The Name I Love Chap 16 B

the-name-i-love

*Note. maaf banget nih buat semua reader karena aku baru bisa nyelesein chap 16 part b nya setelah sekian lama, sekali lagi maaf yah, pasti udah banyak yang lupa juga yah sama cerita sebelumnya -_-”.  hah gra2 beberapa bulan kemarin aku lagi berjuang buat nyelesein kuliah, jadi nya FF ini sedikit terhambat, dan akhirnya sekarang udah bisa mulai ngelanjutin lagi deh FFnya.. semoga masih ada yang inget sama FF ini yah huhuhu.. dan rencananya aku mau namatin FF ini di Chap 18. Maaf kelamaan curhat.. kalau gitu silahkan mulai membaca,,

.

.

The Name I Love Chap 16 B

 Seorang yeoja terlihat melintasi koridor rumah sakit dengan langkah yang terburu-buru, yeoja itu berniat untuk bertemu dengan sang ayah, untuk membicarakan sebuah pesan sms yang dikirimkan seseorang kepadanya tadi malam.

#Brug.. tak sengaja ia bertabrakan dengan seorang dokter, hingga membuat langkahnya terhenti sejenak,

“Yoojung-ssi, bukankah seharusnya kau berada di sekolah ? sekarang kan sudah jam 9 pagi ?”sahut sang dokter yang ternyata mengenalinya, dokter yang selama ini biasa merawat Sehan.

“A..aku, hanya ingin mengantarkan titipan appaku sebentar Dok, setelah itu aku akan kembali lagi ke sekolah” kilah Yoojung gugup,

“Yasudah, kalau begitu sebaiknya kau segera antarkan titipan ayahmu itu ne, setelah itu cepatlah kembali ke sekolah, ah.. nanti tolong kau sampaikan pada ayahmu, jika Sehan sudah selesai melakukan pemeriksaan, untuk hari ini sebaiknya jangan ada yang menjenguknya terlebih dahulu, karena Sehan butuh istirahat penuh untuk persiapan operasinya besok”

Persiapan operasi ?” gumam Yoojung di dalam hatinya, dirinya yang masih tak mengerti pun langsung mengangguk pamit dengan sang dokter, kemudian berlari menuju tempat dimana ayahnya berada.

**

“Suho-ya.. terima kasih.. atas pinjaman uang yang telah kau berikan kepada ajeushi, ajeushi.. sungguh tidak tahu harus bagaimana membalas kebaikanmu”

“Aniya, ajeushi tidak perlu merasa sungkan, uang itu.. bisa ajeushi gunakan untuk membiayai operasi kanker hati yang diderita Sehan, dan sisanya bisa ajeushi gunakan untuk menyewa apartemen jika seandainya masalah penggusuran ini dimenangkan oleh pihak perusahaan” ungkap Suho yang saat ini sudah mengetahui keadaan Sehan yang sebenarnya dari Tuan Oh.

“Terimakasih Suho.. ajeushi sungguh berhutang budi padamu” ucap Tuan Oh begitu bersyukur, dan langsung membungkukan badannya 90 derajat ke arah Suho dengan matanya yang terlihat berkaca-kaca.

Begitu juga dengan seorang yeoja yang tanpa sengaja mendengarkan percakapan sang ayah  dari balik sebuah pintu, bibirnya gemetar, menahan rasa pilu sekaligus rasa benci pada seseorang, yang menurutnya patut untuk disalahkan atas semua situasi yang dialami keluarganya saat ini.

Yoojung perlahan melepaskan genggaman tangannya pada sebuah gagang pintu, kemudian dirinya berlari keluar dari dalam rumah sakit, menuju sebuah halte pemberhentian bus yang berada tidak jauh dari sana.

**

“Saya harap.. ajeushi tidak memberitahukan kepada Sehun soal uang yang saya pinjamkan, saya takut, Sehun akan menolak seandainya dia tahu uang ini adalah pemberian dari saya”

“Ne, ajeushi mengerti”

“Ajeushi juga tidak perlu terburu-buru mengembalikan uangnya kepada saya, karena saya tidak ingin membuat ajeushi menjadi merasa terbebani” ucap Suho tersenyum hangat.

“Sekali lagi ajeushi ucapkan terima kasih kepadamu Suho”

“Ne, sama-sama ajeushi, kalau begitu saya pamit pergi ke kampus dulu ne”

“Ah ne… maaf karena sudah merepotka…” tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangan. Pintu itu terbuka dan menampakan seorang dokter yang terlihat mengantarkan Sehan dengan sebuah kursi rodanya,

“Eoh Dokter, bagaimana.. dengan hasil pemeriksaan Sehan dok ?” Tanya Tuan Oh khawatir.

“Kondisi anak anda menunjukan hasil yang baik, karena itu, besok Sehan sudah dapat menjalani operasinya, ah matta.. apakah.. Yoojung sudah menyampaikan pesan yang saya titipkan untuk anda”

“Yoojung ?”

“Ne, tadi sekitar 15 menit yang lalu, saya bertemu dengan anak anda di koridor, Yoojung bilang dia ingin mengantarkan sesuatu untuk anda”

“Eoh ? Tapi.. hari ini saya tidak menyuruhnya untuk mengantarkan apapun”

“Hmm.. Apa mungkin tadi saya salah dengar ? ah.. bagaimana, kalau anda segera menelfon Yoojung saja tuan.. tanyakan apakah dia sudah berada di sekolahnya atau belum”

Tuan Oh yang cemas pun seketika mengambil ponsel dari dalam tasnya, dan saat menyadari Suho masih berada di sana, “Ah.. Suho-ya, sebaiknya kau berangkat saja ke kampusmu, untuk urusan Yoojung biar ajeushi saja yang menanganinya”

“Apa benar tidak apa-apa ajeushi ?”

