The Name I Love Chap 15

the-name-i-love

The Name I Love Chap 15

Chapter 15 : Believe in Love

Claire mengarahkan pandangannya ke sekeliling arah ketika ia telah sampai di lobi rumah sakit, dari jauh ia mendapati seorang namja yang sangat familiar di matanya tengah berdiri di halaman luar yang terlihat dari sebuah dinding kaca,

“Bukankah itu Jong in ?! Jangan-jangan.. sedari tadi dia sudah mengawasiku ?” ketika Claire ingin memastikannya, tiba-tiba saja Sehun menarik tangannya pergi ke suatu tempat.

“Kita mau kemana ?”

“Antarkan aku ke ATM sebentar ne”

.

Sehun memberikan uang yang baru saja diambilnya dari ATM kepada pegawai yang ada di loket pembayaran, uang itu ia gunakan untuk membayar biaya perawatan Sehan di rumah sakit, saat melirikan matanya ke sebelah, Sehun sontak terkejut ketika melihat Claire tengah mengintip isi dompetnya, lalu dengan panik dirinya pun langsung menutup dompetnya rapat-rapat.

“Kau sedang tidak ada uang yah ?, ck.. harusnya tadi sore kau tidak perlu memaksakan diri untuk membelikanku cincin”

“Siapa bilang aku sedang tidak punya uang, tadi itu aku mengambil uangnya pas hanya untuk membayar biaya rumah sakit, makanya sekarang dompetku jadi terlihat kosong, lagipula cincin yang kubelikan tadi sama sekali tidak mahal kok”

Claire menghela nafasnya sejenak lalu menatap lembut wajah sang namja,“ iya aku percaya, yasudah, aku janji.. aku akan menyimpan cincin pemberian darimu dengan baik, karena apapun yang Sehun berikan.. adalah sesuatu yang sangat berarti untuk ku” ucap Claire tersenyum dengan wajah merona.

“Kau juga sangat berarti untuk ku Claire” balas Sehun tersenyum manis ke arah sang yeoja, dan berhasil membuat wajah Claire semakin bersemu merah, “Kajja, sebaiknya kita segera ke kamarnya Sehan, pasti sekarang Sehan sudah menunggu” Sehun menggenggam tangan Claire namun dalam sekejap Claire langsung melepaskannya.

“Ada apa ?” tanya Sehun bingung.

“Mm.. sepertinya.. aku harus segera pulang sekarang, aku takut.. pengawalku mulai curiga jika aku pergi terlalu lama, apalagi dia tahunya aku menjenguk adiknya Sona”

“Gwaenchana, selama dia tidak melihat kita, dia tidak akan tahu kalau kita saling bertemu hari ini” Sehun meraih tangan Claire kembali namun Claire menggelengkan kepalanya.

“Aku rasa dia sudah tahu, tadi aku melihatnya mengikuti kita di lobi”

“Apa ?! ka..kalau begitu, aku akan menjelaskan pada pengawalmu tentang situasi hari ini, aku tak mau.. kalau kau sampai dimarahi oleh Ayahmu karena menemui ku lagi”

“Aniya tidak perlu, biar aku saja yang mengurusi semuanya, sekarang kau temui Sehan saja ne”

“Ta..tapi..”

“Sudah sana, titipkan saja salamku kepada adik-adikmu ne, khususnya untuk Sehan” ungkap Claire mendorong tubuh Sehun yang tidak mau pergi juga dari tempatnya.

Sehun terdiam sejenak sambil terus menatap wajah sang yeoja, dengan hati tak ikhlas, akhirnya ia pun menuruti perkataan Claire, “Hah.. baiklah.. Tapi setelah sampai rumah, jangan lupa untuk langsung mengabariku yah”

“Iya”

“Dan kalau Ayahmu memarahimu, segera katakan padaku, aku tidak suka jika kau menyimpan masalahmu sendirian Arro !”

“Arraseo, aku pergi sekarang yah” gumam Claire yang kemudian berjalan ke arah pintu keluar rumah sakit.

“Claire !” sahut Sehun kembali.

“Ada apa lagi ?”

“Saranghae !”

“Aish Sehun” Claire langsung menunduk malu saat melihat orang-orang melemparkan senyuman padanya akibat ucapan sang namja yang terdengar cukup keras di sekitar ruangan, Sehun pun terlihat tertawa geli saat melihat reaksi Claire yang terus menatapnya dengan jengkel sambil berjalan ke arah pintu keluar.

.

Suasana hati Claire sekejap berubah ketika ia sampai di parkiran mobil, dirinya yang langsung memasang raut sinis ke arah pengawalnya, lalu masuk ke dalam mobil dan duduk di bangku depan.

“Apa Nona Claire, sudah selesai menjenguk adiknya Nona Sona ?”

Claire melirik ke arah Jongin sambil menaikan sebelah alisnya, “Kau tahu.. aktingmu itu benar-benar sangat buruk, kau sudah tahu kan kalau sebenarnya aku menemui Sehun ?”

“Ne ?!”

“Katakan padaku.. apa Ayah.. sudah mulai melakukan sesuatu hari ini ?”

“I.. itu..”

“Katakan padaku atau aku akan melukai diriku sendiri dan mengadukanmu pada ibu kalau kau sudah berlaku kasar lagi padaku !!”

“Nd..nde ?” Jongin yang tak mau kehilangan pekerjaannya pun akhirnya terpaksa memberitahukan semuanya.

“hari ini.. Tuan Ahn.. sudah melakukan rencana pertamanya Nona, Ayah dari pemuda itu, baru saja dipecat dari pekerjaannya”

“Mworago ?!” Claire seketika meremas tanganya kencang, menelan salivanya keras untuk menahan rasa sakit ditenggorokannya akibat rasa amarahnya pada sang ayah,

“Cepat hubungi Ayahku.. dan katakan padanya kalau aku mau menemuinya sekarang”

“Ne.. baiklah Nona”

Jongin sekejap langsung menelfon Tuan Ahn, ia mulai menjelaskan jika Nonanya ingin pergi menemuinya, tapi dari ekspresi Jongin, Claire pun sepertinya sudah bisa menebak semuanya.

“Nona, Tuan Ahn bilang saat ini beliau sedang ada meeting bersama klien, karena itu beliau mengatakan jika ia tidak bisa mene..”

“Arraseo, aku sudah tahu” gumam Claire dengan raut datarnya, ekspresi wajahnya yang tak sejalan dengan hatinya yang terasa begitu perih, begitu perih karena ia tahu, jika Ayahnya saat ini tengah berbohong, ayahnya.. yang lebih memilih untuk meluangkan waktunya bertemu dengan anak kesayangannya itu dibandingkan dengan dirinya.

.

~Apartemen, Pukul 06.00 Sore~

Nyonya Risa yang sudah lama tak memegang kendali atas perusahaannya, saat ini tengah melihat-lihat kondisi keuangan perusahaannya setelah beberapa bulan kebelakang ini, kepemimpinannya sudah ia alihkan kepada sang suami. Satu persatu laporan keuangan itu ia perhatikan, dan beberapa kejanggalan nampaknya mulai Nyonya Risa temui, kejanggalan yang mulai ia temukan semenjak tanggal proyek pertambangan itu dilaksanakan, ia sedikit menduga namun belum berani untuk memastikan,

TOK.. TOK..

Sebuah ketukan dari luar kamar sedikit menganggetkan Nyonya Risa dari lamunannya, “Ya, silakan masuk, Ah.. Tori-ssi, ada apa ?”

“Baru saja Nyonya Seowoo menelpon, katanya nanti malam, ia ingin mengundang anda bersama Tuan Ahn dan Nona Claire untuk acara makan malam dalam rangka membicarakan pesta pertunangan”

“Ah geurae, kalau begitu sebaiknya kau telfon Jongin untuk menyuruh Claire agar segera pulang, untuk Sukhwan biar aku saja yang memberitahukannya”

“Ye, baik Nyonya”

Setelah Nyonya Tori menutup pintu kamar, pandangan Nyonya Risa mulai tertuju kembali pada layar laptop kepunyaan suaminya, merasakan ada suatu firasat buruk, yang membuat hatinya diselimuti perasaan cemas.

.

~Pukul 06.30 Malam~

“Ah, akhirnya Nona sudah pulang, sebaiknya anda segera bersiap-siap Nona, karena acara makan malam yang akan diadakan di kediaman keluarga Park, akan dimulai sekitar pukul 8 malam” ucap Nyonya Tori kepada Claire yang baru saja sampai di apartemen.

“Lalu bagaimana dengan Ayah ?”

“Nyonya Risa bilang, nanti Ayah anda akan datang menyusul”

“Ah.. geurae” jawab Claire menaikan sebelah ujung bibirnya sambil tertawa kecil. “Yasudah, kalau begitu aku akan segera bersiap-siap dulu”

“Nona Claire, anda sudah pulang rupanya, Apakah.. ada yang bisa saya bantu Nona ?” tanya Tuan Kim datang dari arah dapur.

