sehun terdengar kecewa.

“Kausnya tidak sengaja terbuang oleh Tuan Kim” jawab Claire yang tidak mengaku kalau awalnya dia memang berniat untuk membuangnya.

“Yasudah, tapi cincin yang kuberikan ini tidak boleh hilang ne, anggap saja.. ini cincin pertunangan kita” ucap Sehun mencium tangan Claire.

“Ne ? A..arraseo” angguk Claire malu bersamaan dengan jantungnya yang berdegup begitu cepat.

“Kajja, kita kembali ke rumah sakit, Sehan pasti sudah menunggu kita” ungkap Sehun menautkan tangannya kemudian menuntun Claire menuju halte bus.

.

Di dalam perjalanan, Claire terus memeluk lengan Sehun sambil menyandarkan kepalanya di bahu sang namja, semakin ia mencintai namja ini, perasaan takut akan ancaman sang ayah pun semakin terngiang di kepalanya,

“Tidak.. aku tidak boleh menyerah.. jika ayah sampai mencelakai Sehun dan keluarganya.. aku pun tak akan segan untuk membongkar rahasia ayah pada yeoja itu…”

**

Seorang laki-laki paruh baya duduk di sebuah kedai kecil dengan wajahnya yang terlihat memucat, hatinya yang terasa pedih saat mulai membuka sebuah amplop cokelat pemberian atasannya.

#Tuk..

Sebuah kertas kecil jatuh dari dalam amplop itu, ternyata amplop tersebut bukan hanya terisi uang pemberian atasannya, melainkan juga berisi surat pemberian dari seseorang yang membuat Tuan Jiho mengernyitkan dahinya.

Anyeong haseyo, Tuan Oh Ji Ho,

Anda tidak perlu tahu siapa saya, tapi yang jelas, saya tahu.. jika saat ini rumah anda sedang terlibat masalah sengketa, karena itulah.. saya yakin jika saat ini anda pasti sedang membutuhkan banyak uang untuk mendapatkan rumah yang baru, ne.. tapi sayangnya.. anda sendiri baru saja dipecat dari pekerjaan..

Saat ini anda pasti bingung, kenapa tiba-tiba saja anda dipecat dari perusahaan tanpa alasan yang jelas, ne.. saya adalah orang yang telah memerintahkan atasan anda untuk memecat Tuan, semua itu saya lakukan.. karena saya tidak suka melihat putera anda yang bernama Oh Sehun, mendekati puteri saya yang sebentar lagi akan merayakan pesta pertunangannya,

Jika Tuan bisa membantu saya untuk menjauhkan anak anda dari puteri saya.. maka saya akan memberikan sejumlah uang.. yang tentunya bisa Tuan pergunakan untuk membeli sebuah rumah baru untuk keluarga anda tercinta.

Pikirkanlah baik-baik Tuan, anda hanya saya beri waktu selama 2 hari…

Tuan Oh meremas secarik kertas itu dengan hatinya yang begitu berkecamuk, ia sungguh tak menyangka, kenapa anaknya bisa sampai berhubungan dengan yeoja yang sudah akan bertunangan, apalagi yeoja itu berasal dari keluarga yang kaya raya.

“Sehun-na.. sebenarnya apa yang kau pikirkan.. kenapa kau harus mencari masalah sebesar ini.. sekarang.. apa yang harus Appa lakukan untuk menyelamatkan keluarga kita.. ”

TBC

Anyonghaseyo, apakah masih ada yang ingat dengan ff ini..  *krik krik.. pasti udah pada lupa yah..

mian yah lamaa bgt ngepost lanjutan ff ini..  soalnya authornya lagi skripsian.. huhuhu..

Terus kalo ceritanya aneh dan makin gak nyambung tolong dimaklumi yah karena otak author  lagi kebagi sama skripsi.. huaaa lagi2 skripsi..

karena itu coment dari para readers sangat dibutuhkan untuk membuat sang author menjadi bersemangat kembali.. selain semangat nerusin ff.. semangat juga bikin skripsinya.. hadeuh mahasiswa macam apa ini, lagi skripsian sempet2nya bikin ff  *Curhat..

Ok deh.. Keep RCL ne..

*Bow brg HunHan

Advertisements

6 thoughts on “The Name I Love Chap 14

  1. Waaa thor, kangen bngt sama ff ini, uda lama bngt d tunggu next chap ny akhir ny update juga ><
    Ayah ny claire jahat bngt thor, d tunggu next chap ny thor, hwaiting ^^

  2. Thor!!Thor!!Authorrrrr.. gila thor, gilaaaa.. ini ff bener2 gila banget. seru nya kebangetan, thor ayolah jangan lama2 lanjutnya 🙂 penasaran setengah mati nih thor sama kelanjutannya.. karena setelah berbulan-bulan nunggu akhirnya ini ff muncul juga lanjutannya 😉 hehehehe .. thor tau ga sih, ini tuh ff terkeren yg pernah saya baca, dan juga yg terlama muncul kelanjutannya -_-.. ya tapi walaupun lama tetap memuaskan ko thor hasilnya.. saya suka saya suka 😉 lanjut kan thorr.. semangatttt!! Keep writing thor 🙂 I’m HunClaire lover 🙂 hihihih Hwaiting

  3. Bapaknya claire bkin suratnya kok labil ya, kata nya gaperlu tau siapa saya, tp blg juga klo sehun udh ganggu putrinya, jls2 dy ngsh tauin identitasnya itu hihihi. Ageeelaaaa makin seru bangeeeuutzz.. Duh sona sama jong in smoga jadian keleeuz #salahfokus :p
    Si claire kasian amat ya idupnya, sehunnya jg melarat amat hahaa doooh author nya merana juga gak hatinya? #ehh

  4. cieeee yg pacaran sama sehun di ff hahaha.. ko aku jd jatuh cinta ya sama sehunnn #uuppssskeceplocan. romantis bingittsssss oh sehun. makin kereeeennn ffnya. bapaknya claire ko jahat bingittt ama anaknya sndiri -.-Lanjutkan authorrrrr thorrrr thorrrr.

  5. min saumpah ya ini keren banget! tolong lanjut min secepatnyaaaa…. ga enak dibuat penasaran mele ama ni FF TT
    hadoh part ini agak campur aduk ye, ade bagian sosuwit ada juga bagian meweknye. aduh kecampur aduk nih guanya kadang nangis kadang ketawa kadang greget. hadoh min lu tega amat bikin gua jadi kaya orang stres gini. apalagi nungguin kelanjutan ceritanya beh setengah mati wehh TT

    gua dah nebak nih endnya gimana. tapi yah seperti di part part selanjutnya…..
    ELU GA KETEBAK!!

    yess!! tiba-tiba aja ngasih flesbek yang bikin tebakan gua 100% salah! wkwkwk sumpah min! lu cocok bikin FF misteri!!

    pokoknya ini FF the best ever lah! gua demen banget ame ni FF. yah padahal ultimate bias gua itu Tao tapi gara-gara FF ini gua jadi demenan ke Sehun tau kaga sih min.

    YOU RUINED MY BIAS LIST!!!!!

    kampret ya DO HWAE JI.
    gua pernah bikin FF pake ini orang tapi sumpah gua bingung pairnya ama siapa dan karakternya mau gua bikin gimana,
    tapii…………………………

    kenapa gua ngerasa Do Hwae Ji cocok banget ama karakternye yang disini??????

    sumpah Min lu TOP banget!!!!!
    Gua tunggu kelanjutan cerita selanjutnya ye!
    jangan kelamaan tar gua lumutan wkwkwkwk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s