“Ne, gwaenchana” jawab Tuan Oh mengangguk sambil tersenyum, dan karena harus mengikuti seminar, Suho pun dengan berat hati akhirnya berpamitan dengan Tuan Oh untuk kembali ke kampusnya, walau sebenarnya ia merasa tak enak hati karena harus pergi di situasi seperti ini.

**

Pukul 10.00 pagi,

~Universitas Seoul~

Claire melangkahkan kakinya keluar dari dalam gedung perkuliahan bersama dengan pengawalnya, ia diberitahu jika terdapat seorang yeoja yang tengah menunggunya di halaman gedung, sesampainya di sana, kedua mata Claire sontak membulat ketika ia melihat wajah yeoja itu,

“Yoojung-ssi ?” gumam Claire mengernyitkan dahinya.

“Menjijikan.. berhenti menunjukan wajah tak berdosa seperti itu di hadapanku”

Jongin yang berada di sebelah Claire seketika maju mendekati Yoojung dengan tatapan geram, “Jaga bicara anda nona, anda tidak berhak mengatakan hal seperti itu kepada Nona Claire”

“Kau tidak perlu ikut campur Jongin”

“Ne ?, ah.. maafkan saya nona” ucap Jongin langsung membungkukan kepalanya.

“Yoojung-ssi.. sebaiknya kau jelaskan dulu kesalahan apa yang sudah aku lakukan kepadamu” ungkap Claire menunjukan raut wajah sinisnya.

“Kau pikir aku tidak mengetahui niat licikmu, kau.. mendekati oppaku.. sebenarnya hanya karena ingin mengambil alih daerah rumah kami kan ?! Kau sungguh keterlaluan Claire-ssi.. hanya demi kelancaran bisnis keluargamu.. kau sampai tega memanfaatkan oppaku !!”

“Mworago ? Darimana kau mendapatkan kabar seperti itu eoh ?!” gumam Claire terdengar sedikit emosi, namun ia berusaha untuk tetap tenang agar tak semakin menarik perhatian orang-orang disekelilingnya, walau pada kenyataannya beberapa orang terlihat sudah mulai membicarakan Claire secara diam-diam.

“Tidak penting aku mendapatkan kabar dari mana, yang terpenting sekarang adalah.. aku hanya ingin supaya kau segera menjauhi oppaku, aku tak mau oppaku berhubungan dengan seekor rubah sepertimu !!”

Seketika Claire meraih tangan Yoojung dengan kasar, lalu menariknya pergi menuju ke halaman belakang gedung agar dapat berbicara lebih leluasa dengannya.

.

.

~Halaman Belakang Gedung~

“Sepertinya kau sudah salah paham mengenai masalah ini, kau bilang aku memanfaatkan kakakmu ? astaga.. bukankah hal itu terdengar sangat konyol, berpikirlah.. informasi apa yang bisa aku dapatkan dari kakakmu kalau aku memang ingin mengambil alih distrik itu, percayalah.. sedikitpun.. aku tidak pernah berniat untuk memanfaatkan kakakmu Yoojung”

“Hah.. Kau pikir aku akan langsung mempercayai ucapanmu ? Akibat masalah penggusuran itu.. Ayah dan oppa… harus kembali berkerja keras agar dapat menyewa sebuah tempat tinggal yang baru untuk kami, padahal.. saat ini kami juga sedang membutuhkan uang untuk membiayai operasi Sehan” ungkap Yoojung terdengar gemetar akibat menahan air matanya.

“Se..sehan…. akan segera di operasi ?” tanya Claire nampak tak percaya.

“Ne.. Sehan harus segera dioperasi karena ia mengidap penyakit kanker hati”

“Ini tidak mungkin..” gumam Claire mengalihkan pandangannya ke arah lain karena masih tak mampu untuk mempercayainya.

“Andai saja sejak awal kakakku tak berhubungan denganmu.. keluarga kami pasti tidak harus mengalami penderitaan yang bertubi-tubi seperti ini, apa kau tahu.. bagaimana rasanya hidup di dalam kondisi seperti ini ? aniya.. tentu saja seorang Tuan Puteri sepertimu tidak akan pernah bisa memahami betapa tersiksanya hidup keluarga kami saat ini” ungkap Yoojung bersamaan dengan air matanya yang jatuh membasahi wajahnya.

Perasaan bersalah pada Sehun dan keluarganya mulai menimbulkan kembali sebuah keragu-raguan akan arti cinta sejati dihati Claire, hati Claire… yang sesungguhnya juga ikut merasa tersiksa. “Aku minta maaf atas masalah penggusuran itu, tapi sungguh.. dari awal aku sama sekali tidak pernah berniat untuk merencanakan semua ini”

“Aku tidak butuh permintaan maaf darimu, karena yang aku inginkan saat ini hanyalah.. kau… kau segera pergi menjauhi oppaku !

“Yoojung-ssi.. ”

“Kehadiranmu di sisinya.. hanya akan membuat oppa berada di posisi yang sulit, aku yakin.. saat ini pasti oppa merasa sangat bersalah pada ayah.. karena telah membuat keluarga kami mendapatkan banyak masalah akibat menyukai seorang yeoja yang jahat sepertimu, karena itu.. berhentilah bersikap egois.. aku mohon.. jauhi oppaku secepatnya.. dan akhiri hubunganmu dengannya.. aku tidak mau.. melihat oppaku harus menanggung beban lebih banyak lagi” ucap Yoojung mulai menangis dengan terisak, seakan memaksa Claire untuk dapat memenuhi keinginannya.

“Egois ?” gumam Claire nampak tertawa kecil, sebuah tawa yang ia gunakan untuk mengekspresikan kepedihan di dalam hatinya, terasa pedih.. karena ia seakan membenarkan kata-kata itu.