“Aniyo, tidak ada Tuan” Claire tersenyum sekilas, kemudian dengan langkah yang cepat ia segera masuk ke dalam kamarnya, sikap aneh itu, seketika membuat Tuan Kim langsung merasakan jika nonanya tengah menyebunyikan sesuatu darinya.

.

Setelah 15 menit berlalu, Claire keluar dengan memakai gaun merah muda yang panjangnya sedikit diatas lutut, walau sederhana namun gaun itu tetap terlihat elegan, lalu rambut indahnya pun hanya ia biarkan terurai begitu saja.

“Aigoo Nona, kenapa tidak memakai make up ?, sini biar saya pakaikan” ucap Nyonya Tori menarik tangan Nonanya duduk di atas sofa.

“Tapi jangan tebal-tebal yah”

“Iya, nona tenang saja, nanti akan saya buat senatural mungkin”

Setelah Nyonya Tori selesai mendadani, Claire pun langsung melihat wajahnya sendiri di sebuah cermin,

“Bagaimana ? Cantik kan Nona ?”

“Eum” Claire mengangguk dengan senyum diwajahnya, tetapi lambat laun, senyuman di wajahnya itu pun perlahan memudar, “tapi sayang.. bukan Sehun yang nanti akan melihatku”

Nyonya Tori tersenyum tipis lalu merapikan sedikit rambut nonanya, “Kalau sewaktu-waktu Nona ingin bertemu dengan pemuda itu lagi, Nona tinggal bilang pada saya saja, nanti saya akan membantu Nona untuk mendandani”

“Ne gomawo Tori-ssi” jawab Claire berusaha untuk tersenyum. Ia yang saat itu masih terus mengingat rencana jahat yang telah dijalankan oleh sang ayah.

“Bagaimana.. kalau Sehun sampai tahu kalau Ayahnya sudah dipecat dari pekerjaannya ?, Sehun.. mianhae.. aku benar-benar merasa bersalah padamu”

.

.

Sehun berkali-kali membuka kotak pesan di ponselnya, namun sayangnya pesan dari seorang yeoja yang ia tunggu sedari tadi itu pun tidak kunjung datang kepadanya.

“Hah.. Kenapa dia belum mengabariku juga sih ?, aigoo.. sepertinya dia memang suka sekali membuatku cemas” gerutu Sehun pelan.

“Pasti.. Hyung sedang menunggu sms dari Claire noona yah ?”

“Eoh” “Kenapa Sehan bisa tahu ?”

Habis raut wajah hyung terlihat galau sekali sih”

“Ne ? A..apa wajahku terlihat segalau itu ?” gumam Sehun merasa heran plus terkesan pada sang adik karena bisa membaca ekspresi wajahnya.

“Oppa, apa yang ada di pikiranmu itu hanya ada yeoja itu saja ?, setidaknya kau juga harus memikirkan keadaan Sehan” protes Yoojung pada kakaknya.

“Iya iya oppa tahu, lagipula Oppa juga mengkhawatirkan keadaan Sehan kok”

“Hah.. Pasti oppa tidak tahu kan, kalau tadi siang dokter baru saja mengambil sampel darahnya Sehan, mm.. katanya.. hasil laboratorium dari sampel darahnya Sehan akan keluar besok” ucap Yoojung duduk di atas sofa.

“ah geurae ?, Hah.. semoga saja hasil labnya bagus”

“Ne, aku harap juga begitu” angguk Yoojung pelan.

#Tok..tok.. pintu kamar tempat dimana Sehan dirawat tiba-tiba terbuka, lalu nampaklah seorang laki-laki paruh baya yang datang dengan ekspresi kekhawatiran di wajahnya, membuat ketiga bersaudara yang ada di ruangan itu pun seketika terkejut saat melihat seseorang yang tidak lain adalah Ayah mereka.

.

.

~Kediaman keluarga Park~

~Pukul 08.30~

Kedua keluarga dari pihak Claire dan Suho tengah duduk di sebuah meja makan yang terisi penuh dengan berbagai macam hidangan, membicarakan sebuah topik yang Claire tahu akan berakhir ke arah mana.

“Sepertinya sudah lama sekali kita tidak berkumpul seperti ini Nyonya Risa” ucap Nyonya Seowoo dengan gemerincing gelang emas di tangannya.

“Ne Nyonya, tapi maaf karena suamiku harus datang sedikit telat”

Mendengar hal itu, Tuan Park pun seketika mengambil alih pembicaraan, “Gwaenchana, saya mengerti Nyonya, saya tahu kalau Tuan Ahn memang orang yang sangat sibuk” ucap Tuan Park sedikit tertawa, kemudian mengarahkan pandangannya ke arah Suho, “Suho-ya.. hari ini.. Claire terlihat sangat cantik sekali ne”

“Ne appa, dia terlihat sangat cantik” jawab Suho dengan nada santai sambil menatap ke arah sang yeoja, sang yeoja yang dilihatnya tak bersikap seperti biasanya.

“Claire, kenapa kau diam saja ?” tanya Nyonya Risa pada anaknya.

“A..aniya, Kepalaku.. sepertinya terasa sedikit pusing bu” jawab Claire sedikit menundukan wajahnya.

“Ommo.. apa Claire mau beristirahat dulu di kamar ?” ungkap Nyonya Seowoo dengan nada khawatir.

“Aniyo terimakasih, mungkin saya hanya butuh udara segar diluar, apa saya boleh ijin pergi ke balkon sebentar ?”

“Ne.. tentu saja, Suho-ya.. cepat temani Claire pergi ke balkon” titah Nyonya Seowoo kepada anaknya.

“Ne, baiklah” jawab Suho yang sedari tadi memang ingin keluar dari ruangan itu.

.

.

“Kau yakin kau baik-baik saja ? sikapmu terlihat tak seperti biasanya” ungkap Suho menyandarkan tubuhnya pada sebuah pembatas balkon berbahan kayu.

“Aneh rasanya mendengarmu menanyakan keadaanku” gumam Claire melirik ke arah Suho sambil mendudukan dirinya diatas pembatas balkon.

“Hah, jadi menurutmu aku itu lebih cocok bersikap jahat ?” ungkap Suho menaikan sebelah alisnya.

“Eoh” angguk Claire datar.

“Aish.. neo jinja..”

“Arra.. aku cuma bercanda, ckckck.. kau itu pemarah sekali, mm..ngomong-ngomong, hubunganmu dengan yeoja itu bagaimana ?” Claire langsung mengalihkan pembicaraan yang membuat Suho sekejap merubah ekspresinya.

“Bisakah.. kita tidak membicarakannya dulu ?” ucap Suho merasa terganggu dengan pertanyaan yang diajukan oleh Claire.

“Sepertinya.. tidak berjalan dengan baik yah ?” balas Claire tepat pada sasaran.

“Daripada membicarakan urusan pribadiku, sebaiknya kau mulai mencari cara untuk menghentikan pesta pertunangan kita yang akan diadakan sebentar lagi”

“Entahlah.. sejujurnya.. saat ini.. aku sedang tidak memiliki ide apapun, aku sedikit buntu harus bagaimana, dan tidak tahu harus melakukan apa” ungkap Claire yang sebenarnya tengah dirundung oleh rasa kegelisahan yang begitu hebat.

“Mworago ? Yak.. Kau tidak bisa menyerah seperti itu, karena kau.. aku jadi terjebak dalam pertunangan sialan ini !! setidaknya kau harus melakukan sesuatu.. kau harus bertanggung jawab karena telah membuat hidupku semakin berantakan !!” saat itu juga emosi Suho terlihat meledak, mengeluarkan semua amarahnya pada sang yeoja yang hanya diam menatapnya.

“Kau tahu Claire.. setidaknya jika aku tidak bisa hidup bersama dengan Seohyun, aku hanya ingin menjalani hidupku sesuai dengan apa yang aku inginkan, aku tidak mau hidup sebagai boneka selamanya, ne.. kau tidak tahu kan.. bagaimana menderitanya hidupku selama ini ?, bagaimana rasanya hidup dalam tekanan secara terus menerus ?!!” umpat Suho mencengkram kedua bahu Claire dengan tangannya.

Tentu saja dibandingkan dengan orang lain, Claire adalah orang yang paling memahaminya, bagaimana ia telah menjalani hidup dengan menerima begitu banyak kebohongan, pengkhianatan serta kebencian dari orang-orang disekelilingnya.

“Jika kau memang tidak ingin hidup sebagai boneka, kenapa kau tidak berusaha meyakinkan keluargamu untuk menghentikan pertunangan ini ? aku tahu pertunangan ini awalnya memang salahku, tapi bodohnya… kau sendiri tidak pernah mencoba untuk menghentikannya, kau memang seorang pengecut” ucap Claire penuh penekanan.

“Apa kau bilang..aku.. aku seorang pengecut ?!! Yak.. sudah kubilang ini semua adalah kesalahanmu.. karena itulah.. kau yang harus..”

“Kenapa kau tidak pernah memberanikan diri untuk mengeluarkan opinimu tentang pertunangan ini pada kedua orang tuamu, jika kau memang takut akan konsekuensi dari pengakuanmu pada mereka, aku rasa kau memang benar-benar cocok jika kusebut sebagai seorang pengecut”

“Berhenti memanggilku sebagai seorang pengecut ARRASEO !!”

“Lalu.. apa kau berani, mengatakan dihadapan kedua orang tua mu langsung dan juga dihadapan kedua orang tuaku mengenai penolakanmu pada pertunangan ini ?”

“Cih kau pikir aku tidak berani.. baiklah bagaimana kalau malam ini kita katakan berdua secara langsung eoh ?” tanya Suho balik menantang Claire.

Claire sedikit terkejut mendengar Suho yang akhirnya berniat memberanikan diri, pandangannya melembut dan dirinya pun menganggukan kepalanya dengan seluruh keyakinan dihatinya, “Ne, baiklah, aku menyetujuinya”

Sesaat kemudian Suho pun menarik tangan Claire untuk masuk ke dalam rumah, Claire yang saat itu dapat merasakan jika tangan yang tengah menggenggamnya itu terasa begitu dingin dan bergemetar, begitu juga dengan raut wajah Suho yang dilihatnya begitu gugup.

.

.

“Eoh Claire, apa kepalamu masih pusing sayang ?” tanya Nyonya Seowoo saat melihat Claire masuk ke ruangan bersama dengan Suho yang saat itu langsung melepaskan tangan Claire.

“Aniyo, saat ini sudah lebih baik” jawab Claire tersenyum tipis lalu matanya tertuju pada ayahnya yang saat itu sudah hadir disana, “A..ayah” gumam Claire sedikit tersendat.

“Claire, tadi Ayah dan ibumu sudah membicarakan dengan Nyonya Seowoo dan Tuan Park soal rencana pesta pertunanganmu dengan Suho, kami juga sudah memilih gedung, memilih orang-orang yang akan diundang nanti, dan telah memilih desainer yang akan membuat gaun pertunanganmu”

Claire melirik ke arah ibunya, namun ibunya hanya bisa membalas tatapan anaknya dengan raut wajahnya yang terlihat merasa bersalah karena tak bisa membantu apapun.

Namun di sisi lain, Nyonya Seowoo nampak mengerutkan dahinya saat melihat Suho dan Claire yang hanya terus terdiam, “Kalian berdua kenapa ?” tanyanya heran.

Suho perlahan menarik nafasnya dalam, mengumpulkan semua keberaniannya untuk mengatakan sesuatu yang membuat dadanya terasa begitu sesak. “Omma, Appa.. ada sesuatu yang ingin aku katakan kepada kalian”

Nyeonya Seowoo dan Tuan Park sekilas saling menatap dengan tatapan bingung, lalu kembali mengarahkan pandangannya ke arah Suho, “Kau ingin mengatakan apa ?” tanya Sang Ayah.

“A..aku.. ingin mengatakan.. kalau aku..” Claire melirikan matanya ke arah Suho, bohong jika saat itu ia juga tidak merasa gugup.

“Aku ingin membatalkan pertunangan ini” kedua orang tua Suho sontak membelalakan kedua matanya begitu terkejut, sama halnya dengan kedua orang tua Claire yang juga nampak begitu tersentak.

“Apa kau bilang ?!” tanya Tuan Park kembali dengan emosi.

“AKU BILANG AKU INGIN MEMBATALKAN PERTUNANGAN INI !!!”

#PLAK… Tuan Park menampar wajah Suho dengan begitu keras hingga membuat tubuh Suho sedikit terhuyung, Claire yang melihatnya pun langsung menutup mulutnya begitu terkejut,

“Kau ini benar-benar sudah membuat keluargamu malu Suho !!” bentak Tuan Park dengan emosi yang meledak-ledak,

Claire sungguh merasa tidak tega melihat perlakuan kasar Tuan Park kepada Suho, hatinya terenyuh melihat tubuh Suho yang bergetar sambil menahan rasa sakit di wajahnya, membuat Claire dalam sekejap begitu terdorong untuk membela namja ini, karena bagaimana pun juga ini semua adalah kesalahannya, ia tidak bisa melihat orang lain yang malah terkena imbas dari apa yang telah ia perbuat.

“Aniyo Tuan Park, Suho sama sekali tidak bersalah” sahut Claire berdiri di depan Suho. “Akulah.. akulah yang memaksa Suho untuk membatalkan pertunangan ini, ne.. selama ini Suho selalu berusaha untuk mengambil hatiku, tapi akulah yang tidak pernah menerima perasaannya, maafkan aku Tuan Park dan Nyonya Seowoo.. tapi aku sama sekali tidak memiliki perasaan pada anak anda, jadi jangan salahkan Suho atas perkataannya barusan, karena penolakan pertunangan ini semata-mata adalah kemaunku, bukan kemauannya”

Suho membulatkan matanya sempurna saat mendengar Claire mengucapkan semua kebohongan itu, kebohongan yang ia sadari hanya untuk melindungi dirinya. Suho.. yang tak percaya melihat yeoja yang ada dihadapannya ini malah melindunginya setelah selama ini  ia selalu memperlakukannya dengan buruk.

Tuan Ahn seketika berdiri dan menarik anaknya dengan kasar, “Apa yang baru saja kau ucapkan Claire ?!” ungkap Tuan Ahn mencengkram kedua bahu anaknya sangat keras.

“Maafkan aku Ayah” gumam Claire singkat dengan kedua matanya yang mulai berkaca.

“Tuan Ahn, Nyonya Risa, bisakah anda memberikan kami penjelasan” sahut Nyonya Seowoo yang nampak begitu syok dengan keadaan yang tengah terjadi, begitu pun dengan Tuan Park yang juga membalas dengan berbicara hal yang sama seperti perkataan istrinya, ya.. meminta untuk diberi penjelasan.

Tuan Ahn menghela nafas sejenak, lalu memulai kembali pembicaraan, “Sepertinya, malam ini saya harus berbicara dulu kepada puteri saya, maaf karena puteri saya sudah membuat kekacauan di pertemuan kali ini, saya janji akan secepatnya memberikan penjelasan lebih lanjut, sekali lagi saya benar-benar minta maaf, kalau begitu saya pamit untuk pu..”

“Tuan Park.. bolehkah saya meminta beberapa hari saja untuk Claire agar dapat menentukan pilihannya, anda tahu kan.. pertunangan itu bukanlah hal yang main-main ?” ucap Nyonya Risa yang membuat Tuan Park seketika menoleh ke arah istrinya, dan istrinya pun mengangguk pertanda menyetujui pernyataan itu.

“Baiklah, kami setuju, kalau begitu kami memberikan Claire waktu selama 2 hari untuk berpikir, dan jika Claire menyetujuinya, persiapan pesta pertunangan akan diundur mungkin kurang lebih 3 hari setelah Claire dapat memastikan semuanya”

“Ne, terimakasih banyak atas pengertiannya Tuan Park” Nyonya Risa membungkukan badannya untuk berterima kasih.

Tuan Ahn meremas tangannya kencang saat mendengar pesta pertunangan itu harus kembali diundur selama 5 hari kebelakang, rasanya sekarang juga ia ingin menumpahkan amarahnya pada anak dan istrinya, namun Tuan Ahn berusaha sekuat tenaga untuk menahannya, lalu dirinya pun pergi dari ruangan dengan menarik tangan Claire kencang di iringi dengan istrinya dibelakang.

.

“Ayah..hiks…tanganku sakit Yah..” ucap Claire saat ayahnya menarik paksa tangannya menuju ke parkiran mobil. Jongin yang saat itu menunggu di parkiran pun nampak terkejut ketika melihat situasi yang tengah terjadi.

“Ayah.. aku..”

“Cepat masuk ke dalam mobil, jangan katakan apapun sebelum kita sampai di apartemen Arraseo !!”

“Yeobo.. jangan membentak Claire seperti itu”

“Kau juga diam Risa” gertak Tuan Ahn yang kemudian menutup pintu mobil dengan kencang. Jongin yang ikut panik pun dengan cepat masuk ke dalam dan mulai menyalakan mobil, ia sedikit melihat ke arah kaca spion, memandang dengan iba nonanya yang tengah menyeka air matanya dengan tangan gemetar di dalam pelukan ibunya.

.

Setelah melihat keluarga Claire pergi, Nyonya Seowoo dalam sekejap merubah ekspresi wajahnya menjadi masam, “Cih.. bisa-bisanya gadis cacat sepertinya menolak anak ku yang tampan ini”

“Omma.. jangan berbicara seperti itu” balas Suho cepat.