“Kembalilah ke sekolahmu, pengawalku akan mengantarkanmu kembali ke sekolah”

“Shiroo.. Aku akan pergi.. asalkan kau mau berjanji untuk bersedia memenuhi permintaanku” ucap Yoojung masih terus berkeras hati.

“Arraseo… aku akan menuruti permintaanmu” jawab Claire menunjukan raut wajah seriusnya.

“Katakan dengan jelas.. baru setelah itu aku bisa mempercayaimu”

“Jongin-ssi, tolong kau antarkan kembali Yoojung ke sekolahannya, aku akan menunggumu di kampus sampai kau datang” ucap Claire sengaja mengacuhkan Yoojung.

Yak… kau tidak dengar perkataanku !, cepat katakan dengan jelas kalau kau bersedia menjauhi oppaku, aku tidak akan pergi sampai kau mau mengatakannya !” bentak Yoojung kencang, dan membuat Claire perlahan mendekatkan wajahnya ke arah Yoojung dengan sorot matanya yang tajam,

“Kaulah yang tidak mendengar perkataanku Nona Yoojung, aku sudah memberitahukan jawabanku secara jelas kepadamu, karena itu cepat pergi.. atau aku akan kembali merubah keputusanku”

Yoojung mengerjapkan matanya bersamaan dengan tangannya yang terasa gemetar, mulutnya seperti terkunci saat melihat tatapan Claire berubah menjadi dingin.

“Cih.. baiklah.. aku akan segera pergi, tapi kau harus menepati janjimu itu Arro !” Yoojung langsung membalikan tubuhnya untuk menyembunyikan rasa takutnya pada Claire, dan melangkahkan kakinya pergi dengan hatinya yang masih diselimuti oleh rasa kesal.

“Jongin-ssi.. aku tak mau kalau anak itu sampai membolos sekolah, antarkan dia sampai masuk ke dalam sekolahanya, dan carilah alasan yang tepat mengenai keterlambatannya agar dia tidak dihukum oleh gurunya”

“Ne, baik Nona, kalau begitu saya pergi dulu, saya akan kembali menjemput nona secepatnya” dalam sekejap Jongin pun segera pergi meninggalkan Nonanya yang hanya terdiam di tempatnya.

Claire perlahan menyandarkan tubuhnya pada sebuah dinding, lalu mengangkat tangan kanannya sambil memandang lirih sebuah cincin yang tertaut di jari manisnya, hingga akhirnya setetes air mata itu pun jatuh mengalir dari sudut matanya, jatuh.. bersama dengan senyuman tipis yang melukiskan sebuah perasaan rumit di hatinya.

**

“Yak Oh Sehun, kau tidak dengar, itu ponselmu berbunyi” sahut salah seorang pekerja kontruksi bangunan kepada Sehun yang saat itu juga tengah bekerja disana,

“Ah ne, gomawo hyung”

“Sebaiknya kau jangan mengangkatnya disini, atau nanti bos akan memarahimu”

.

.

Sehun nampak melihat ke sekeliling arah sebelum dirinya hendak mengangkat ponselnya.

#PIK

“Yoboseyo, Sehun-na ?” ucap seorang laki-laki paruh baya yang tidak lain adalah ayahnya.

“Ada masalah apa, kenapa tiba-tiba menelfon ?”

“Appa.. sudah mendapatkan uang pinjamannya Sehun, akhirnya.. besok adikmu bisa segera menjalani operasi”

“Mwo ? darimana Appa mendapatkan uang pinjaman itu  ?”

“Uang itu appa pinjam dari seorang teman lama Appa, jadi kau tidak perlu khawatir lagi ne”

“Teman Appa.. bersedia meminjamkan uang sebanyak itu ?”

“N..ne, dia…. sangat dekat dengan appa dan sangat mempercayai appa, karena itu dia bersedia meminjamkan uangnya untuk appa”

“Appa… tidak sedang berbohong kepadaku kan ? akan sulit dipercaya.. seseorang mau meminjamkan uangnya sampai sebanyak itu walaupun kepada teman terdekat sekalipun, kecuali.. jika teman appa itu memang kaya raya”

“Sehun-na.. uang itu.. sungguh appa pinjam dari teman appa, percayalah.. appa sama sekali tidak mengambil uang perjanjian itu, jika kau memang belum percaya, kita bisa membicarakan masalah ini kembali di rumah sakit”

“Arraseo, aku akan segera pulang siang ini” ucap Sehun yang sejujurnya merasa sedikit lega mendengar kabar itu, walaupun hatinya tetap saja masih diselimuti oleh perasaan curiga kepada sang ayah.

**

Claire duduk di bangku-bangku yang ada di sepanjang koridor gedung, matanya hanya menatap lurus ke arah depan, tidak memperdulikan orang-orang yang nampak berbisik saat berjalan melewatinya, sampai akhirnya Claire melirik ke arah kanan dengan sedikit mendongakan wajahnya, melihat seorang yeoja yang terlihat takut untuk berbicara dengannya,

“Ji eun-ssi ?”

“A..aku.. baru saja mendengar kabar yang beredar mengenai murid smp itu, sungguh.. kabar itu sejujurnya membuatku semakin takut.. jika keluargamu benar-benar akan menggusur daerah rumahku Claire” ungkap Ji eun terus menundukan wajahnya tanpa berani melihat ke arah Claire

“Ji eun-ssi, apa wajahku terlihat begitu menyeramkan sampai kau terus menunduk seperti itu ?”

“Ne ? a..aniya.. bukan begitu”

“Aku ini teman sekelasmu, lalu kenapa kau memperlakukanku seperti seakan-akan aku ini adalah seorang gangster yang menakutkan ?”

“Mi..mianhae..”

“Ani gwaenchana.. sekarang serahkan saja semuanya kepadaku, kau tidak perlu mengkhawatirkan masalah ini lagi, karena aku akan segera menyelesaikan semuanya”

“Kau sungguh akan membantuku ?” gumam Ji eun masih tak percaya.