“Kau masih membela gadis itu ? Dengar Suho.. kalau saja gadis itu bukan dari keluarga Whitson yang terpandang dan kaya raya, omma tidak akan pernah menyetujui pertunangan ini”

“Yeobo !! bisakah kau menutup mulutmu, jika pertunangan ini sampai batal, kesempatan kita untuk memperbesar perusahaan keluarga akan lenyap selamanya, aku yakin Tuan Ahn juga tidak akan menuruti keinginan anaknya begitu saja, dengan sedikit bujukan.. Claire pasti akan menuruti perkataan ayahnya kembali”

“Asal kalian tahu, dia bukanlah yeoja yang mudah untuk dibujuk” sambar Suho menatap tajam kedua orang tuanya.

“Jangan pikir Ayah tidak akan mengawasimu juga Suho, bersyukurlah.. hari ini kau Appa maafkan, karena gadis itu bilang dialah yang menolakmu dan menyuruhmu untuk mengatakan hal tentang penolakan pertunangan itu, tapi jika kau sampai mengatakan hal itu lagi, Appa tidak akan segan-segan untuk mencabut nama mu dari daftar ahli waris perusahaan park corporation, Camkan itu baik-baik arraseo !!”

Suho memalingkan wajahnya sambil mengeratkan giginya keras, ia benci dengan dirinya sendiri karena menyadari dirinya memang pengecut, membiarkan kebohongan itu terus berlanjut tanpa ia dapat menjelaskannya.

“Kenapa kau harus berbohong untuk melindungiku, kau memang gadis aneh.. ne.. sifatmu yang aneh benar-benar membuatku muak” ungkapan Suho yang terucap di hatinya itu bukan ia tunjukan untuk rasa kebencian, melainkan karena dirinya yang merasa tak pantas mendapat kebaikan itu, dan membuat dirinya merasa menjadi orang paling jahat di dunia ini.

.

**

~Di sebuah Rumah Sakit, daerah Apgujeong~

 Pukul 10.00 Malam,

Saat itu Sehun dan Ayahnya terdengar tengah berbincang di dalam kamar tempat Sehan dirawat, sedangkan adiknya Yoojung sudah lebih dulu pulang ke rumah karena esok hari ia harus pergi ke sekolah.

“Terimakasih ne, karena kau sudah menjaga adik-adikmu dengan baik selama Appa pergi” ucap sang Ayah duduk di sebuah sofa bersama dengan anak tertuanya.

“Itu semua kan sudah kewajibanku” balas Sehun tersenyum hangat, “Mm.. selama beberapa hari ini.. alasan kenapa Appa terus lembur berkerja, apa karena.. ada rencana penggusuran yang akan dilakukan di lingkungan rumah kita ?”

“Ne ? darimana kau tahu soal penggusuran itu ?”

“Sehari sebelum appa pergi, aku menemukan selebaran mengenai penggusuran rumah yang disembunyikan di sebuah laci, aku tak langsung menanyakannya… karena aku takut membuat appa menjadi khawatir”

“Mianhae Sehun-na.. Appa tidak berani menceritakan padamu mengenai hal itu, karena uang yang Appa kumpulkan selama ini, belum cukup untuk mendapatkan tempat tinggal yang baru,  sungguh.. Appa merasa sangat tidak berguna.. terlebih lagi sekarang kau kembali harus mengeluarkan uang tabunganmu untuk membayar biaya rumah sakit Sehan”

“Kenapa Appa berbicara seperti itu, dimataku Appa adalah sosok ayah yang paling hebat,  jika bukan berkat appa, aku, Dongho, Yoojung, Sehan dan Nari tidak akan bisa bersekolah, appa telah berjuang sendirian demi menghidupi kami berlima, dan appa juga telah mengajari begitu banyak hal pada kami, jadi aku mohon.. jangan mengatakan pada diri appa sendiri kalau appa tidak berguna ne” ucap Sehun menggenggam tangan Ayahnya lembut.

“Kau itu memang anak yang sangat baik Hun-na..” ungkap sang ayah mengusap sayang kepala anaknya, anaknya yang sangat dibanggakannya.

Tanpa sengaja Tuan Oh melihat sebuah cincin melingkar di jari manis Sehun, ia yang mulai menginterogasi anaknya, terkait dengan surat yang baru saja diterimanya tadi siang, “Sejak kapan.. kau memakai cincin di tanganmu ? Mungkinkah.. ini sebuah cincin pasangan ?”

“Eo..eoh, ini memang cincin pasangan” jawab Sehun sedikit menunduk karena malu untuk mengakuinya.

“Jadi.. diam-diam kau sudah memiliki seorang kekasih  ?”

Sehun seketika mengganggukan kepalanya pelan, lalu menatap kembali wajah sang ayah yang saat itu hanya terdiam menatapnya sendu, ayahnya merasa cemas jika apa yang tertulis di dalam surat itu adalah benar, ia takut.. jika anaknya benar-benar memiliki hubungan dengan seorang yeoja yang sudah bertunangan.

“Apa kau sudah pernah bertemu dengan kedua orang tuanya ? Lalu.. apa kedua orang tua yeoja itu menyukaimu ? Apa mereka merestui hubunganmu dengan anaknya ?”

“Ne, aku pernah sekali menemui kedua orang tuanya, dan hubungan kami..” Sehun terlihat bingung harus menjawab apa, dan tentu saja ia tidak bisa mengatakan yang sebenarnya.

“Hubunganmu tidak direstui oleh kedua orang tuanya, karena gadis itu akan segera bertunangan kan Sehun ?”

“Ke..kenapa Appa bisa…”

“Ayah dari yeoja itu yang memberitahukan appa, ia mengirimi appa surat dan mengatakan jika ia tidak suka kau mendekati anaknya yang sudah akan bertunangan”

“Claire tidak menyetujui pertunangan itu appa, ia hanya dipaksa oleh Ayahnya untuk melakukan pertunangan”

“Lalu apa yang bisa kau lakukan Sehun, dengan siapa anaknya akan menikah nanti, tentu saja itu adalah hak ayahnya”

“Tapi.. tapi yang Claire cintai itu adalah aku, Claire sama sekali tidak mencintai tunangannya” ucap Sehun menatap pilu ayahnya.

“Kau tahu.. Ayah dari yeoja itu.. sudah membuat appa dipecat dari pekerjaan karena ia tak suka melihatmu mendekati anaknya, bahkan ia sampai mengetahui keadaan rumah kita yang akan digusur dan menawari appa sejumlah uang untuk membantunya memisahkanmu dari yeoja itu, bukankah semua hal itu menandakan jika keluarga yeoja itu benar-benar hanya menganggapmu sebagai penganggu ? karena itu.. Lepaskanlah yeoja itu Sehun.. appa mohon jangan menyiksa dirimu sendiri dengan mempertahankan hubunganmu dengan yeoja itu eoh”

“Jika aku melepaskan Claire, maka appa akan mendapatkan uang itu kan ?”

“Aniya Sehun, appa sungguh tidak sudi menerima uang itu meskipun kau menyetujui untuk melepaskannya, dengan uang itu, mereka sudah merendahkan keluarga kita, appa sunguh tidak ingin kau berurusan dengan keluarganya, yeoja itu bukanlah dari keluarga yang sembarangan, dan kita tidak sederajat dengan mereka”

“Kumohon.. beri aku kesempatan untuk dapat melanjutkan hubunganku dengan Claire.. aku tidak bisa melepaskannya dari hidupku.. aku sungguh sangat mencintainya appa” Sehun mendudukan dirinya di lantai lalu membungkukan badannya berusaha untuk memohon kepada sang ayah yang hanya menatapnya lirih.

“Appa tahu kau sangat mencintainya, tapi pikirkanlah baik-baik.. Ayah dari yeoja itu tidak mungkin hanya diam saja ketika melihatmu terus berhubungan dengan anaknya setelah apa yang telah ia lakukan hari ini, jika kau tetap berhubungan dengan anaknya, appa takut Tuan itu akan mulai mencelakai keluarga kita, pikirkanlah adik-adikmu juga Sehun.. apa kau mau mengorbankan adik-adikmu demi yeoja itu ?”

“Tapi.. appa.. aku..” tangan Sehun gemetar, setetes air mata itu pun jatuh membasahi wajah putih pucatnya.

“Kau.. adalah anakyang  paling appa andalkan Sehun, karena itu.. appa percaya kau bisa memilih pilihanmu denganmu bijak”

Sehun menundukan wajahnya sambil meremas kepalan tangannya kuat, nafasnya pun terasa sesak akibat menahan rasa perih yang mulai berkecamuk di hatinya, seketika ia berdiri dan berjalan menuju pintu keluar, meninggalkan ayahnya di dalam ruangan dengan langkah yang cepat.

“Sehun, neo eodiga ?!!” panggil sang Ayah yang sama sekali tak diperdulikan oleh sang anak.

**

Tok..tok..tok..

“Nona ? Nona Claire ?” Tuan Kim mengetuk pintu dari luar kamar namun tak ada jawaban dari dalam, dan saat ia memutar knop pintu, ternyata pintu kamar nonanya tidak dikunci.

“Nona ?” panggil Tuan Kim saat melihat nonanya hanya melamun dan tengah duduk bersandar di kepala kasurnya. “Saya membuatkan susu panas dan coklat pemberian dari pemuda itu yang nona simpan di kulkas” gumam Tuan Kim duduk di sebelah nonanya.

“Kenapa membawa coklat itu ?” tanya Claire datar.

“Diberi cokelat oleh Tuan Sehun kenapa tidak pernah dimakan ? apa nona mau menyimpannya terus sampai coklatnya basi ?” ucap Tuan Kim balik bertanya.

“Aku.. hanya merasa sayang kalau dimakan”

Tuan Kim nampak tersenyum hangat saat mendengar pernyataan polos nonanya, “Nona pasti tidak tahu kan, kalau cokelat ini hampir sempat dibuang oleh Tuan Ahn, ne.. karena ayah anda berpikir kalau cokelat ini pasti pemberian dari Tuan Sehun untuk nona, walaupun tebakan Tuan memang benar, dengan cepat saya langsung berbohong kalau cokelat itu adalah milik saya hehe”

“Geurae ? Gomawo Tuan Kim”

“Karena itu cokelatnya harus buru-buru dimakan, kalau cokelatnya tersimpan di dalam tubuh Nona, pasti akan lebih aman kan ?”

Claire mengangguk sambil tersenyum tipis, lalu kembali memalingkan wajahnya ke depan sambil menghela nafas dalam.

“Apakah.. menurut Tuan Kim.. suatu saat aku bisa menikah dengan namja yang aku cintai ?”

Tuan Kim tersentak saat mendengar pertanyaan yang dilontarkan nonanya, ia tidak pernah melihat nonanya seputus asa itu, nonanya yang selama ini selalu terlihat tak pernah menyerah dengan segala sesuatu yang menghalanginya,

“Apa saja.. yang sudah Tuan Ahn katakan kepada anda Nona ? Setelah pulang dari rumah keluarga Park.. saya hanya mendengar dari luar kamar jika Tuan terus membentak Nona, Jika Nona ingin mencurahkan sesuatu.. saya.. saya siap mendengarkannya” ungkap Tuan Kim sedikit terisak dan meneteskan air matanya karena merasa sedih melihat Nonanya yang terlihat begitu tertekan.

“Ayah bilang.. selain penggusuran rumah Sehun.. ia akan terus melakukan hal-hal buruk pada keluarganya jika aku tetap tidak menyetujui pertunangan ini, aku harus bagaimana Tuan Kim ? kenapa aku semakin merasa.. jika aku terus berada disisinya.. aku hanya akan membuat hidup Sehun menjadi menderita.. aku.. aku hanya akan menjadi beban untuknya Tuan Kim”

“Aniya.. anda tidak boleh merasa seperti itu nona, jika Tuan Sehun memang benar-benar mencintai anda.. dia akan terus mempertahankan anda tanpa ada rasa beban dihatinya, Nona Claire.. hanya perlu untuk saling percaya satu sama lain dengannya”

“Saling percaya.. satu sama lain ?” tanya Claire lirih.

“Ne.. percaya satu sama lain Nona, kunci dari kuatnya suatu hubungan adalah saling percaya”

Claire pun menganggukan kepalanya sambil tersenyum tipis ke arah Tuan Kim, “Terimakasih karena sudah menenangkan hatiku Tuan” ucap Claire merasa bersyukur karena masih ada Tuan Kim di sisinya, “Ah matta…”

“Waeyo Nona ?”

“Aku lupa.. kalau aku ada janji akan menghubungi Sehun, bolehkah.. aku pinjam ponsel Tuan Kim ?”

“Ne, tentu saja Nona”

Claire yang sudah hapal nomor ponsel Sehun diluar kepala pun langsung menekan tombolnya dengan cepat, dan saat sudah tersambung, ia terus menunggu Sehun mengangkat telfonnya dengan antusias, namun setelah 10 menit terus mencoba untuk menghubunginya dan mengiriminya pesan, namun sang namja pun tidak kunjung membalasnya.

Sambil berbaring di kasur, Claire terus menggenggam ponsel itu, berharap sang namja yang ia rindukan itu mengubunginya, namun ponsel itu tetap tak mengeluarkan suara dering apapun, Claire pun hanya terus menunggu sampai akhirnya ia tertidur lelap.

**

~Di sebuah Kafe, di daerah Seoul~

Pukul 01.00 Malam,

Seorang namja terlihat tengah berbincang dengan seseorang melalui ponselnya, pandangannya pun tertuju pada laptop yang ada di hadapannya.

“Kau sudah mengumpulkan semua bukti-buktinya ?” tanya seorang namja dari dalam telfon.

“Ne Tuan Jung, hanya tinggal sedikit lagi saya dapat mengumpulkan semuanya”

“Bagus Jongin, kau melakukan pekerjaanmu dengan baik, dalam waktu dekat ini.. akhirnya aku akan dapat membalaskan dendamku pada Ahn Suk Hwan, kau mulailah atur rencana sesuai dengan apa yang aku perintahkan, Arraseo”

“Ne Tuan” Jongin mengerutkan dahinya saat sambungan itu terputus, hatinya yang sedikit menolak untuk melakukan rencana itu, rencana yang mungkin akan menyakiti perasaan seorang ibu dan anaknya yang mau tidak mau akan ikut terseret juga.

.

~Ke esokan harinya, pukul 07.00 Pagi~

Claire memakai sebuah jepitan berwarna biru tua di sisi kanan rambutnya, dan setelah memoleskan bedak diwajah, dirinya melirik ke arah lipstick, walau awalnya ragu-ragu, akhirnya ia memutuskan untuk memakainya.

Claire meraih tas jinjing yang ia letakan di atas meja, sejenak pandangannya hanya terpaku pada sebuah kotak kayu, sebuah kotak berisi surat yang tak kunjung ia berikan pada pemiliknya.

“Apa… kuberikan saja hari ini padanya yah ?”

.

.

“Ibu, aku pamit berangkat dulu ke kampus” ucap Claire pada ibunya yang tengah berada di dalam kamar.

“Ne” angguk Nyonya Risa mengusap pundak kepala Claire, “Bilang pada Jongin untuk tidak mengemudikan mobilnya terlalu cepat eoh”

“Arraseo” jawab Claire datar.

“Ibu tahu semalam ayahmu baru saja memarahimu habis-habisan, tapi kau tidak boleh terlihat lesu seperti ini, kemana anak ibu yang berhati kuat dan sangat keras kepala itu hmm ?” ucap ibunya memegang kedua bahu anaknya untuk memberi semangat.

“Dia masih ada di hadapan ibu, anakmu yang keras kepala itu” jawab Claire tersenyum lebar, meyakinkan pada ibunya kalau ia masih baik-baik saja, menutupi semua perasaan tertekan yang tengah ia rasakan.

**

~Disebuah kedai Soju~

“Yak.. anak muda bangunlah.. ini sudah jam 9 pagi, kau mau tidur sampai kapan eoh ?” tanya seorang bibi penjaga kedai.

Sehun sedikit  mengacak rambutnya kesal dihiasi dengan bau alkohol yang begitu tercium dari mulutnya.

“Toko ku mau dibersihkan, sebaiknya kau segera pulang, astaga.. anak jaman sekarang kerjaannya hanya mabuk-mabukan saja”

Sehun melihat ponsel yang ia taruh di atas meja, betapa terkejutnya ia saat menyadari ada beberapa miscall dan pesan yang tercantum di layar ponselnya, dan saat ia melihat isi pesan tersebut, ia berdecak kesal pada dirinya sendiri karena mengetahui pesan itu dikirim oleh Claire.

“Aish.. karena semalam aku mabuk, aku jadi tak menyadari ada telfon dan pesan masuk, astaga Oh Sehun kau memang namja paling bodoh”

Sehun pun bergegas mengambil jaketnya yang tergeletak di bangku, dan langsung berlari panik menuju pintu keluar hingga tak sengaja menyenggol vas hias yang untungnya tidak pecah.

“YAK !!”

“Ah mianhae ajjeuma !!” sahut Sehun yang langsung berlari ke arah halte bus yang tidak jauh dari kedai.

.

.

~Pukul 10.00 Pagi, Universitas Seoul~

Drrrt…drrrt…

“Yoboseyo”

“Yoboseyo Tuan Pengawal, ini aku Sona”

“Ne ? eo..oh, ada apa Nona ?”

“Apa sekarang kau sudah ada di kampus ?”

“A..aniyo, saya masih ada di.. di jalan sedang mengantarkan Nona Claire ke suatu tempat” ucap Jongin berbohong dengan nada panik.

Saat melihat Nonanya sudah keluar kelas, Jongin pun langsung mematikan ponselnya.

Claire hanya menatap datar, lalu berjalan melewati Jongin dengan acuh menuju lift untuk bergegas keluar dari gedung.