“Eum” angguk Claire cepat, jawaban itu sontak membuat seorang yeoja yang baru saja datang dan mendengar percakapan itu nampak terbelalak karena terkejut.

“Kau sungguh akan membujuk keluargamu untuk menghentikan semuanya Claire ?!” sahutnya histeris dan langsung duduk di sebelah Claire sambil memegang kedua bahu Claire kencang.

“Aish Sona-ssi… Appo~ ! Kenapa kau sampai terkejut begitu eoh ?”

“Ne ? I..itu.. karena sebenarnya.. rumahku juga berada di sekitar distrik itu, tapi.. karena aku merasa tak enak padamu.. aku jadi tidak berani mengatakannya”

“Eoh ? aku tidak tahu kalau rumahmu.. ah.. aku sungguh minta maaf padamu Sona”

“Ah aniya.. kau tidak perlu minta maaf, ini semua bukanlah kesalahanmu, dan lagi.. aku sungguh tidak habis pikir kepada orang-orang di kampus yang bisa langsung mempercayai rumor murahan ini, ne.. karena aku sudah mengenalmu, tentu saja aku tahu.. jika kau tidak mungkin tega melakukan hal seperti itu kepada Sehun”

Claire mengembangkan senyum tipis di wajahnya, merasa bersyukur karena setidaknya masih ada seorang teman yang mendukungnya.

“Gomawo.. karena sudah mempercayaiku Sona”

“Sudahlah, tidak usah dipikirkan, ah.. dan kau Ji eun-ssi, lain kali.. kau tidak boleh mempercayai rumor seperti itu lagi arro !!”

“A..araseo.. sekali lagi aku minta maaf kepadamu Claire”

“Iya, tidak apa-apa Jieun-ssi”

“Ommo ? Kenapa wajahmu terlihat pucat sekali Claire ? apa kau sedang sakit ?” tanya Sona khawatir.

“Gwaenchana.. Aku hanya merasa sedikit pusing saja kok” jawab Claire cepat.

“Aigoo.. disaat seperti ini tuan pengawal pergi kemana ? kenapa dia tidak menjagamu ? Kajja.. sebaiknya kita pergi ke ruang kesehatan saja”

**

~Satu jam kemudian, Pukul 11.00 siang~

Setibanya Suho di ruang seminar, ia seperti merasakan jika kedatangannya membuat suasana di ruangan itu menjadi semakin hening, Tanpa terlalu memikirkannya, Suho pun kemudian memilih untuk duduk di bangku barisan belakang.

“Yak.. Apa ada sesuatu yang terjadi ? kenapa sikap mereka aneh sekali ?” tanya Suho pada seorang mahasiswa di sebelahnya,

“Mmm.. tadi.. ada seorang gadis smp yang mendatangi Claire, dari yang aku dengar.. mereka terlihat saling berselisih, lalu gadis itu mengatakan sesuatu hal yang pada akhirnya membuat Claire langsung diterpa banyak rumor tidak menyenangkan”

“Ne ? lalu apa kau tahu sekarang Claire ada dimana ?” tanya Suho cemas, namun teman di sebelahnya hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya.

“Aish” Suho yang khawatirpun langsung berlari keluar dari ruangan, hingga membuat teman yang duduk di sebelahnya itu nampak terkejut.

“Hoi Suho, kau mau kemana ? bisa gawat kalau kau sampai bolos mata kuliah seminar !”

Suho sama sekali tak memperdulikan perkataan temannya, dan nampak terus melanjutkan langkahnya mencari sang yeoja, selama lima belas menit berkeliling, ia tetap tidak menemukan Claire di setiap ruangan yang biasa digunakan oleh mahasiswa jurusan bisnis internasional, sampai akhirnya ia mencoba untuk mencari ke fakultas lain, pergi ke tempat seorang yeoja.. yang saat itu langsung menyambutnya dengan tatapan benci.

“Kenapa kau masih saja berusaha menemuiku eoh ? Sudah kubilang aku tak mau melihat wajahmu lagi” ucap Seohyun yang saat itu berada di sebuah kelas seorang diri.

“Apa kau melihat Claire di sekitar kampus ?” tanya Suho masih sedikit tersengal-sengal dan nampak tak memperdulikan perkataan Seohyun sebelumnya.

“Claire ? Jadi kau menemuiku hanya karena ingin menanyakan keberadaan yeoja itu ?!” gumam Seohyun terlihat kesal.

“Kalau kau memang tidak melihatnya, aku akan mencarinya di tempat lain” ucap Suho terlihat acuh dan seketika kembali membalikan tubuhnya berjalan menuju pintu.

“Hah.. jinja.. Yak.. Apa saat ini kau sedang mempermainkan perasaanku ?!” ungkap Seohyun dengan nada meninggi hingga membuat Suho sontak menghentikan langkahnya.

“Aniyo.. aku tidak akan mempermainkan perasaan seseorang yang pernah menjadi bagian terpenting dalam hidupku” ucap Suho tanpa berbalik, dan kemudian langsung melanjutkan langkahnya keluar dari ruangan.

Seohyun mengalihkan wajahnya ke arah samping, meremas bajunya kencang untuk melampiaskan rasa amarah yang tengah berkecamuk di hatinya, Ya…walau rasa bencinya pada Suho masih sangatlah dalam, namun ia tetap tak suka melihat sang namja mulai mengkhawatirkan Claire, perasaan iri itu selalu saja muncul disaat Claire mendapatkan sesuatu yang lebih dari dirinya.. seperti sebuah perhatian yang saat ini lebih ditunjukan Suho kepada Claire dibandingkan kepadanya.. hal itulah yang membuat dirinya merasa kesal karena merasa tersaingi oleh Claire.

“Kau lihat saja.. sebentar lagi Sehun pasti akan kembali ke sisiku.. aku akan mendapatkan cinta itu lagi.. cinta dari Sehun yang dari awal memang seharusnya diberikan untuk ku”

.

.

“Permisi, apa ada orang di dalam ?” tanya Suho sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruang UKS, dan setelah berjalan semakin ke tengah ruangan, akhirnya dirinya pun menemukan sang yeoja yang sedari tadi dicarinya, Claire yang tengah tertidur lelap di atas sebuah tempat tidur.

Suho mendudukan dirinya di sebuah kursi, lalu membenarkan posisi selimut Claire yang sedikit terbuka,

“Apa kau baik-baik saja ?” gumam Suho merasa sedih saat melihat wajah pucat itu nampak begitu lelah, ia seperti mulai kembali merasa menyesal, ketika mengingat dulu ia pernah begitu jahat pada yeoja yang ada di hadapannya ini.

#Tes.. sebutir air mata jatuh mengalir dari sudut mata Claire, hingga membuat Suho nampak terlihat terenyuh dalam beberapa saat, ia lalu mendekatkan tangannya ke wajah Claire untuk mengusap air mata itu, namun Claire mulai menggerakan tubuhnya dan akhirnya membuat Suho sekejap langsung menarik tangannya kembali.

“Suho-ssi ?” ucap Claire berusaha memperjelas pandangannya sambil mengusap-usap matanya, lalu mendudukan dirinya dengan bersandar di kepala kasur. “Kenapa kau bisa ada di sini ?”

“Ah.. tadi aku tak sengaja bertemu dengan Sona, dan dia mengatakan kalau kau sedang berada di ruang UKS, karena itu aku datang ke sini”

“Aish.. kenapa Sona malah memberitahukan hal ini padanya” gerutu Claire pelan.

“A..aniya.. akulah yang bertanya padanya duluan mengenai keberadaanmu, saat itu aku memang sedang mencarimu”

“Kau mencariku ?”

“Eum”

“Kenapa ?”

“Karena aku khawatir padamu”

Claire hanya menghela nafasnya dalam, lalu mengalihkan pandangannya ke arah depan, “Kau pasti sudah mendengar kabar itu yah ?”

“Yeoja yang menemuimu hari ini adalah Yoojung kan ? Apa saja.. yang sudah ia katakan padamu Claire ?”

“Tidak ada hal yang serius.. dia hanya salah paham mengenai masalah penggusuran itu, selebihnya tidak ada lagi yang ia katakan” jawab Claire mengarahkan kembali pandangannya kearah Suho.

“Dia menuduhmu sengaja mendekati Sehun terkait dengan masalah persengketaan tanah ini, benar kan ?”

“Eum, tapi aku sudah menjelaskan semuanya padanya.. dan untungnya dia mau mengerti.. aigoo.. bukankah tuduhannya itu terdengar sangat konyol” ucap Claire santai sambil tertawa kecil.

“Yak kenapa disaat seperti ini kau masih bisa tertawa, hah.. tapi syukurlah kalau Yoojung memang mau mempercayaimu, kalau begitu berarti tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan” ungkap Suho yang sesungguhnya hanya berpura-pura mempercayai ucapan Claire, tentu saja Suho menyadari jika tawa itu terdengar palsu, tawa yang ia tahu hanya digunakan oleh Claire untuk menutupi perasaannya.

“Tadi pagi aku sudah menemui Ayah Sehun, dan ada sesuatu yang ingin kusampaikan padamu.. mengenai Sehan..”

“Sehan mengidap penyakit kanker hati, kau ingin memberitahukanku soal itu kan ? ne.. aku sudah mengetahuinya dari Yoojung”

“Jadi… kau sudah mengetahuinya yah, tadi pagi..  aku sudah membayar semua biaya operasi yang dibutuhkan oleh Sehan, dan juga telah memberikan uang sewa apartemen kepada ayah Sehun, karena itu kau tidak perlu khawatir lagi”

“Ne, terima kasih banyak Suho-ssi, terimakasih.. atas semua bantuan yang telah kau berikan kepada keluarga Sehun”

“Hal seperti ini.. memang sudah sepantasnya dilakukan oleh seorang sahabat kepada temannya kan ?”

Ucapan Suho pun dibalas dengan sebuah senyuman tipis oleh Claire.

#Ceklek.. tiba-tiba saja pintu UKS terbuka, menampakan seorang namja yang terlihat tersengal-sengal akibat baru saja berlari kencang.

“Nona.. hosh..hosh.. apa anda baik-baik saja ?” ucap Jongin sambil mengatur nafasnya dalam-dalam.

“Kenapa kau lama sekali ?” gumam Claire datar.

“Maafkan saya Nona.. saat Sona-ssi mengirimkan pesan kalau anda sedang berada di ruang UKS, saya langsung berusaha untuk datang secepat mungkin, tapi bodohnya saya salah memilih jalan dan malah terjebak macet”

“Yasudah tidak apa-apa, lagipula aku hanya merasa sedikit pusing” ucap Claire sambil merubah posisinya untuk turun dari kasur,

“Mm.. Suho-ssi, sepertinya aku harus segera pulang, terimakasih karena sudah menjenguk ku, dan… nanti sore aku akan datang secepatnya kerumahmu” dalam beberapa saat Claire hanya terdiam menatap Suho, ia yang mulai merasa resah saat memikirkan sebuah kepastian yang sampai saat ini belum juga dapat ditentukan olehnya.

“Pilihlah keputusan yang dapat membahagiakan dirimu juga, jangan hanya terus memikirkan kepentingan orang lain, terkadang.. kau juga perlu memikirkan kebahagianmu sendiri” ucap Suho menepuk bahu Claire pelan, dan dibalas dengan sebuah anggukan lemah oleh Claire.