Dan saat ia sudah berada di halaman, ia mendapati seorang namja yang ia kenal tengah berdiri di depan gedung, dirinya pun seketika langsung menghampirinya.

.

“Kau sedang apa ?” tanya Claire kepada Suho.

“Apa kau akan merasa aneh lagi, jika aku mengatakan.. aku ingin berbicara denganmu sebentar”

Claire menggelengkan kepalanya sambil tersenyum tipis, “Tentu saja tidak, sebenarnya.. hari ini aku juga ingin menemuimu, bukankah ini sangat kebetulan ?”

“Eoh” angguk Suho masih terlihat canggung dengan Claire karena merasa tidak enak pada sang yeoja akibat kejadian semalam, “Kalau begitu.. bagaimana kalau kita bicara di dalam mobilku saja”

.

Jongin pun nampak menunggu diluar, saat Nonanya tengah berbicara bersama dengan Suho di dalam mobil.

“Harusnya.. semalam kau tidak perlu berbohong, dengan kau melindungiku seperti itu.. kau kembali membuatku tampak menjadi seperti seorang pengecut”

“Semalam.. kau mendapatkan tamparan keras dari ayahmu.. dan hal itu.. membuatku merasa kalau ini sangat tidak adil untukmu, ne.. kau bilang pertunangan ini terjadi karena kesalahanku kan ? karena itu.. seharusnya akulah yang lebih pantas untuk mendapatkan semua konsekuensinya”

“Kenapa.. kau itu senang sekali membuat dirimu sendiri terlihat jahat dimata orang lain Claire ?”

“Jika aku terlihat jahat.. maka aku tidak akan terlihat seperti gadis yang lemah” ucap Claire menolehkan wajahnya ke arah Suho.

“Kau memang yeoja aneh” gumam Suho menatap sang yeoja dengan tatapan tak habis pikir.

“Suho-ssi.. Aku.. mau membicarakan tentang Seohyun padamu”

“Ck.. sudah kubilang aku sedang malas membicarakan hal itu, kau tidak perlu mengurusi urusan orang lain” ungkap Suho berdecak kesal sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.

“Aigoo.. kenapa kau itu terlihat putus asa sekali ? Bukankah dulu ia pernah menerimamu menjadi kekasihnya ? Setidaknya jika kau lebih berusaha untuk menarik hatinya kembali, aku yakin dia pasti akan..”

“Dia memang menerimaku… tapi sedikitpun dia tidak pernah mencintaiku, selama ini.. aku selalu membantu biaya kuliah dan ekonomi keluarganya, karena itulah dia merasa tidak enak jika sampai menolak ku, ne.. asal kau tahu.. selama ini hanya ada satu namja yang selalu Seohyun cintai.. dan namja itu adalah Sehun”

Sesaat Claire menaikan kedua sudut bibirnya sambil tertawa lirih, “Andai saja.. Sehun lebih dulu menyatakan cintanya kepada yeoja itu.. pasti yeoja itu akan langsung menerima Sehun, dan kurasa.. Sehun pasti akan sangat bahagia sekali”

Seketika pernyataan yang dilontarkan Claire telah memunculkan kembali perasaan bersalah yang terpendam di hati Suho pada sahabatnya. Dan saat ia menoleh ke arah Claire, ia dapat merasakan, jika sebenarnya Claire tidak sepenuhnya ikhlas saat mengatakan hal yang baru saja terucap di bibirnya.

“Bagaimana kalau kita hentikan saja topik pembicaraan ini, topik pembicaraan ini benar-benar membuatku jadi muak” gumam Suho berusaha untuk mengalihkan pembicaraan karena melihat Claire yang juga merasa tak nyaman.  “Yak Claire.. apa hanya ini saja yang ingin kau bicarakan padaku ?”

“Ne” Claire menganggukan kepalanya, walau sebenarnya niat utama kenapa ia ingin bertemu dengan Suho belum tersampaikan, yaitu menanyakan sebuah surat yang sudah lama tersimpan padanya, tapi karena Suho masih terlihat malas membicarakan Seohyun, dirinya pun mengurungkan niatnya itu.

“Lalu bagaimana denganmu? Apa tidak ada lagi yang ingin kau bicarakan padaku juga ?” tanya Claire kembali.

“Kurasa tidak ada”  ucap Suho ragu-ragu,

“Kalau begitu, aku pamit pergi sekarang ne”

“ah cakaman” sambar Suho cepat, “Sebenarnya.. masih ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padamu”

“Kau ingin menyampaikan apa ?”

“A..aku.. belum mengucapkan terimakasih atas kejadian semalam, dan juga… aku ingin minta maaf.. atas semua perlakuan buruk yang pernah aku lakukan padamu” ungkap Suho berusaha mengucapkannya sekuat tenaga, ia menundukan wajahnya karena rasa gengsinya yang memang tinggi, dan perlahan dirinya pun melirik ke arah Claire dengan canggung,

“Kenapa minta maafnya menunduk seperti itu ? Aku tidak akan memaafkanmu jika kau tidak melihat lurus ke arahku”

“Ne ? Aish.. Yak Neo jinja..”

“Arraseo..arraseo aku memaafkanmu.. aigoo.. kau itu pemarah sekali” Claire terlihat tertawa kecil, sedangkan Suho hanya terus melihat ke arahnya tanpa alasan yang jelas.

“Wae ?” tanya Claire masih sedikit tertawa saat menyadari Suho hanya diam memandangi wajahnya.

“Aniyo” jawab Suho memalingkan wajahnya ke arah lain.

“Suho-ssi.. karena sudah tidak ada lagi yang ingin kubicarakan, pertemuan kita sampai disini dulu saja ne”

“Eoh, baiklah” jawab Suho singkat,

Setelah Claire keluar dari dalam mobil, entah mengapa Suho merasa jika sebenarnya ia masih tak ingin mengakhiri perbincangannya dengan sang yeoja. Ia merasa jika Claire selalu dapat membuatnya memahami banyak hal, terlebih lagi ketika mereka tengah berdebat dan saling bertukar pikiran. Ya.. Nyaman, perasaan itu lah yang mulai Suho rasakan ketika ia berada di dekat Claire walau mereka sering berselisih, hatinya yang kembali merasa kesepian saat melihat yeoja itu semakin menjauh.

**

Sesampainya dikantin, Claire langsung memesan dua porsi bulgogi untuk dirinya sendiri dan untuk pengawalnya .

“Aku tidak suka makan sendirian, jadi kau temani aku makan ne” titah Claire menyuruh Jongin duduk di sebuah meja yang sama dengannya.

“Ne ? Tapi Nona ?”

“Sudah makan saja” ucap Claire ketus.

Mereka berdua mulai melahap makanan itu, dan Jongin yang masih merasa sungkan pun terlihat hanya sedikit menyentuh makanannya. Begitu pun dengan nonanya yang terlihat tak berselera makan.

.

“Eoh Anyonghaseyo, Claire dan Tuan Pengawal yang tampan” sahut Sona dari jarak beberapa meter, hingga membuat Jongin langsung tersedak saat mendengar suara sang yeoja yang terdengar horor ditelinganya.

Claire membalas dengan melambaikan tangannya ke arah Sona, hingga selang beberapa detik yeoja bernama Seohyun itu pun datang menyusul, membuat Claire seketika menurunkan tangannya sambil menghela nafasnya dalam.

Sona menempatkan dirinya duduk di sebelah Jongin. Sedangkan Seohyun masih berdiri lalu menganggukan kepalanya untuk memberi salam kepada Claire.

Claire berdiri dari posisi duduknya, lalu berjalan selangkah menghampiri Seohyun, “Aku.. mau berbicara denganmu sebentar” ucap Claire dengan ekspresi datar.

“Baiklah” jawab Seohyun menyetujuinya.

Sona hanya melihat dari jauh saat kedua yeoja itu memutuskan untuk duduk memisahkan diri darinya. Ia pun menoleh kearah Jongin sambil menggelayutkan tangannya manja,

“Apa menurutmu, mereka akan baik-baik saja jika kita membiarkannya mengobrol berdua ?” tanya Sona kepada Jongin yang terlihat merasa risih pada gadis disebelahnya.

“Entahlah saya tidak tahu Nona” ucap Jongin yang akhirnya berhasil melepas rangkulan Sona.

“Hah.. Kalau begitu, jika mereka sudah mulai terlihat bertengkar, aku harus siap siaga untuk langsung melerainya, kau juga harus bersiap-siap ne !” gumam Sona menyenggol lengan Jongin.

“Ne” jawab Jongin yang menjadi ikut was-was.

.

.

“Kalau kuberikan surat ini langsung kepada Seohyun, Suho akan marah tidak yah ?” ucap Claire dalam hati, “Habis kalau kuberikan pada Suho, dia pasti tidak akan mau memberikan surat ini pada Seohyun, padahalkan isi suratnya sangat bagus, kalau Seohyun membacanya, mungkin saja kan hatinya bisa sedikit terbuka kembali untuk menerima Suho”

“Yak.. kenapa diam saja, kau bilang kau mau mengatakan sesuatu kepadaku”

“Eoh ?, ne.. mm.. sebenarnya.. aku hanya ingin memberikan ini” Claire menyodorkan secarik amplop secara perlahan.

“Apa ini ?”

“Ini surat dari Suho, aku yakin sudah lama dia ingin memberikan surat ini padamu, hanya saja.. sepertinya dia sedikit malu”

“Aku tidak mau membacanya, kau berikan saja lagi surat ini padanya”

“Kalau begitu.. bagaimana kalau aku saja yang bacakan surat ini untukmu ne ?”

“Yak.. berhenti bersikap kekanak-kanakan, kau sedang berusaha untuk membuatku kembali ke sisi Suho..  agar kau bisa mendapatkan Sehun dengan mudah kan ?”

“Aku dan Sehun itu sudah berpacaran, jadi untuk apa aku berusaha lagi untuk mendapatkan apa yang sudah menjadi miliku” balas Claire ketus.

“Dia itu bukanlah milikmu Claire.. karena aku tahu jika sebenarnya Sehun masih mencintaiku”

“Tapi Suho juga masih mencintaimu” jawab Claire dengan polosnya.

“Dengar.. Aku tidak perduli Suho masih mencintaiku atau tidak.. karena dari dulu.. sedikitpun aku sama sekali tidak memiliki perasaaan padanya Arro !” ungkap Seohyun terlihat semakin emosi.

“Setidaknya dengarkan dulu surat yang pernah ingin ia berikan padamu” ucap Claire terlihat tetap tenang, “Kalimat yang tertulis dalam surat ini benar-benar tulus ditunjukan untukmu, kau tahu betapa irinya aku saat membacanya ?”

“Aku tetap tidak mau mendengarnya”

“Baiklah kalau begitu aku akan membacakannya untukmu”

“Yak.. apa kau tidak dengar, aku bilang aku tidak mau mendeng..”

Claire langsung memotong ucapan Seohyun dengan membaca isi surat yang ada di genggamannya.

Pada awalnya seperti seorang teman, lalu berubah seperti kekasih yang berharga..
Sejak aku menaruh hatimu di dalam pikiranku, Hatiku  berdebar debar, percaya bahwa itu akan menjadi sebuah takdir…

 

Cinta pertamaku yang terlihat bodoh..

Bahkan jika aku hanya mampu bernafas, aku merasa senang..

 

“Hentikan Claire aku tak mau mendengarkannya” gertak Seohyun menatap Claire dengan begitu kesal. Namun Claire tetap terus membaca suratnya.

“Apa mereka sedang bertengkar ?” tanya Sona dari tempat duduknya.

“Saya rasa mereka hanya sedang berdebat” jawab Jongin mengeryitkan dahi sambil mengarahkan pandangan ke arah meja nonanya.

“Eung ? Kertas apa itu yang sedang dibaca oleh Claire ?” gumam Sona penasaran.

.

“Claire.. Berikan padaku suratnya, aku tidak mau mendengarkannya lagi” Seohyun beranjak dari kursinya dan berniat untuk merebutnya, namun sayang tindakannya itu sudah didahului oleh seorang namja yang tiba-tiba saja datang.

“Kenapa surat ini bisa ada padamu  ?” tanya namja itu langsung meremas surat itu dengan nafasnya yang masih tersengal-sengal.

“Eoh ? Se..sehun ?!” gumam Claire sontak terbangun dari kursinya.

“Katakan padaku Claire, kenapa surat ini bisa ada padamu ?” ucap Sehun dengan nada semakin meninggi.

Sona dan Jongin pun seketika beranjak menghampiri saat melihat kedatangan Sehun yang semakin membuat suasana bertambah ricuh.

Hati Seohyun tiba-tiba bergetar saat ia menyadari sesuatu, “Hun-na.. mungkinkah.. surat ini.. adalah surat cintamu.. yang dulu pernah ingin kau berikan padaku ?”

“Ne ?”

Tentu saja Sehun tidak berani mengatakannya di depan Claire, ia takut jika Claire menjadi bersedih kembali saat mengetahui bahwa isi surat ini adalah sebuah ungkapan perasaan yang pernah ia simpan pada Seohyun.

Walau Sehun belum menjawab, nampaknya kedua yeoja itu pun sudah  menyadari dengan sendirinya jawaban yang akan dilontarkan oleh sang namja.

Sehun memandang ke arah Claire dengan rasa cemas yang seakan tergambar jelas di wajahnya, dan hal itu sontak membuat Seohyun merasa jengkel karena seperti di acuhkan oleh Sang namja, seketika ia menarik Claire hingga menghadap kearahnya,

“Pasti selama ini kau sengaja menyembunyikan surat itu kan  ? dan karena itulah hari ini kau berbohong padaku dengan mengatakan jika surat ini milik Suho ?” tuduh Seohyun mencengkram kedua bahu Claire.

“A..aniyo, aku sungguh tidak tahu jika surat ini..”

“Kau itu memang jahat Claire !!” gertak Seohyun mendorong tubuh Claire hingga jatuh terduduk ke lantai.

Sehun yang tersentak melihat Claire terdorong jatuh pun seketika berniat untuk membantu, namun Claire langsung menepis tangan Sehun, hati Claire yang merasa marah dan kesal karena tak mengerti kenapa harus selalu dirinya yang disalahkan.

“Sudah ne.. jangan bertengkar lagi, nanti kalau dilihat orang lain bagaimana ?” sahut Sona berusaha menengahi.

“Apa kedatanganku menganggu kalian ?” Sahut Suho yang tiba-tiba saja datang menghampiri.

“Hyung ?”

“Su..suho-ya ?”

Sona yang tengah menenangkan Seohyun, serta Jongin yang tengah membantu nonanya berdiri pun, nampak terkejut saat melihat kedatangan Suho.

“Sejujurnya.. Aku tidak tahu kenapa surat itu bisa ada di tangan Claire, tapi jika kalian mau menyalahkan seseorang, salahkan saja aku.. karena akulah.. orang yang membuat surat cinta Sehun tidak sampai kepadamu Seo ” ungkap Suho berjalan mendekati Seohyun

“Mwo..mworago ?” ucap Seohyun terlihat syok saat mendengar hal itu, begitu pun dengan semua yang ada disana.

“Sehun menitipkan surat ini kepadaku untuk diberikan kepadamu, tapi tentu saja… saat itu aku tidak pernah berniat untuk menyampaikannya.. karena aku tak mau jika kau sampai dimiliki oleh orang lain Seo”

#PLAK… Seohyun langsung menampar keras wajah Suho dengan matanya yang berkaca-kaca,

“Kau sungguh keterlaluan !” gertak Seohyun yang seketika berlari pergi dari tempat itu sambil meneteskan air matanya. Dan Sona pun langsung mengejar sahabatnya itu dari belakang.

Suho nampak terdiam mematung sejenak, menahan rasa sakit di wajahnya begitu juga dengan hatinya yang terasa perih melihat Seohyun semakin membencinya, lalu perlahan ia menoleh kebelakang, mengulurkan sebuah jepitan biru kepada seorang yeoja yang hanya menatapnya lirih.

“Jepitanmu tertinggal di mobilku, aku kesini untuk mengembalikannya”

“Ne ? Eoh, go..gomawo” Saat Claire ingin mengambilnya dari tangan Suho, dengan cepat Sehun  langsung menyambar jepitan itu duluan dengan kasar,

“Jangan sentuh tangan kekasihku” gertak Sehun yang kemudian langsung menarik tangan Claire pergi meninggalkan tempat itu.

“aish.. mereka mau kemana ?” sahut Jongin yang langsung mengikuti dari belakang.

Suho nampak terlihat tertawa pahit, ia merasa mungkin ini semua memang pantas ia dapatkan, ketika orang-orang terdekatnya semakin membencinya, ditambah seseorang yang saat ini sangat ia butuhkan pun tak dapat bersama dengannya.

“Jika yeoja itu tidak ada.. aku merasa seperti kembali menjadi seorang pengecut.. aku hanya butuh seseorang.. yang dapat mendukungku”  ucap Suho di dalam hatinya.

**

Sehun menarik tangan Claire sampai ke sebuah halte bus, dan saat sebuah bus datang, dirinya pun langsung menaiki bus itu bersama dengan sang yeoja. Jongin yang telat menyusul pun hanya bisa berdecak kesal saat bus itu sudah terlanjur pergi.

“Kita mau pergi kemana ?” tanya Claire yang saat itu telah duduk di kursi paling belakang bersama dengan Sehun, saat itu hanya ada mereka berdua yang menaiki bus itu.

“Bagaimana kalau menjenguk Sehan di rumah sakit, disana juga sedang ada Ayahku, kau belum pernah bertemu dengannya kan ?”

“Ada ayahmu juga ?”