**

Pukul 02.00 siang,

“Bagaimana Tuan, Apakah anda sudah mendapatkan kabar dari Yoojung ?” tanya seorang dokter yang tengah mengecek suhu tubuh Sehan.

“Ah ne, tadi.. pihak sekolah sudah menelfon dan memberitahukan jika Yoojung sempat pergi ke rumah sakit karena merasa tidak enak badan, mungkin Yoojung tidak ingin membuat saya khawatir, karena itu dia berbohong kepada dokter dengan mengatakan kalau ia ingin memberikan sesuatu kepada saya”

“Ah.. begitu yah, hah.. anda benar-benar beruntung tuan.. karena memiliki anak-anak yang sangat pengertian dan baik hati, kalau begitu.. saya pamit pergi dulu Tuan”

“Ne, terima kasih banyak Dokter”

.

.

~15 menit kemudian~

Tuan Oh baru saja ingin membaringkan tubuhnya di atas sofa, namun suara pintu yang terbuka pun membuatnya kembali terbangun dari posisinya.

“Eoh ! Sehun-na.. kau sudah datang, kajja kita bicara di luar saja, Appa tidak mau menganggu Sehan yang sedang tertidur, saat ini Sehan harus beristirahat penuh untuk persiapan operasinya besok”

“Arraseo” jawab Sehun yang kemudian berjalan keluar dari ruangan bersama dengan ayahnya.

.

.

~Lobi rumah sakit~

“Appa tahu… akan sulit bagimu untuk mempercayai semua yang appa katakan, tapi sungguh.. uang ini bukan appa dapatkan dari..”

“Aku tahu.. aku percaya pada Appa”

“Ne  ?”

“Walau sampai saat ini aku masih meragukan tentang kebenaran apakah teman appa yang memang benar -benar meminjamkan uangnya, tapi aku percaya.. kalau appa tidak akan mengambil uang perjanjian itu”

“Aigoo syukurlah.. terimakasih karena sudah mempercayai appa mu ini Sehun”

“Aniya.. akulah yang seharusnya berterima kasih pada Appa.. terima kasih.. karena appa sudah mau berusaha menghargai perasaanku pada Claire” ungkap Sehun menatap dalam mata sang ayah.

Tuan Oh  menunjukan senyum hangatnya kemudian merangkul bahu anaknya dengan penuh kasih sayang, “Hun-na.. walau kau sangat mencintai yeoja itu, tapi kau harus tetap ingat, untuk selalu menempatkan keluargamu menjadi yang terpenting di dalam hatimu ”

“Ne, aku akan terus mengingatnya Appa, maaf.. karena aku sudah membuat appa dan semuanya menjadi terkena masalah, aku akan bertanggung jawab atas semua masalah ini dengan mencarikan tempat tinggal yang baru untuk kalian, semalam.. aku diperbolehkan untuk mengambil gajiku lebih awal, karena itu.. uang itu akan kugunakan untuk menyewa sebuah apartemen yang cukup sederhana untuk kalian semua”

“Tidak Sehun.. Simpan saja uangmu itu ne, kau tidak perlu merasa bersalah pada Appa, lagipula Appa sudah memiliki uang simpanan untuk menyewa sebuah tempat tinggal yang baru, jadi kau tidak perlu mencemaskan hal ini lagi”

“Tapi.. setidaknya ambilah setengah gajiku.. aku akan merasa lebih tenang kalau appa mau menerimanya”

“Hah.. baiklah kalau begitu, kalau itu memang keinginanmu.. appa akan menerimanya” ucap Tuan Oh sambil menghela nafasnya dalam, “Sekarang.. sebaiknya kau beristirahatlah dirumah, nanti malam biar appa saja yang menemani Sehan di rumah sakit”

“Ne, terimakasih Appa.. terimakasih untuk semuanya”  ungkap Sehun yang akhirnya bisa bernafas lega setelah beberapa hari ini terus dihadapkan oleh berbagai masalah.

#Prang…

Seorang anak perempuan jatuh tersandung dan memecahkan sebuah bola kristal salju yang tengah digenggamnya, Sehun yang melihat kejadian itu sontak segera membantu anak itu berdiri, anak itu mulai menangis saat melihat bola kristalnya pecah, bola kristal yang berisikan sebuah miniatur ballerina yang langsung mengingatkan Sehun dengan seorang yeoja.

“Claire pasti marah sekali.. kalau sampai tahu aku tidak memberitahukan kabar mengenai Sehan, aigoo.. kenapa tiba-tiba aku jadi rindu sekali padanya”  ucap Sehun di dalam hati.

**

~ Apartemen milik Claire~

Nyonya Risa yang baru saja selesai merias diri kemudian berjalan ke arah ruang tamu, disana ia menyadari, kalau ternyata anak perempuannya itu masih belum juga keluar dari dalam kamarnya.

“Claire ?” panggil Nyonya Risa sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar anaknya, dirinya sontak tertegun, saat melihat Claire nampak hanya duduk termangu di depan meja riasnya. Ia lalu mendudukan dirinya di sebelah Claire, memeluk tubuh anaknya yang masih saja terus terdiam membisu.

“Kita sudah harus segera berangkat sayang” ucap sang ibu pelan, dan langsung dibalas dengan sebuah anggukan kecil oleh Claire, Claire.. yang dalam beberapa saat semakin memeluk tubuh ibunya dengan erat, dan membuat Nyonya Risa seketika memahami perasaan anaknya yang sedang diselimuti oleh kegelisahan.

**

~Pukul 16.00 sore, Kediaman keluarga Park~

Saat Claire baru saja ingin turun dari dalam mobil, Ayahnya pun seketika menahannya dengan sebuah percakapan singkat,

“Jangan melalukan tindakan yang gegabah, atau ayah akan semakin membuat semuanya bertambah parah”

Claire hanya menunjukan wajah datarnya kepada sang ayah, kemudian segera turun dari dalam mobil dan berjalan menghampiri ibunya.