“Ne, kau tenang saja ayahku orang yang sangat baik kok”

“Mm.. yasudah, terserah padamu saja” jawab Claire sedikit ragu karena ia sedikit takut  mengingat ayah Sehun yang baru saja dipecat karena ayahnya, ia berpikir mungkin Sehun hanya tahu jika sang ayah dipecat karena alasan yang biasa.

Sedangkan Sehun terlihat tetap bersemangat untuk memperkenalkan Claire kepada sang ayah meskipun ia tahu ayahnya tak merestui hubungan mereka.

Sehun memperhatikan raut wajah Claire yang seperti tengah memikirkan sesuatu, tentu saja hal itu membuat hatinya menjadi tak tenang, “Claire.. apa kau masih memikirkan soal surat itu ?” tanya Sehun hati-hati.

“Aniyo.. aku hanya merasa bodoh saja, karena tadi sudah membacakan surat cinta milik kekasihku sendiri yang ternyata dibuat untuk yeoja lain”

Sehun begitu tersentak saat mendengar sang yeoja berkata seperti itu kepadanya, “Mianhaeyo, karena lagi-lagi aku membuatmu bersedih” ucap Sehun menatap Claire dengan perasaan bersalah.

“Ini bukan kesalahanmu Sehun, ini semua hanyalah suatu kebetulan, kebetulan yang menyakitkan.. ne.. saat Suho meninggalkan surat itu di perpustakaan, aku langsung mengambilnya karena rasa penasaran, saat kubaca.. entah mengapa aku sangat menyukai isi dari suratnya, aku bahkan tidak ingat sudah berapa kali aku membacanya karena aku terlalu menyukainya.. tapi ketika aku tahu itu adalah surat cinta yang kau buat untuk Seohyun, hatiku langsung terasa sakit saat mengingat aku pernah sangat menyukai kalimat yang tertulis di dalamnya ”

Perlahan digenggamnya tangan Claire oleh Sehun begitu erat, lalu Sehun pun menunjukan senyum hangatnya untuk kekasihnya yang begitu polos dimatanya, “Kau tahu Claire.. kurasa ini semua bukanlah sebuah kebetulan”

“Kenapa Sehun bisa bilang begitu ?”

“Menurutku.. kenapa saat itu surat cintaku tidak sampai kepada Seohyun noona, namun malah tersimpan  padamu, karena kau dan aku.. dari awal memang sudah ditakdirkan untuk bersama”

Wajah Claire langsung terlihat merona saat Sehun mengucapkan kata yang begitu manis untuk dirinya, hingga membuat Claire tak bisa menyembunyikan segores senyuman bahagia di wajahnya.

“Kau terlihat semakin cantik jika sedang tersenyum apalagi ditambah dengan lipstick yang kau pakai” ucap Sehun jahil hingga membuat wajah Claire semakin bertambah merah padam.

“Kau sadar aku memakai lipstick ?”

“Tentu saja” jawab Sehun tersenyum lembut lalu mengecup sekilas bibir sang yeoja.

“Ish mulutmu bau alkohol, Kau habis minum yah ? dan bajumu.. bajumu juga tidak diganti dari kemarin”

“Ne ? a..aniyo.. aku tidak habis minum kok”

“Jangan bohong padaku.. jangan-jangan semalam kau tidak mengangkat telfon dan tidak membalas pesan smsku karena kau sedang mabuk yah ?”

“I..itu..mm..”

“Apa kau sedang ada masalah  ?”

“Tidak ada kok”

“Jinja ?” tanya Claire dengan nada masih tak percaya.

“Ne, Jinjayo” balas Sehun berusaha meyakinkan sang yeoja.

“Yasudah, kalau begitu” angguk Claire yang sebenarnya tahu jika Sehun tengah menyembunyikan sesuatu darinya.

Saat diperjalanan, Sehun dan Claire terlihat fokus menonton televisi, sampai akhirnya acara tv itu memasuki segment berita, saat seorang News anchor itu membacakan berita yang terakhir, Claire nampak tersentak saat nama perusahaan keluarganya menjadi salah satu perusahaan yang dikaitkan dengan rencana penggusuran yang akan dilaksankan di lingkungan rumah Sehun. Kemudian seorang reporter tv pun mulai mewawancarai seorang manajer dari salah satu perusahaan yang ikut andil dalam rencana penggusuran tersebut.

“Perusahaan kami sudah semenjak lama bekerja sama dengan Perusahaan Whitson Corp, Ya.. kepemilikan tanah di lingkungan itu memang sudah kami permasalahkan dari dulu namun kami tak pernah serius menyelesaikannya, tapi akhir-akhir ini Perusahaan Whitson Corp mendesak kami untuk segera menyelesaikannya, karena itu demi kebaikan perusahaan saya sepakat untuk melakukan penggusuran lingkungan dalam waktu dekat ini”

Setelah pertanyaan pertama para reporter yang lainnya mulai mengerubungi manajer itu, namun pandangan Claire sudah tak menatap ke layar kaca dan hanya menunduk sambil meremas tangannya kencang.

“Tidak apa-apa Claire, semua akan baik-baik saja” ucap Sehun menenangkan hati sang yeoja.

“Tapi perusahaan keluargaku akan menggusur rumahmu Sehun, bagaimana aku bisa merasa baik-baik saja ?”

“Ini bukan kesalahanmu Claire.. kumohon jangan salahkan dirimu sendiri ne” ucap Sehun menggenggam kedua tangan Claire yang gemetaran.

“Ayahmu akan membenciku Sehun.. Ayahmu akan membenciku kalau tahu aku adalah anak dari pemilik perusahaan Whitson Corp”

“Tidak Claire.. kau tenang saja, ayahku adalah orang yang sangat baik, dia tidak akan membencimu” gumam Sehun yang langsung menarik Claire kedalam pelukannya agar sang yeoja dapat tenang.

.

~Di sebuah rumah sakit~

Pukul 12.00 siang,

“Jadi.. bagaimana dengan hasil lab dari sampel darah anak saya Dok ?” tanya Tuan Oh khawatir.

“Hasil lab dari sampel darah anak anda menunjukan… kalau Sehan positif terkena kanker hati Tuan”

“Mwo ? A..andweyo.. Bisakah anda mengeceknya kembali Dok.. mungkin saja ada kesalahan dengan hasilnya”

“Maaf Tuan.. tapi saya yakin tidak ada kesalahan dari hasil yang sudah dikeluarkan oleh laboratorium”

Tuan Oh berusaha menguatkan hatinya saat terpaksa harus menerima kenyataan pahit itu,

“Lalu.. apakah kanker hati yang di derita Sehan sudah parah Dok ?” tanya Tuan Oh penuh dengan rasa cemas.

“Tenang saja Tuan, jika penanganannya cepat dan segera dioperasi, saya yakin anak anda akan segera sembuh, hanya saja.. biayanya mungkin akan sedikit mahal”

“Ne.. saya mengerti Dok, berapapun biayanya tidak akan menjadi masalah untuk saya asalkan anak saya dapat sembuh kembali”

“Mungkin.. lusa depan anak anda sudah harus segera dioperasi Tuan”

“Ne, baiklah Dok”

.

Tuan Oh Ji Ho keluar dari ruangan dokter dengan kakinya yang terasa lemas, lalu dirinya memasuki sebuah toilet, dan menangis sendirian di dalam salah satu kabin.

“Sehan-na.. Apa yang harus appa lakukan sekarang.. Hanya dalam waktu 2 hari, Appa tidak tahu harus mencari uang kemana untuk membiayai operasimu nak ?”

TBC

 Ini fanfic makin gaje,  udah bertele-tele,  gak jelas lagi… T___T

Mohon maaf yah kalo ceritanya makin aneh.. author berterima kasih kalau masih ada yang bersedia baca.. dan mohon maaaaaf bgt karena updatenya kelamaan.. *pasti udah pada lupa nih ama cerita sebelumnya hahaha..

Oke deh kalo gitu Keep RCL ne.. koment kalian sangat berarti untuk sang author yang tengah galau ini..

Bow brg HunHan :*muach…

Advertisements

5 thoughts on “The Name I Love Chap 15

  1. Aigooo thor. Chap ini bner bner sedih deh. Kasihan kluarga ny sehun. Kasihan claire n suho juga.
    Sebel bngt sama seo d sini errr
    Next chap d bikin sweet dong thor. Jgn lama lama thor update ny kkk. D tubggu next chap, hwaiting ^^

  2. Thor post kelanjutan ff ini dong ceritanya bener2 bagus, kalo bisa seo suho ga usah ada mereka bikin jengkel, kalo perlu rahasia terbesar ayahnya claire sih tuan ahn bongkar semua!!

  3. oke thor ditunggu dengan senang hati!! ceritanya dilanjut sampe hunclaire menikah!!! Sehun hweji bias!! Ah kalo bisa FF painful juga di post yang chap 3 kalo bisa lebih banyak, soalnya dari kemarin aku nyari chap 3 sama chap lainnya ga ketemu2 /? 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s