.

.

Kedua belah pihak keluarga akhirnya telah berkumpul di ruang tamu, tanpa berbasa basi mereka pun langsung mengawali pembicaraan ke permasalahan utama.

“Jadi.. bagaimana dengan keputusannya Tuan Ahn, apakah Claire bersedia menerima pertunangan ini ?” tanya Tuan Park dengan nada serius.

Suho terlihat melirik ke arah Claire yang saat itu terus menundukan wajahnya, dirinya merasa gugup dan cemas dalam waktu bersamaan, gugup karena ia masih belum mengetahui jawaban apa yang akan di pilih oleh Claire, dan cemas karena Suho merasa kasihan pada Claire yang harus dihadapkan oleh dua pilihan yang sulit.

“Bagaimana kalau Claire saja yang menjawab, karena ini adalah pilihan hidupnya, tentu saja saya sebagai ayahnya tidak bisa memaksa untuk menyuruhnya mengambil sebuah keputusan yang tidak diinginkannya” jawab Tuan Ahn langsung mengarahkan pandangannya ke arah Claire. Claire yang sampai detik itu masih belum bisa menentukan keputusan mana yang sanggup ia jalani.

“Claire ?” suara Nyonya Risa perlahan membuat Claire mulai mengangkat wajahnya,

“Tuan Park.. menanyakan keputusanmu sayang” sambung Nyonya Risa menatap anaknya dengan hatinya yang ikut merasa pilu.

“A..aku..” kata pertama yang keluar dari mulut Claire sontak membuat semua pasang mata lansgung tertuju ke arahnya, Claire mengepalkan tangannya kencang, lalu memilih untuk mengarahkan pandangannya ke arah seorang namja,

“Aku.. memilih untuk..” Suho menganggukan kepalanya kepada Claire, berusaha mendorong Claire agar dapat meyakini keputusan yang akan ia pilih.

“Ne, tidak apa-apa Claire.. katakan saja kepada kami” ucap Nyonya Seowoo nampak begitu menantikan jawaban Claire.

“Aku…“

“…Aku bersedia melanjutkan pertunanganku dengan Suho” ungkap Claire masih mengarahkan pandangannya ke arah Suho dengan pilu, Suho yang tentu saja memahami kalau keputusan itu bukanlah hal yang sesungguhnya diinginkan oleh Claire.

Kedua orang tua Suho terlihat begitu senang, begitu juga dengan Tuan Ahn yang langsung menunjukan senyum kemenangannya,

“Ommo.. syukurlah, tante sangat senang sekali karena Claire mau menerima pertunangan ini”

“Ne Nyonya, tapi seandainya saja anak ku menyetujuinya dari awal, pasti pesta pertunangan mereka tidak perlu diundur sampai selama ini, karena itu.. maafkanlah anakku yang sudah membuat pertunangan ini menjadi sedikit terhambat”

“Tidak apa-apa Tuan Ahn, yang terpenting.. sekarang Claire sudah bersedia menerima anak ku menjadi tunangannya, Suho-ya.. kenapa kau diam saja, kau pasti senang kan karena Claire akhirnya mau menerima mu”

“N..ne”  jawab Suho pelan.

Nyonya Risa seakan bisa langsung merasakan kepedihan yang dirasakan oleh Claire hanya dengan melihat sorot mata anaknya, Claire yang saat itu berusaha menahan rasa sakit dihatinya, hatinya yang terasa seperti diremas dengan begitu kencang.

Suho berjalan mendekati Claire, lalu mengulurkan tangan kanannya di hadapan sang yeoja, “Kajja.. bagaimana kalau kita bicara berdua di taman yang ada di belakang rumahku saja”

“Ne ?”

“Soal rencana pesta pertunangan kita, biar ayah dan ibu kita saja yang membicarakannya” Suho kemudian mengalihkan pandangannya ke arah kedua orang tuanya, “Tidak apa-apa kan kalau aku ingin mengajak Claire berbicara berdua saja ?”

“Hahaha.. baiklah.. Appa mengerti, saat ini kau pasti juga ingin membicarakan masalah ini berdua saja dengan Claire, tapi Suho-ya.. sebaiknya kau juga meminta izin pada kedua orang tua Claire dulu” ucap Tuan Park masih sedikit tertawa.

“Ani, gwaenchana.. kalau Tuan Park menyetujui, saya juga pasti akan menyetujuinya” balas Tuan Ahn tersenyum sumringah, walau di dalam hatinya ia masih tetap menanam perasaan curiga pada setiap tindakan Suho dan anaknya.

Claire membungkukan badannya kepada semua yang ada disana, kemudian meraih tangan Suho dan mulai berjalan ke taman yang ada di halaman belakang rumah Suho.

.

.

~Claire POV~

Aku dan Suho duduk berhadapan di antara sebuah meja bundar yang terletak di sebuah taman, kami berdua hanya terus terdiam dan sedikitpun tak memulai pembicaraan selama beberapa menit.

“Maaf” ucapku memecah suasana hening di antara kami,

“Dari semua kalimat yang ada,kau memilih untuk memulai pembicaraan dengan kata maaf, Yak.. Kau tidak perlu meminta maaf kepadaku Claire.. dari awal.. sebenarnya aku sudah siap menerima semua keputusan yang akan kau pilih hari ini”

“Ne ? Kau.. menerima keputusanku ? tapi kenapa.. bukankah.. keputusanku ini membuatmu menjadi tak bisa kembali bersama dengan Seohyun lagi ?”

“Tidak Claire.. sekalipun kau menolak pertunangan ini, keadaannya akan tetap sama.. Seohyun tetap tidak akan mau kembali ke sisiku, karena itu.. daripada aku harus kembali dijodohkan dengan wanita lain yang sama sekali tidak ku kenal, lebih baik aku memilih untuk tetap bersama dengan satu-satunya teman terdekatku saat ini”

“Kau pasti rela melepasnya.. karena kau sangat mencintai yeoja itu kan ?” gumam Claire tersenyum sendu.

“Eum, dan kau.. pasti juga sangat mencintai Sehun kan ?

Aku tak sanggup menjawab pertanyaan itu, dan hanya membalas dengan menganggukan kepalaku ke arahnya.

“Hah.. sepertinya kita berdua benar-benar terlihat sangat menyedihkan, Aku melepaskan Seohyun demi kebahagiaannya.. kau pun melepas Sehun karena memikirkan kebahagiaannya.. tapi meskipun begitu.. apakah dengan melepas Sehun.. kau juga ikut merasa bahagia ?”

“Asalkan Sehun dan keluarganya dapat hidup dengan bahagia.. kurasa itu semua sudah cukup untuk ku, kau sendiri.. juga merasakan hal yang sama kan ?”

“Ne, asalkan aku bisa melihat Seohyun tersenyum kembali seperti dulu, kurasa.. itu juga sudah cukup untuk ku”

Kami berdua pun kembali termenung dalam beberapa saat, walau mulut ini berusaha untuk mengatakan hal yang membuat kami tampak terlihat tegar, namun tetap saja kenyataan ini membuat hatiku terasa sangat sakit, aku yakin Suho juga merasakan hal yang sama.. merasakan kepedihan akan sebuah luka yang tergores dalam dihati kami.

“Kita tidak menyedihkan Suho.. justru kita terlihat sangat keren, kau tahu.. selama hidupku.. baru kali ini aku bisa merasa begitu bangga pada diriku sendiri, geuraechi ?” bibirku tersenyum namun tanpa kusadari mataku ini mulai meneteskan butiran air mata.

“Claire ?”

“Aniyo gwaenchana, mataku hanya kelilipan debu” kilahku langsung mengusap air mata yang membasahi pipiku, tapi sayangnya air mata ini tetap saja terus mengalir dari pelupuk mataku.

Suho berjalan menghampiriku, dan sekejap mengusapkan tangannya ke kepalaku, “Aku mengerti perasaanmu Claire.. aku mengerti.. karena itu kau tak perlu menahan air matamu”

Kalimat yang diucapkan Suho membuat air mataku semakin mengalir dengan deras, aku memang tak terlalu mengerti apa itu arti cinta yang sesungguhnya, tapi kupikir, apa yang kualami saat ini membuatku sedikit memahami, bahwa mencintai seseorang bukanlah tentang bagaimana kita bisa hidup bahagia dengannya, tapi bagaimana kita bisa membahagiakan orang yang kita cintai.

~Claire POV end~

**

Pukul 08.00 malam

~Kediaman keluarga Oh~

Sehun mengumpulkan adik-adiknya di ruang tamu untuk membicarakan masalah operasi yang akan dilakukan Sehan esok hari, ia memberitahukan hal itu dengan hati-hati, terlebih lagi kepada Nari yang sontak langsung menangis saat mendengar keadaan kakaknya, walau awalnya Dongho juga terlihat begitu terkejut, namun akhirnya ia mencoba untuk mengerti, di sisi lain Yoojung yang sudah mengetahui semuanya hanya terdiam dan tidak mengatakan apapun kepada kakaknya.

.

.

Sehun yang saat itu tengah berbaring di atas kasurnya, tiba-tiba saja mulai merasa rindu pada sang yeoja, ia kemudian mengambil ponselnya, dan memutuskan untuk mengirim pesan kepada Tuan Kim untuk sekedar menanyakan kabar Claire.

“Tuan Kim.. maaf menganggu.. apakah saya boleh tahu, sekarang Claire sedang apa ?”

Sehun menaruh ponselnya di sebelah kepalanya, ia yang selama setengah jam terus memandangi ponsel miliknya untuk menunggu sebuah balasan, sampai akhirnya..

#Drrrt…drrrt…Sehun sontak terbangun dari posisi tidurnya dan terburu-buru membuka isi pesan itu.

“Maaf.. karena baru bisa membalas pesan anda Tuan Sehun, saat ini Nona Claire sudah tidur di kamarnya”

Sehun nampak menghela nafasnya, sejujurnya ia ingin sekali menelfon Claire untuk sekedar mendengar suaranya, namun sepertinya ia harus kembali menahan rasa rindunya pada sang yeoja sampai esok hari,

“Ne, tidak apa-apa tuan Kim, Kalau begitu..  bolehkah saya menitipkan sebuah pesan untuknya, tolong sampaikan padanya.. kalau saya sangat merindukannya”  

Sehun mengirim pesan itu sambil menggantungkan senyum tipis di wajahnya, dan saat pesan itu sampai, seorang yeoja yang sedari tadi membalas pesan Sehun pun nampak terenyuh saat membaca isi pesan itu, Claire.. yang perlahan memeluk ponsel itu dengan erat, bersamaan dengan setetes air mata yang kembali jatuh membasahi wajahnya.

TBC

Kependekan yah ? atau ceritanya semakin boring,, hah maafkan author yah kalau ceritanya mengecewakan reader..

Terimakasih buat yang masih bersedia untuk membaca.

Keep RCL ne, mohon kritik dan sarannya..  dan komentar reader sangat berarti  bgt buat author, supaya author juga bisa tau sebenernya ff ini ada yang baca atau gak huhuhu.. *miris sekali hidupmu thor..

Bow bareng Sehun :*

Advertisements

2 thoughts on “The Name I Love Chap 16 B

  1. Huaaa thor. Sedih bngt chap ini. Walopun kependekan tapi sedih bngt. Kasihan claire harus lepasin sehun huhu. Berharap semoga smua ny happy ending.
    D tunggu next chap, hwaiting thor ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s